Tampilkan postingan dengan label Ha Dong Hoon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ha Dong Hoon. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juni 2010

Holy Daddy (Won Tak's Angel) part 3--End

"pengumuman, ada berita baru!" kata seorang murid di kelas Won Tak "Kang Won Tak lah yang menerobos semalam, dan karena itu ia akan dikeluarkan! apa yang harus kita lakukan?" sementara yang lain mulai membicarakannya, Chang Su dengan wajah babak belur berbicara lantang "baguslah kalau dia dikeluarkan, berandalan seperti itu memang seharusnya dari dulu dikeluarkan saja. Tahukah kalian, cepat atau lambat ini semacam loncatan untuk masuk penjara".
"Lee Chang Su!! jaga bicaramu! kepada siapa kamu akan berkata seperti itu? kau pikir hidup Won Tak hina? kamulah orang yang sebenarnya hina! anak sialan!!" Dengan suara bergetar marah, Hyun Jeong mendekati Chang Su dan meninggalkannya yang bengong ( mungkin mikir, kok dia bs tahu ya? apa mungkin udah jadi rahasia umum di kelas Won Tak?).


ibunya Won Tak terpukul dengan kelakuan anaknya dan berusaha bunuh diri dengan melompat dari jembatan diatas rel, namun ditahan oleh Dong Hoon.
"Ini semua kesalahanku, maaf... tolong maafkan aku!....tapi kau tidak boleh mati seperti ini... ia tak punya ayah, dan jikau kau mati seperti ini, bagaimana dengan Won Tak? aku memohon kepadamu! tolong jangan... tolong" Dong Hoon terus menangis memeluk kaki Ibunya Won Tak. Won Tak melihatnya dengan sedih dan menunduk (mungkin dia mulai mikir x ya..).


Karena merasa Seok Jo begitu tertarik dan menyukai kalungnya, Ah Kyung memberikan bahkan memasangkan kalung itu dileher Seok Jo "mengapa kalung itu terlihat bagus padamu?" kata Ah kyung.
"benarkah terlihat bagus padaku?"
"ya, tetapi mengapa aku merasakan ada bau ayahku dari kamu?" tanya ah Kyung, Seok Jo cuma tersenyum mendengarnya.


"hari ini keluarlah untuk mencari Surat Ijin Ujian Masuk akademi" kata Ibu Won Tak saat mereka makan bersama.
"Surat Ijin Ujian! aku tidak tahu ada hal yang seperti itu. Mungkin itu akan jadi ujian murid yang pertama dirumah kita" kata Dong Hoon bersemangat (kita?dah serasa rumah sendiri, emang sih hehe).
Won Tak menoleh pada Dong Hoon.
Dong Hoon lalu menambahkan "ya, kita tak perlu Ijazah kelulusan" bahkan Dong Hoon menganggap dikeluarkan dari SMA itu adalah kelulusan Won Tak yang dipercepat, dan ia mengusulkan untuk merayakannya.


"akhirnya kita pergi kelaut juga seperti yang kau katakan, bagaimana?" tanya Won Tak.
"lebih bagus dari kapal sungai, kan?"jawabnya balik bertanya pada Won Tak, " bagaimana denganmu bu? " Dong Hoon juga bertanya pada ibu Won tak.
Ibu Won Tak tersenyum mulai mengingat kenangan lama, kenangannya bersama ayah Won Tak saat pacaran dulu. (aku gak bisa ngebayangin perasaan ibunya Won tak, apa dia menyesal telah memilih ayah won Tak sebagai suaminya?, tapi kayaknya enggak)


Seok Jo menemani ah Kyung menemui ayahnya di penyimpanan abu(?--lagi-lagi gak tau namanya). ah Kyung "berbicara" pada ayahnya, seolah-olah si ayah ada disitu.
"ingat apa yang aku katakan kepadamu aku akan membawa seseorang ketika aku menemukannya?" ia lalu memangil Seok Jo dan memintanya menyapa ayahnya.
(didalam ia melihat fotonya sendiri -wajahnya si laki2 yang mengaku malaikat-sedang menggendong putrinya---ternyata Ah Kyung anaknya).
"dia tampan kan?" tanya Ah Kyung yang belum tahu
"ya, ayahmu sangat tampan"
"ayah, kau dengar itu? ia juga berpikir kau tampan! jadi beri dia angka, angka yang sangat banyak" senyum Ah Kyung terus mengembang sementara Seok jo tertawa getir (anaknya jatuh cinta ma dia!).


(manis mana ya kue dibandingin senyumnya Min Woo? :P)
di Kapal, Won Tak memberi kejutan kue ulang tahun untuk ibunya. "cobalah, kue ini buatan Won Tak" kata Dong Hoon membuka rahasia
"benarkah?"
"tidak bu, aku hanya memanggang kue, Dong Hoon yang melakukan semuanya. hehe. ayo bu, tiup lilinnya, dan buatlah permohonan"
mereka begitu menikmati malam itu.


"apa kau menikmati perjalanan ini?" tanya si laki-laki dalam wujud aslinya
"iya, tempat yang paling indah yang pernah kudatangi dalam hidupku....terima kasih untuk semuanya tuan titisan malaikat"
"sama-sama.... sebenarnya ada yang belum aku katakan. Aku adalah manusia sepertimu didalam kehidupan sebelumnya. "
"benarkah?"
"aku dapat mengingat kembali ingatan yang telah kulupakan. dan itu semua berkat kamu.. terima kasih" (yang aku masih gak ngerti, kalau memang bukan dari awal, kapan akhirnya dia tahu kalo ah Kyung itu anaknya... kalung prisma? atau saat lihat foto di tempat penyimpanan abunya?)


"mengapa kau terlihat begitu bahagia akan berfoto dengan keluarga temanmu?" tanya won Tak yang heran melihat Dong hoon begitu bersemangat merapihkan penampilannya.
"tentu saja, jika kau hanya berdua ibumu akan terasa hampa! bukan begitu bu?"
"tentu saja, aku merasakan kamu bagian dari hidupku sekarang" jawab Ibu Won Tak bahagia.
"kenapa foto keluarga tiba-tiba?" tanya Won Tak sambil terus berusaha memperbaiki dasinya.
" cepatlah, bergaya didepan kamera!"


"Tuan! ada apa ingin bertemu denganku?"
"aku akan pergi untuk perjalanan bisnis"
perjalanan bisnis? kemana?"
"aku akan dihukum setiap aku berbohong... jadi jangan tanyakan lagi"
"jangan menjawab, kalau memang tidak bisa... kapan kamu akan kembali?"
Seok Jo membuka mulutnya, tapi tak ada kata yang keluar
"baiklah, selamat tinggal tuan malaikat!!" Ah Kyung mengerti Seok Jo tidak bisa mengatakannya
seok Jo pergi tapi kemudian berbalik kembali " Ah Kyung shi, apa kau menyukaiku?"
"iya, sangatt!"


Won Tak akan ikut ujian akademi, dia menunggu bis ditemani Dong hoon
"apa kamu gugup?" tanya Dong Hoon
"tidak sama sekali" padahal Won tak mengepit tangan diantara pahanya.
"aku tahu kamu akan melakukannya dengan benar"
"oke, tapi jangan berharap aku mendapat urutan pertama"
Dong Hoon meminta rokok pada Won Tak dan bertanya soal pemantik berwarna Gold yang dipakai Won Tak "ini? kepunyaan ayahku" ia melihat pemantik itu dengan penuh rasa sayang.
Dong Hoon lalu bercerita ia akan berimigrasi, tapi ia yakin suatu saat mereka akan bertemu.
"ini sangat tiba-tiba. aku akan merindukanmu" kata Won Tak tidak rela.

Sebelum naik bis " Dong Hoon kamu akan kembali bukan?" Dong Hoon hanya mengangguk.
"Dong Hoon, tetap hubungi aku ya?"pinta Won Tak dari dalam bis.
Dong Hoon mengangkat ujung hidung dengan jarinya, Won Tak tersentak kaget (ia ingat ayahnya kayaknya), tapi kemudian ia membalas mengangkat ujung hidungnya juga.
Dong Hoon berlari mengikuti bis Won Tak.... terlihat ayahnya Won Tak yang sebenarnya berlari, ia mulai menangis.


Ibu won Tak sedang membersihkan restorannya saat seseorang mengantarkan hasil foto keluarga di kapal tempo hari.


Dikamarnya, Won Tak mulai rajin belajar, ia tersenyum saat melihat Audio playernya, dan ingat kata-kata Dong Hoon menirukan iklan produknya. Sadar sudah lama player itu tidak pernah dipakainya lagi, ia mulai menghidupkannya dan terkejut dengan suara yang keluar dari sana.
"Won Tak, ini ayahmu. Aku telah tiada ketika kau mendengar ini. Sangat banyak yang ingin kukatakan kepadamu, tapi pada saatnya ingin kukatakan ia tak mau keluar.seperti itulah aku. Aku selalu ingin mengatakan ini kepadamu, tapi tidak pernah bisa... Jalanilah hidupmu dengan menyenangkan, jaga baik-baik, ibumu. Mungkin butuh ratusan kaset untuk mengatakan semua yang kumau. Terakhir aku ingin mengatakan ini.... AKU MENCINTAIMU ANAKKU" rekaman suara ayahnya mulai terdengar menangis, Won tak pun mulai menangis.


Tiba-tiba ia ingat tak ada seorangpun yang pernah menyentuh playernya kecuali Dong Hoon dan waktu di halte Dong Hoon menaikkan ujung hidungnya persis seperti ayahnya, ia langsung mecari album foto tua, dan menemukan foto ayahnya waktu muda.
Foto Wajah Dong Hoon dengan tag nama Kang Youn Gyu (nama ayahnya), disebelahnya seseorang dengan seragam yang sama dengan tag nama Ha Dong Hoon (ayahnya meminjam nama temannya ini).
"ayah.... ayah.... kenapa kau tak bilang bahwa itu adalah kamu? kamu telah kembali, tapi kenapa kau tidak katakan kepadaku? aku menyukaimu sekarang ayah...aku sangat merindukanmu sekarang!!" Won Tak terus menangis memeluk album foto.


Dengan langkah gontai, Won Tak keluar menemui ibunya "Won Tak?" tanya ibunya heran melihat Won Tak
"itu adalah ayah... Dong Hoon adalah ayahku"
"apa maksudmu?"
"ayah ada disini....dia datang.... tapi sekarang sudah pergi"


Ibu setengah berlari mendekati bungkusan foto yang tadi diterimanya, dengan tak sabar langsung dirobeknya dan terkejut melihat gambar disana, bukan Dong Hoon tapi Youn Gyu suaminya.
ibu dan anak berpelukan menangis haru.


Pagi yang cerah, Won Tak memulai usaha bakerynya, dan hari itu adalah hari pembukaan dimana orang-orang mendapat sample gratis. Dua teman Won tak berpartisipasi menjadi badut, sementara Ibu dan Hyun Jeong membantu melayani pengunjung. (ehem, jadi juga ma Hyun Jeong nih). Mereka terlihat begitu bahagia.
Teman sebangku Dong Hoon (yang dulu naksir dong Hoon) datang menggandeng seorang pria. ia menanyakan apa Won Tak masih bertemu dengan dong Hoon
"Dong Hoon? tidak, kenapa?"
"Jika kau bertemu dengannya, bilang padanya untuk melupakanku"
"huh?"
"seperti yang kau lihat, aku sekarang mempunyai pacar yang sempurna"
"oh tidak... iya pasti akan sangat kecewa" Won Tak tertawa membesarkan hati temannya.
(padahal yang naksir habis2an Dong Hoon kan dia, haha kePDan nih cewek)


Masih dengan senyum menghias bibirnya ia menengadah ke langit dan seolah melihat senyum ayahnya disana.

**TAMAT**

Holy Daddy (Won Tak's Angel) part 2


Sementara Dong Hoon terus berusaha mendekati Won Tak, Seok Jo juga terus mendekati Ah Kyung.


Won Tak dan 2 temannya memenuhi "pesanan" mencuri soal ulangan dari komputer di ruangan guru.


Di restoran fast food, Won Tak dan kedua temannya baru saja datang (2 orang ini yang naro pulpen dibangku Dong Hoon dan memberinya tanda "pengenalan"--gak tahu namanya). Bukannya memesan makanan kedua teman Won Tak ini malah asyik membahas VCD porno yang dengan susah payah didapat, sementara Won Tak hanya mendengarkan saja.
Dong Hoon tiba-tiba muncul dan bergabung , mereka tidak terlihat senang, apalagi Dong Hoon ini memalukan karenan sepertinya tidak terlalu mengerti soal restoran fastfood, seperti meminta pelayan membawa menu dan heran bagaimana daging barbeque bisa dimakan dengan roti (burger)---(maklumlah jaman ayahnya Won tak dulu belum ada restoran fast food kayak gini, mirip cerita Dong Hyuk di Hero).


Kesal karena Dong Hoon dianggap bisa membuat malu, temannya Won Tak menyuruh (mengusir halus) Dong Hoon ke Warnet untuk mem-Burn kopian VCD yang dia pegang.
"apa ini?" tanya Dong Hoon (padahal Dong Hoon tanya itu benda apa, bukan isinya apa)
"kau tidak perlu tahu!!, kalau kau tidak bisa, tanyakan saja kepada penjaga warnetnya!" bentak temannya Won Tak.
"kenapa dia memburn ini? ini bahkan tidak bisa dimakan.. tapi baiklah, aku akan membuatnya bagus dan segar" kata Dong Hoon membolak-balik VCD diatas kompor, dengan pemilik warung melihat dengan heran (hahaha). Dong Hoon pun habis oleh teman-temannya Won Tak.


Saat ulangan dikelas, Chang Su (teman Won Tak yang "memesan" soal) terlihat tersenyum, sementara Won Tak membuat teman sekelas dan guru memandangnya heran karena ia selesai dan keluar lebih dulu.


Merokok disudut KM sekolah, Won Tak mendengar temannya membicarakannya "apakah kau tahu ayahnya Won Tak seorang narapidana?" tanya satu suara
"aku tahu pasti ada yang tak beres dengan kepala dungu itu" jawab suara lainnya.
Won Tak marah mencengkram leher seragam temannya dan bertanya dari siapa temannya itu mendengar berita seperti itu.
"dari ruang guru"
Mobil pak guru jadi sasaran Won Tak.


Dong Hoon menunggu gelisah didepan ruang guru, sementara Won Tak dan ibunya menghadapi kemarahan pak Guru.
"Maafkan, saya sudah salah mendidik anak saya" kata Ibunya Won Tak, bahkan ia berlutut agar Won tak dihukum apa saja asal jangan dikeluarkan dari sekolah.
Won Tak menarik bangun ibunya, ia marah kenapa ibunya harus berlutut seperti itu, kalau tidak boleh sekolah ya sudah tidak usah sekolah.
Won Tak ditampar ibunya, dianggap sebagai anak yang tidak tahu terima kasih (kepada guru), Dong Hoon memandang sedih dipintu.


Malamnya di Klub malam, Won Tak minum-minum, Dong Hoon tidak dapat mencegahnya. Datang kedua teman Won Tak yang terheran-heran kenapa Won Tak terlihat kusut karena peng-skors-annya padahal kan itu bukan yang pertama. Won Tak mulai terlihat marah ketika temannya mulai membawa-bawa Ibunya dalam pembicaraan mereka.
"kau ingin mati?"
(aku naksir jaketnya--merah euy!!)


Dong Hoon membawa WonTak pulang, sepanjang jalan Dong Hoon mencoba berbicara padanya soal kehidupan dan mengatakan dengan tersenyum bahwa sekarang Won Tak sudah besar.
"maafkanlah dia, dia minum hanya untuk menghilangkan penderitaannya". Kata Dong Hoon pada ibunya Won Tak sesaat setelah membaringkannya ditempat tidur.
"siapa namamu?"
"Dong Hoon... Ha Dong Hoon"
"terima kasih sudah mengantarkan Won Tak Pulang" kata ibu won Tak lalu keluar dari kamar.
Dong Hoon menghampiri Won Tak dan membelai sayang kepalanya.


Tengah Malam Dong Hoon mendatangi ibunya Won Tak (istrinya) dan berusaha menciumnya, namun tidak jadi karena ibunya Won Tak bergerak.


Selama Won Tak masih tidur, Dong Hoon memeriksa rak buku Won Tak dan menemukan buku-buku disana utuh belum tersentuh.
"tidak ada yang dapat di curi" kata Dong Hoon berbicara sendiri
"kau akan melakukannya?" tanya Won Tak masih dengan mata setengah tertutup mengagetkan Dong Hoon
Dong Hoon cuma nyengir "heheh"
"apa kau tidur disini?" tanya Won tak lagi
"ya... ayo cuci muka dan pergi kesekolah!" (what? kagak mandi?)
"kau pergilah dulu, aku dapat kelas sore" kata Won Tak menarik selimutnya lagi
"oh ya? kalau begitu aku akan mengikuti kelas sore juga"
"apa?" Won tak heran dan menjulurkan kepalanya dari balik selimut


Dong Hoon membuka laci "Wow!! Audio Portabel!! "
Dong Hoon menirukan iklan produk tersebut, lalu katanya"Won Tak, ayahmu pasti sudah diomeli banyak orang untuk membelikanmu ini dan barang-barang lainnya. Apa kau pernah memikirkan itu?"
melihat Won Tak hanya diam dan mengawasinya, Don Hoon kembali berkata "Ayahku tidak pernah memberiku apapun seperti ini, tidak pernah!! aku benar-benar iri padamu"
Dong Hoon menambahkan benda itu begitu tipis sampai ia ingin mematahkannya, tapi kemudian cuma tersenyum karena Won Tak tidak termakan gertakannya dan malah kembali masuk selimut.


Di sekolah, Won Tak duduk diluar kelas untuk menulis surat penyesalannya, sementara didalam kelas Dong Hoon tidak menyimak pelajaran, ia terus berfikir untuk mendapat hukuman skorsing juga. Melihat bu Guru ada disamping meja dan membelakanginya, Dong Hoon sengaja menarik ujung rok gurunya keatas.
Ciluuuk baaaa
Alih-alih di skors, Dong Hoon cuma mendapat hukuman dari kepala sekolah pukulan dipantatnya. Dong Hoon terus merengek minta di skors, bu guru malah meminta kepala sekolah untuk tidak menskors dong Hoon, karena menurutnya itu wajar dilakukan anak seusia Dong Hoon terutama jika melihat hal yang manis yang menarik hatinya (sambil dijembel pipinya Dong Hoon dengan geregetan---hehehe, Dong Hoon ini memang pipinya Chubby banget).
"ini bukan karena kau manis!!" kata Dong Hoon kesal.


Won Tak mendapat tugas membersihkan WC sekolah bahkan mencuci mobil kepala sekolah. Supir kepala sekolah sengaja menyemprot air agar mengenai Won Tak, tapi Won Tak berusaha sabar. Datang Dong Hoon yang mencoba mendapat masalah dan membantu Won Tak mencuci mobil. Tapi bukan membantu yang Dong Hoon lakukan, ia malah membuat mereka bermain-main dengan air dan puncaknya menyiramkan air sabun diember kepada si supir.


Makan bersama dikantin sekolah, Won Tak heran bagaimana Dong Hoon bisa tahu ia alergi ikan tawar. Dong Hoon hanya menjawab pendek bahwa tentu saja ia tahu. Ia lalu mengajak Won Tak untuk bolos bersama dan menemukan caranya, menyuruh Won Tak makan ikan tawarnya!!.


Berhasil meminta ijin pulang cepat karena bintik-bintik merah diwajah (Won Tak dan Dong Hoon sama-sama alergi ikan tawar), Dong Hoon lalu mengajak Won Tak ketempat yang katanya ia begitu ingin mereka berdua lakukan bersama .
"apa ini yang ini tempatnya?" tanya Won Tak diatas kapal sungai.
"kau begitu ingin meninggalkan rumah dengan ini waktu masih kecil" kata Dong hoon santai
"apa?" Won Tak memandang Dong Hoon yang tersenyum
"Won Tak, ada saatnya kita lelah tetapi tetap harus maju. Kau setuju?. Keluar dari sungai ini kita akan menemui lautan luas, tapi kapal ini tidak mengetahuinya. manusia akan mati"
"tetapi kapal bukan manusia, ia tidak akan mati" jawab Won Tak
"Won Tak, disana ada lautan yang kau belum tahu. Aku memikirkan sungai yang semula kupikir adalah segalanya di dunia ini. setelah itu, beberapa saat kemudian....baru menyadari keberadaan laut. tapi... ketika aku menyadarinya, keadaan sudah terlambat. Semoga kamu bisa menemukan lautmu sebelum terlambat!!"
"Bajingan gila, pergi saja ke tempat pemancingan sendirian" kata Won tak yang heran dengan sikap Dong Hoon yang seperti bapak-bapak tua (hei, dia itu emang bapak-bapak, bapak kamu lho!!).


Seok Jo mengajak Ah Kyung menikmati lampu-malam di kota, mereka terlihat senang. Ah Kyung mulai bercerita banyak hal yang tersimpan dikalungnya saat tahu Seok Jo memperhatikan kalungnya.
"cerita?"
Ah Kyung mengangguk "ketika aku kecil, aku tersesat waktu mengikuti arah pelangi. setelah itu, ayahku membuatkanku kalung berbandul prisma dan memintaku untuk tidak mengikuti pelangi lagi. Tidakkah kelihatan seperti pelangi betulan?" tanya Ah Kyung tersenyum memegang bandul kalungnya.


Won Tak dan kedua temannya kalah taruhan saat bermain (mirip) bilyard (gak ada lubangnya--apa itu bilyard juga? gak tau eike hehe) dengan Kyung Man (hia dia ada lagi). Lalu datang Dong Hoon yang kemudian malah menantang kembali kyung Man.
"kamu gila? aku sudah tak punya uang se sen pun" kata Won Tak (hehei dah akrab neh?)
"itulah alasannya, untuk mengambil kembali uangmu!!"


Kyung Man berhasil memenangkan kembali tantangannya, Dong Hoon bertepuk tangan dan mengatakan bahwa Kyung Man sangat bagus lalu meletakkan stiknya dan melihat kepada teman-temannya "ayo teman-teman... KABUUUUR!!!!"
"terima kasih kau telah menyelamatkan jiwaku" kata Won Tak jengkel sambil terus berlari
"jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab"
"bagaimana?" tanya Wontak lagi
'lari Teruuuus" jawab Dong Hoon mempercepat larinya.


Kelelahan namun berhasil lolos, mereka beristirahat dan minum minuman ringan. Ponsel Wo Tak berbunyi, reminder ponselnya mengingatkan sebentar lagi ulang tahun Hyun Jeong.
Selalu gagal dalam permainan mengambil boneka, Won Tak kehabisan koin. Dong Hoon menawarkan bantuan agar won Tak dapat terus bermain tanpa koin (pake kawat yang dimasukkan ketempat koin), tapi yang terjadi malah Dong Hoon kesetrum.
(haha, di dunia nyata kesetrum gak bakal selucu ini).


Pulang sekolah, Won Tak menyapa Hyun Jeong (sebelumnya ia harus mendepak teman yang berdiri dekat Hyun Jeong). Melihat Hyun Jeong agak risih karena banyak teman yang lain dekat mereka, Won Tak menyuruh teman-temannya berpaling dan bahkan menutup telinga mereka (saking ditakutinnya, teman2nya nurut).
"Happy Birthday!!" kata Won Tak sambil menyodorkan boneka
"bagaimana kamu tahu?"
"saat ulang tahunmu waktu SD, kamu mengundang beberapa teman. Aku datang bersama mereka"
"kamu datang juga?"
"hanya aku pada hari itu tanpa hadiah, maaf"
"tidak apa-apa" Hyun Jeong mengambil bonekanya dan mengangkatnya lalu menoleh ke Won Tak "terima kasih...... aku harus pergi sekarang" lanjutnya saat bis datang
"baiklah... hati-hati!!"


Masih dengan wajah penuh senyum, Won tak hendak meninggalkan halte, namun ternyata Chang Su telah menunggunya.
"Aku harus berbicara padamu" kata Chang Su
Dong Hoon yang dari tadi mengamati Won tak dari jauh, bangun dari tempat duduknya untuk mengamati lebih jelas
"Kamu gila!! bagaimana kamu mencuri ujian penerimaan?"
"ini akan menjadi yang terakhir, tolong aku sekali lagi"
"masa bodoh!!" kata Wontak hendak pergi
Chang Su yang selama ini menjadi juara karena hasil dari mencuri soal ujian, mulai mengancam Wontak, ia akan memberitahu Hyun Jeong dan juga sekolah. Ia merasa sekolah dan teman-teman tentu tidak akan percaya ia terlibat, tapi kalau Won tak itu memang sudah jaminan biang rusuh. Won Tak cuma diberi dua pilihan, dikeluarkan dari sekolah atau mencuri soal lagi.
"ini yang terakhir, aku janji!!" kata Chang Su sebelum Won Tak pergi.


Won Tak dan 2 temannya berhasil memanjat pagar sekolah namun bertemu Dong Hoo yang mencoba mencegahnya dihalaman. "Pikirkanlah ibumu dan berhentilah!!"
"apa? kau mau aku membunuhmu? katakan sekali lagi dan kau akan mati!!" (Won Tak ini bener-bener tidak suka orang menyebut- nyebut nama ibunya). Mengacuhkan Dong Hoon yang memanggilnya, Won Tak mengajak kedua temannya untuk segera masuk.


Saat berusaha mencari soal yang dimaksud, Won Tak teringat kata-kata Dong Hoon barusan, dan meminta teman-temannya untuk menghentikan aksinya dan segera keluar.
"ada apa? kau sekarang jadi pengecut?" tanya temannya Won tak
"apa? aku akan membunuhmu!!" mereka mulai akan berkelahi, tetapi langsung terhenti saat terdengar langkah petugas keamanan. Petugas yang sedang memeriksa keadaan itu sebenarnya sudah melangkah menjauh saat tiba tiba terdengar suara pintu laci yang tersenggol. Ia hampir saja berhasil menangkap Won Tak dan kedua temannya kalau saja petugas itu tidak tahan Dong Hoon.


Walau dipukuli dan diancam akan dilaporkan ke polisi, Dong Hoon tetap mengaku sebagai pelakunya dan ia bekerja sendirian. (Kepala sekolah tidak percaya, penjaga sekolah pasti dah cerita ada beberapa anak lain yang berhasil lolos malam itu). Won Tak yang sedang menulis surat penyesalan di kursi hukumannya mendengar dan hampir tidak tahan untuk berterus terang, tapi ia hanya mampu diam melihat Dong Hoon dihukum.


Diatap sekolah, Chang Su mendatangi won Tak yang sedang merasa bersalah pada Dong Hoon. Chang Sun marah karena Won Tak gagal mendapatkan soal ujian itu dan mengingatkan agar ia tidak dibawa-bawa dalam masalah ini. Ia juga menambahkan, kalaupun nanti Won Tak menyebut namanya, orang-orang tidak akan percaya (selama ini yang terkenal bengal kan Won Tak, sedang dia terkenal anak alim dan pintar).
Marah besar, Won Tak memukuli temannya.


Ia lalu ke ruang kepala sekolah dan mengaku bahwa dialah pelaku sebenarnya, dan mengatakan bahwa Dong Hoon hanya mengaku-ngaku untuk menolongnya. "jadi keluarkan saja aku, jika kau ingin menghukum aku!!"
"apa yang kau katakan?" kepala sekolah menampar Won tak










Rabu, 16 Juni 2010

Holy Daddy (Won Tak's Angel) part 1

ini adalah salah satu Film kesukaanku, walau ceritanya rada-rada ngayal (bagian kematian, malaikat) secara keseluruhan asyik buat ditonton.... sebagian cerita soal ayah ini mengingatkanku sama ayahku sendiri Apa-almarhum (missed him so much). Panggilan Apa (biasanya orang sunda) mirip sama Korea ya?!

Cast:
Lee Min-woo as Kang won-tak
Ha Dong-hoon as Kang Youn Gyu muda/Ha Dong-hoon-pake nama sendiri
Lim Ha-ryong as Kang Youn Gyu
Kim Sang-joong as Jang Seok-jo (yang jadi Jun Pyo suami selingkuh di My Husband's Woman)

Sendirian, Won Tak membela temannya yang dikeroyok di klub malam, tetapi kemudian dialah yang harus ditarik dan ditenangkan teman-temannya sebelum Won Tak melukai lawan-lawannya.

Disebuah penjara para tahanan sedang menikmati waktu santai dengan berolah raga. Kang Youn-gyu dipanggil oleh Jang Seok-jo teman sesama tahanan dan diajak bermain bola, namun ia menolak. Ia memilih berdiri dipinggir dan memperhatikan sebuah foto "Won Tak, ayah pulang kerumah besok" katanya kepada pemuda difoto.

Jang Seok-jo yang tadi diacuhkan ajakan main bolanya memperhatikan Youn Gyu dan tersenyum. Ia sengaja mengarahkan bola ke Youn Gyu sambil memanggilnya " hei bapak tua!!".
Sesuai dugaan, begitu ia diingatkan ada bola, refleks Youn Gyu mengejar bola yang melayang tinggi dan berusaha menyundulnya. Namun naas, ia tidak sadar dibelakangnya ada kolom besi pagar penjara, ia langsung terdiam ketika kepalanya membentur kolom lalu perlahan-lahan merosot, terlihat ada bekas darah dikolom.
Berbaring ditanah, dari matanya yang belum terpejam mengalir air mata, lalu foto ditangan kirinya mulai terlepas (kasihan). Teman-teman tahanannya hanya terpana, tidak menyangka akan ada kejadian seperti itu, terutama itu adalah hari terakhirnya di penjara.

Esoknya adalah hari kebebasan bagi beberapa tahanan, termasuk Jang Seok-jo (mestinya juga sama Youn Gyu). Ia keluar dijemput oleh 3 orang laki-laki yang memanggilnya BOSS (salah satunya yang jadi polisi Kyung Man di Hero). Tidak tahu bahwa kelompoknya telah bangkrut dan tidak lagi memiliki anak buah lain, Ia bertanya mengapa hanya 3 orang yang menjenguknya, tapi tanpa memberi waktu Kyung Man menjawab (aku gak tau namanya) , ia menjawab sendiri pertanyaannya "aku yakin anak buahku sedang sibuk bekerja.....ayo!"
Kyung Man membuka mobil sedan tua "masih menjalankan barang antik seperti ini? sampah ini masih bisa berjalan?" tanya Seok Jo sambil menendang ban mobil.
"ya bos" jawab anak buahnya. "persetan dengan kekuatan dan potongan" lanjut Seok Jo tertawa, lalu sambil terus berjalan "kenapa merzedesku diparkir jauh sekali?" tanyanya PD.
Sedikit merasa bersalah campur jengkel, Kyung Min memanggil Seok Jo lagi, membukakan pintu mobil yang tadi diejek bossnya, dan langsung memintanya masuk kemobil sambil membungkuk (hahaha, si boss ternyata harus naik mobil yang udah dicelanya).

Dikamar mayat, ibunya Won Tak yang tahu suaminya suka menipu, sambil menangis meratapi suaminya menghibur dirinya sendiri dengan berkata pada Won Tak bahwa ia yakin kalau suaminya saat itu sedang mencoba menipunya juga. Won Tak kelihatan marah, lalu ia keluar.
Merenung sendirian diluar, Won Tak ingat ia memanggil-manggil ayah saat ayahnya ditangkap. Ayahnya berjanji untuk segera pulang, dan menghiburnya yang mulai menangis dengan mengatakan Ia dan orang-orang ini hanya sedang bermain polisi dan penjahat.

Di markasnya, Seok Jo marah-marah dan meminta Kyung Man menelpon Young Jin. Sudah panjang lebar memarahi dan membentak orang diseberang telepon, ternyata ia berbicara pada operator (tagihan teleponnya dah beberapa bulan belum dibayar). kasihan Kyung man yang langsung kena pukul Seok Jo.

seorang laki-laki berdiri diluar laci-laci mayat, ia memanggil nama Kang You Gyu dan terbukalah salah satu laci. Laki-laki berpakaian hitam tersebut lalu menggerakkan tangannya diatas wajah Youn Gyu yang langsung terbangun. Youn Gyu kaget dan bertanya siapa laki-laki yang mengajaknya mengikutinya itu. Si Laki-laki menjawab bahwa ia adalah malaikat (oke, untuk bagian ini jangan diambil hati, namanya juga film--untuk selanjutnya aku sebut dia si laki-laki).
"bagaimana rasanya mati?" tanya si laki-laki
"siapa yang mati?"
"kau"
"aku? tunggu sebentar, apa kau sedang bercanda kepadaku?"
"dengan seseorang yang tidak kukenal? apa aku kelihatan sedang bercanda?
Youn Gyu tetap tidak percaya, apalagi waktu ia diberitahu bahwa tempat itu adalah kamar mayat, bahkan ia mengatakan bahwa si laki-laki adalah pembohong yang jelek.
"baiklah, aku terima itu... mukaku tidak terlihat terlalu hebat untuk seorang malaikat" (hahaha, jadi depresi dia) lalu ia mengeluarkan sayapnya (mukanya lebih mirip orang lagi sembelit xixixi) " jangan membuatku melakukan hal ini lagi, sangat sulit mengeluarkan dan menutup kembali sayapku (haha, benerkan?pasti karena kurang minum tuh pak)...lihatlah pakaianmu, kaki pendek dan perut buncit begitu, aku harus melakukan perubahan total kepadamu".

"aku seorang mantan napi, kau yakin akan membawaku ke syurga?" tanya Youn Gyu yang sudah bertuxedo rapi saat mereka berjalan dilorong RS.
"hari ini tidak ada seorangpun yang datang ke syurga, beberapa sampah terpaksa harus masuk kesana, ini menggelikan!!" (oke, ini cuma film)
Youn Gu menunduk dan mengangguk. Ia sempat kaget karena ia bisa menembus begitu saja saat tertabrak oleh oleh ranjang pasien yang sedang didorong dilorong itu.
"sebelum aku ke syurga, bolehkah aku menjenguk keluargaku?"

Di rumah duka, Won Tak mabuk dan marah-marah pada altar ayahnya (kira2 itu namanya, gak tau saia hehe). Ibunya mencoba mengingatkanagar Won Tak diam, tapi Won Tak mau diam "aku hanya mengatakan hal yang benar. Apa yang telah dilakukannya untuk kita?" hingga kemudian ibunya harus menamparnya.
"kenapa kau memukulku? persetan dengan ini. Apa yang telah dilakukannya hingga ia patut menerima semua perhatian ini?"
Won Tak lalu mengobrak-abrik meja altar dan membanting foto ayahnya sambil terus bersumpah serapah lalu pergi. Ibunya mengambil foto Youn Gyu dan menangis sambil memeluk foto itu.
Youn Gyu terperangah melihat kejadian ini.

Si laki-laki mendekati Youn Gyu yang sedang merenung diatap sebuah gedung "sesudah melihat keluargamu, kenapa kau bersedih?...aku mengerti, tapi harus tetap kau jalani"
"aku tak mau ke Syurga"
"apa?"
dan mereka mulai bertengkar karena Youn Gyu merasa dia belum mati, bahkan Youn Gyu mencekik si lelaki, walau akhirnya ia lepaskan juga.
"Jang Seok Jo, ialah penyebab semua ini, kalau bukan karena dia aku pasti tidak mati"
"oh, orang itu. kamu jangan terlalu menyalahkan orang lain. aku harus membawanya dengan baik hari ini, dengan tujuan yang berbeda tentu saja".
"apa maksudnya?" "aku harus menjalankan perpindahan tambahan hari ini"

Jang Seok Jo sedang menggerutu didalam mobilnya, tak sengaja ia menekan tombol balon pengaman di setir mobilnya, sementara ia sibuk dengan pandangannya yang terhalang sebuah mobil truk melaju kencang didepannya, terjadilah kecelakaan.

Di atas gedung si laki-laki terus membujuk Youn Gyu pergi, tapi selalu ditolak. si laki-laki mulai marah "demi Tuhan, aku ini malaikat!!" (ngayal ya...ini cuma film). Youn Gyu mengancam akan melompat "lompat saja, dan kau akan berakhir dineraka... aku tahu kau takut ketinggian"
melihat kebawah, Youn Gyu melunak "apa harus kau membawaku sekarang?"
"ya"
"baiklah kalau begitu" Youn Gyu mulai naik ke pagar pengaman, si Laki-laki buru-buru menahan dan mencoba menariknya, Youn Gyu terus berontak dan berkata "sejak aku meninggal, aku tahu aku harus ke neraka dan memohon ampun kepada anakku"
"baiklah baiklah, apa yang kau inginkan?"
"apa yang kuinginkan? kalau misalnya jika aku berharap menjadi teman baik anakku?"
"teman baik?... baiklah jika kau sudah siap... pergilah, nikmatilah sebentar selama aku pergi" kata silaki-laki sambil mendorong Youn Gyu.

Youn Gyu (sudah berubah menjadi muda) terjatuh tidak jauh dari sepasang orang yang sedang berpacaran. Kedua orang itu terkejut, mencoba melihat keatas mengira-ngira dari mana You Gyu jatuh dan mengulurkan tangan untuk membantu berdiri. Kesakitan dan terus menggerutu bajingan (maksudnya kepada silaki-laki), Youn Gyu menolak dibantu dan berusaha bangun sendiri.
Seperti tersadar sesuatu, Youn Gyu diam, lalu bertanya kepada dua orang tadi, "apa kau bisa melihatku?" kedua orang itu tidak menjawab, mereka berpandangan dengan heran satu sama lain. You Gyu tersenyum lebar, menatap puncak gedung dan matanya mulai berkaca-kaca.

Di samping tempat tidur Seok Jo yang penuh dengan berbagai macam selang, si laki-laki menggerutu " dia gigih juga". Tak lama, seorang dokter dan perawat datang ke tempat tidur Seok Jo.
"kukira ia tak akan bertahan hingga akhir malam" kata si dokter "sudah menghubungi keluarganya?"
"tidak, belum" jawab siperawat , dokter memintanya mengamati dengan baik lalu ia pergi. Sendirian, siperawat memeriksa dan mencatat keadaan pasien.

**Jeong ah-kyung, 23 Januari 1982, alamat Kangnam Seoul ** begitu biodata yang timbul begitu saja, saat silaki-laki memperhatikan perawat itu. Ia terlihat takjub, dan berusaha memegang wajah perawat sebelum pergi, namun gagal. Ia lalu berbaring dan masuk ke tubuh Seok Jo, yang langsung tiba-tiba saja tersadar.

Dengan wajah yang masih berlumuran darah, silaki-laki dalam tubuh Seok Jo (selanjutnya panggil Seok Jo aja) menepuk bahu ah Kyung si perawat "apa kabar?" tanyanya, ah Yung langsung pingsan. "kukira aku terlalu mengagetkannya" kata Seok Jo santai mengambil cermin dimeja, ia terkejut sendiri melihat wajahnya.

Masih linglung dengan keadaan sekitar, Youn Gyu yang melihat Seok Jo dijalan langsung mencengkeram kerah bajunya " tenang... tenanglah... ini aku si laki-laki, yang telah merubahmu seperti itu"
"tapi ada apa dengan wajahmu?"
"selama aku menunggumu, aku memerlukan beberapa perubahan... bagaimana menurutmu, tidak begitu buruk kan?" tanya seok Jo memamerkan bajunya.
"Ya Tuhan, aku terkejut sekali, dari semua orang, kenapa harus dia?"
Youn Gyu pun bertanya kemana Seok Jo yang asli, Seok Jo hanya menjawab "ia akan hidup sebentar dan harus berterimakasih kepadamu" sambil tersenyum lalu mengajak Youn Gyu pergi kesekolah.
"Sekolah?"

Menghadap kepala sekolah, Seok Jo hanya mengatakan keajaban masa kecil (mungkin maksudnya karena Youn Gyu tidak punya surat-surat atau akte dari sekolah-sekolah sebelumnya). Seok Jo pun menyogok kepala sekolah agar Youn Gyu bisa dipastikan sekelas dengan Won Tak.

Seok Jo diperkenalkan sebagai Ha Dong-hoon dikelasnya (selanjutnya kita panggil dia Dong Hoon). Ia dapat kursi di barisan kedua dari belakang, namun baru saja duduk terdengar teriakannya, ada pulpen yang menancap dibokongnya!! (ouch SADIS!!!....gak kebayang sakitnya kalo beneran, kerjaan dua orang temennya yang paling belakang).

Seok Joo kembali ke RS dan menemui Ah Kyung (yang terkejut tapi terlihat senang melihatnya) untuk mengatakan ia baik-baik saja. Ah Yung bercerita bahwa seluruh RS gempar dan berusaha mencari Seok Joo yang tiba-tiba menghilang, dan bermaksud untuk melaporkan kejadian sebenarnya kepada kepala RS namun Seok Joo menahannya. Seok Joo menari berputar-putar dan berdiri dengan kedua tangannya untuk meyakinkan bahwa ia sudah benar-benar sehat.

Dikelas, Won Tak datang terlambat, terlihat ia disegani (mungkin tepatnya ditakuti) oleh teman-temannya. Saat istirahat, Dong Hoon memperkenalkan dirinya pada Won Tak, namun dua orang teman (yang duduk dibelakang Dong Hoon) langsung memanggulnya pergi untuk memberi "perkenalan" sementara Won Tak hanya tersenyum melihatnya.

Saat akan keluar kelas, Won Tak berpapasan dengan seorang teman perempuannya, ia lalu memberi jalan ke kelas kepada temannya itu dan tersenyum memperhatikan. Sepeninggal Won Tak, datang anak laki-laki (sepertinya marah) melihat Won Tak kemudian melihat ke kelas kearah si anak perempuan.

"berilah aku kesempatan lagi" kata si anak laki-laki (ga tau namanya) yang di pintu kepada Won Tak yang sedang menghisap rokoknya di atap gedung sekolah.
"berikanlah kepada yang lain saja" jawab Won Tak acuh.
menyodorkan amplop "sisanya nanti aku berikan setelah pekerjaanmu selesai"
wontak mengambil amplop itu dan pergi meninggalkan si anak lelaki yang tersenyum (senyumnya terlihat ada udang dibalik bakwan).

Dengan wajah yang babak belur, Dong Hoon masuk kekelasnya. Teman sebangkunya tidak terima Dong Hoon seperti itu dia akan mencari tahu siapa pelakunya untuk membalaskan dendam, tapi dicegah Dong Hoon.
"wajah manismu semuanya hilang" menjawab baik-baik saja, Dong Hoon kemudian menanyakan Won Tak. temannya menjawab dia ada dilapangan olahraga, karena semua anak pencari kerja ada disana setelah kelas pagi.

Won Tak dikelas memasak, kelihatan tidak bersemangat walau teman-teman berusaha membuat lelucon dari adonan kue

Dong Hoon mendatangi rumah makan BoRam milik ibunya Won Tak. Ia memesan makan yang paling enak, tapi kemudian meminta lada hitam yang lebih banyak pada sup kimchinya.
"bagaimana ia bisa tahu aku akan memasak itu?" pikir ibu Won Tak.

Di Restoran Seok Joon dengan lahap memakan steaknya, dan menyuruh Ah Yung agar segera memakan makanannya "tapi... apa kau benar baik-baik saja?"
"sebenarnya..." seok Joon memperhatikan sekitar, lalu setengah berbisik " sebenarnya aku adalah seorang malaikat"
"malaikat?"
"diam!! ini benar-benar rahasia, hanya kukatakan kepadamu Ah Yung" seok Joon tersenyum
"lihat, kau harus mendapatkan perawatan" kata Ah Yung yang mengira otak Seok Joon korslet. Mendengar itu Seok Joon terhenti menyuap (hahaha)

Won Tak pulang terlambat ke rumah, dia marah melihat ibunya sedang membereskan barang-barang ayahnya yang dikirim dari penjara. Berbaring ditempat tidurnya Won Tak mengenang masa kecilnya. Ayahnya menhembuskan asap rokok berbentuk Donat. Won Tak kecil terpana, lalu minta ayahnya untuk membuat bintang. gantian ayahnya yang bengong, lalu meminta Wontak mendekat. "mau melihat bintang? lihat baik-baik" Ayahnya menghisap rokok lalu "TUK " jidatnya Won Tak dijitak. si ayah tertawa sementara Won Tak kecil meringis ngambek. ( tidak bagus mencontohkan merokok didepan anak kecil seperti ini--pesan sponsor ^_^)

Won Tak lalu membuka laci, lalu mengambil satu surat dan membacanya. Di surat itu, ayahnya menceritakan pengalaman pertamanya membuat roti, dan berjanji untuk hidup lurus sekeluarnya dari penjara nanti. Ayahnya juga memintanya agar mempercayainya dan bilang ia bangga pada Won Tak. Won Tak lalu meremas dan melempar surat itu. (Ia marah pada ayahnya yang tidak menepati janji. Betapa ia telah lama menanti hari kepulangan ayahnya selama bertahun-tahun)

Sepulang sekolah, hampir saja Dong hoon tidak bisa membuntuti Won Tak karena teman sebangkunya merengek ingin Dong Hoon main kerumahnya. Berhasil menghindar dengan berjanji akan main lain kali, Dong Hoon menyusul Won Tak ke tempat PS (ato game online?). Mendapat tempat di sebelah won Tak, Dong Hoon kesulitan dan bertanya bagaimana cara memulai permainannya (hahaha, gaptek ni om om).
"tekan tombol disebelah" kata Won Tak dengan mata masih menatap layar.
Dong Hoon terkejut ada yang terbuka seperti laci dari kotak yang dia tekan tombolnya (DVD Room), lalu memasukkan koin kedalam lubang kecil, melihat tidak terjadi apapun Dong Hoon mulai berfikir mungkin harus koin 50 won sambil mencoba memindahkan kelubang kecil yang satunya.
"Won Tak, apa aku harus menaruh dua koin kedalamnya?" tanya Dong Hoon penasaran.
"hah?" (haqhaqhaq, parah ni si om).





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...