Kamis, 15 Juli 2010

Drama yang sedang ku tonton--Robber of my Heart

Dal lae (Lee Dae Hae) adalah ibu tunggal yang tinggal dengan ibu mertuanya (ibunya Tae Oh), dan bayi perempuannya yang cantik.

Suatu hari, sang ibu mertua, Lee Soon Seob, memaksanya untuk kencan buta. Kencan butanya seorang pria tua bernama Kim Jin Goo yang pendengarannya sudah berkurang, jadi selama kencan mereka berbicara sambil setengah teriak sehingga menarik perhatian seluruh pengunjung restoran. Walau diiming-imingi harta yang banyak (bakal mendapatkan warisan) tetapi dengan sopan Dal Lae menolak, alasannya ia tidak ingin menjadi janda lagi.

Dal Lae pulang dari kencan buta dengan kesal, naasnya di parkiran ia menabrak mobil dibelakangnya. Dal Lae kemudian meninggalkan secarik kertas agar si pemilik mobil menghubunginya.

Pemilik mobil adalah Oh Joon (Jang Hyuk), seorang mantan petinju yang berhenti karena dia tidak ingin merusak wajahnya yang tampan. Ia hidup dari hasil menipu wanita-wanita yang berhasil di rayunya. 

Dal Lae kemudian menjadi sasaran baru baginya. Tapi anehnya, gadis yang terlihat polos itu malah sama sekali tidak tertarik padanya. Jadi deh Oh Joon pewnasaran, dan malah beneran jatuh cinta ma Dal Lae.

Ternyata, teman kencan buta Dal Lae itu seharusnya Kim Jin Goo anak si bapak tua. Karena terlalu khawatir terhadap calon pasangan anaknya, ia menyeleksi sendiri calon menantunya. Dan Dal Lae menurutnya adalah wanita yang tepat, jadi ia membujuk (baca memaksa dengan ancaman tidak memberi hak waris) Jin Goo agar mau menikah dengan Dal Lae.

Jadi deh Oh Joon dan Jin Goo menjadi dua pria di sekeliling Dal Lae...
Nonton dua episode awal sih lumayan lah, lucu-lucu gimana. Apalagi karena kang mas Jang Hyuk (Min Gi Suh di Thank You) yang main, cocok banget jadi playboy perayu cewek……
Dari poster2 dimana Jang Hyuk Dan Dae He terus dempet-dempetan kayak kembar siam, bisa di bilang di situlah cinta Dal Lae berlabuh...

Tapi katanya sad ending?! Huaaa…. (dan aku memang gak nonton endingnya. Jadi kalo ada yang tau, plis kasih tau di komenan... hehe).
Jang Hyuk dan Lee Da Hae gak Cuma di Robber ini maen bareng, mereka kembali bertemu sebagai pasangan kekasih (awalnya) didrama Chuno, tapi endingnya tetep gak bisa bersama?!……
Starring
Jang Hyuk (Thank You, Chuno)
Lee Da-Hae (My Girl, Chuno)

Supporting Cast
Kim Jeong-Tae -- Kim Jin Goo (as Director Jang at Bad Guy)
Kim Hae-Suk -- Lee Soon Seob (banyak juga daftar dramanya, as Kim Min Jae at Life is Beautiful)
Hong Kyoung-In -- Kim Man Doo (as Seok Poom at Queen Seon Deok)
Son Byung-Ho -- Kim Ho Jin, kepala mafia yang ngejar-ngejar Oh Joon ( as Tak Rok at Land of wind)
Yoon Yoo-Seon-- Kwon Oh- Sook, Oh Joon's old sister (as Wife Maya at Queen Seon Deok)


Rabu, 14 Juli 2010

AWARD

Kali pertama dapet award.... dapet double dari Disti dan Ooppie....
Dapet dari Disti dah lama banget malah, tapi bingung dgn syaratnya, maklumlah eike rada gaptek.....
Ini awardnya......

awardnya buat siapa ya?!....uhm, binun sih... ini dia list-nya

2. Ephi
3. Apni
4. Saa
8. Iis
10. Aprill


Bagi yang menerima award ini, diharapkan untuk membagikan kembali ke sobat2 blogger yang lain. Selanjutnya, penerima award diharuskan untuk memasukkan link-link dibawah ke blog sobat atau ke artikel sobat. Berikut link-link nya:
10. Ooppie


Sabtu, 03 Juli 2010

Almost Love (Part 1)


Tadinya mo bikin Mr. Wacky... tapi kok dah ampir separuh jalan (bukan separuh nafasnya Dewa ya), greng-nya gak muncul-muncul.... jadinya kemaren keluar Kim Jae Won dan sekarang Almost Love deh...
mencuri2 waktu diantara kehebohan rumah dan kerjaan, akhirnya jadi juga part 1 nya....

Film ini berkisah tentang Lee Ji-Hwan (diperankan oleh Kwon Sang Woo) dan Jin Dal-Rae (di perankan oleh Kim Ha Neul), dengan Moon Young-Hoon (Lee Sang Woo) ikut terlibat....
( Ji Hwan kecil yang jadi adiknya Geum Jan Di, yang jadi Dal Rae kecil yang jadi kecilnya Kang Hee di Fashion's 70)


Ji Hwan sedang membuat sinopsis film. Ia menulis sambil membayangkan adegan-adegannya, tentu saja dengan beberapa scene tentang keahlian beladiri seperti film-film aktor pujaannya, Jackie Chan.
bayi "Jackie Chan" -kalo bayinya kayak gini, mak2 paraji bisa langsung semaput tuh hehe

Impiannya adalah menjadi aktor laga yang lebih hebat dari Jackie Chan. Ia berusaha meniru apapun yang bisa ia lakukan agar bisa mirip sang pujaan, termasuk potongan rambut yang mirip. Saking keras usahanya, perjalanan menuju rumah Dal Rae sahabatnya sedari kecil, diubahnya bak latihan profesional (melompat-lompat, bahkan bersalto --walau kadang jatuh dan menarik perhatian orang-orang).

Sesampainya dirumah Dal Rae, Ji Hwan tidak mau repot-repot mengetuk pintu pagar yang masih tertutup, ia melompatinya lalu mengetuk jendela kamar Dal Rae dengan keras.
Dal Rae yang sedang tidur terbangun dengan kaget, ia marah sambil membuka jendelanya tetapi tidak menemukan siapapun (Ji Hwan merunduk dibawah jendela).

Berkaca mengamati wajahnya sendiri, Dal Rae merasa ia harus segera merawat wajahnya, karena ia bercita-cita menjadi aktris terkenal. Ia lalu berlatih dialog dengan serius, sampai ia sadar ada 2 orang anak sekolah memperhatikannya dari balik pagar melalui jendelanya yang terbuka lebar. Dal Rae langsung gugup dan menutup gordennya, itulah kelemahannya, ia ingin menjadi artis namun tidak bisa berbicara didepan orang lain.

Di ruangan lain, Dal Rae menggerak-gerakkan kaki dan lengan ayahnya sambil mengajaknya berbicara. Ayahnya yang sedang sakit (sepertinya stroke) hanya diam mendengarkan, tapi matanya seperti melihat sesuatu. Dal Rae mengikuti arah mata ayahnya dan menemukan Ji Hwan di balik jendela membawakan beberapa tangkai bunga untuk Dal Rae dan bertingkah konyol, yang membuat Dal Rae tertawa.

Dal rae mendatangi lapangan tempat kekasihnya, Young Hoon, berlatih taekwondo. Young Hoon begitu gembira, mendekati Dal rae dan mengantarnya ke kelas sambil menggenggam tangannya. Dal rae terlihat risih, Young Hoon menenangkannya dengan berkata "butuh waktu tiga bulan untuk bisa menggandeng tanganmu".
Sambil berjalan, sesekali Dal Rae celingukan, Young Hoon menebak Dal rae mencari Ji Hwan (Yong Hoon dan Ji Hwan berlatih taekwondo di tempat yang sama). Young Hoon berkata hari itu Ji Hwan tidak terlihat datang latihan, juga tidak menelpon untuk memberi kabar.


Di tempat lain, Ji Hwan sedang memakai kostum diruang Artis, ia dalam persiapan sebuah syuting film anak-anak. Dalam scene pertarungan Ji hwan sedikit terluka.


Di halaman rumahnya, sambil berusaha memperbaiki sepatunya yang jebol, Ji Hwan menggoda ayahnya yang terlihat serius menulis sesuatu, tentang apa sesungguhnya pekerjaan ayahnya, ayahnya pernah mencoba beragam profesi, supir truk, penyanyi, bahkan pelatih tari (sambil membayangkan ayahnya dengan masing-masing profesi tersebut).
Percakapan mereka terhenti oleh kedatangan Dal Rae dan Young Hoon yang membawakan makanan untuk mereka. Ayah Ji Hwan mengamati Young Hoon (mungkin ia merasa Young Hoon lebih ganteng dari anaknya :p).

Setelah merendam Soju dalam air agar terasa lebih dingin (kulkasnya Ji Hwan rusak), Dal Rae mendekati Ji Hwan yang masih asyik dengan sepatunya, sementaraYoung Hoon menemani pak Lee, ayahnya Ji Hwan.
"apa ini semua pernah dicuci?" tanya Dal rae menyentuh jemuran kaos kaki yang berjejer." tidak seharusnya aku kemari" lanjut Dal Rae menyesal (ia terbiasa membereskan kekacauan dirumah ji Hwan).
"ya, Ji Hwan mengatakan kamu yang harus mencucinya kembali agar yakin benar-benar bersih. dia hanya memintaku untuk membasahinya dan menggantungnya" seru pak Lee menyela dari belakang.
Ji Hwan diam-diam tersenyum senang karena Dal Rae terpancing untuk membantunya mencuci.
"mengapa kau memperhatikanku seperti itu? apa aku kelihatan tampan?" tanya pak Lee yang merasa diperhatikan Young Hoon. (lha gimana Young Hoon gak keder, tangannya digenggam erat oleh pak Lee, dia gak bisa kabur).
"ya, anda tampan" jawab Young Hoon takut-takut
pak Lee tertawa sambil menghempaskan tangan Young Hoon (akhirnya, pikir Young Hoon) "apa? kau terlalu muda untuk merayu"

Pak Lee membawa Young Hoon menjauh ketempat tersembunyi, ia lalu menyuruhnya duduk agar mereka bisa sejajar karena young Hoon begitu tinggi. (Lee Sang Woo ini tingginya 185 cm..wow!!)
"aku sudah menganggap Dal Rae sebagai putriku. berapa lama kalian berpacaran?" tanya pak Lee dengan serius
"sekitar 3 bulan"
"apa kalian serius?" tanya pak Lee lebih lanjut, lalu ia bertanya soal Ji Hwan
"kami berteman" jawab Young Soon
"kalau begitu aku berbicara sebagai ayah dari temanmu... bisa kau memberiku 30rb won?"
"apa?" (haha Young Soon kaget, dikira mau ditanya apa)
"hanya 30 rb won, aku melihat sepasang sepatu yang cocok untuk Ji Hwan, dan aku ingin membelikannya"
Young Soon mengerti, ia tidak berkeberatan mengeluarkan sejumlah uang yang diminta.
"Sebagai ayah dari temanmu, aku juga ingin bilang bahwa ini........ r a h a s i a....." kata pak Lee
"ya, rahasia" jawab Young Soon bersemangat
"sssstttttt" pak Lee memberi tanda dengan telunjuk di bibirnya, khawatir Ji hwan dan Dal Rae mendengar.


"aku khawatir terhadapmu dan kehidupanmu... tidak semua orang bisa menjadi Jackie Chan.. aku dengar dia sempat pingsan 5 kali dan seluruh bagian tubuhnya terpasang besi " Kata Dal Rae sambil membereskan jemuran, ia mengkhawatirkan keselamatan Ji Hwan apalagi di syuting terakhirnya sempat terluka.
"tujuanku menjadi ROBOCOP!!!" seru Ji Hwan sambil memasang kuda-kuda tapi ia lalu berteriak kesakitan karena Dal rae menjepitkan jepitan baju dilehernya, tidak hanya itu, Dal Rae juga memukulinya untuk menguji Robocop.
Pak Lee baru datang dari tempat "tersembunyi" bersama Young Hoon. Mendengar Ji Hwan yang mengadu dikerjai Dal rae, malah menyemangati Dal rae. Young Hoon sempat tertegun melihat keakraban mereka.

Ji Hwan dan Young Hoon tidur berbaring bersebelahan di atas bale-bale, sementara Dal Rae dan pak Lee duduk disisi satunya. Dal rae membersihkan wajah Ji Hwan yang kotor dengan ujung lengan bajunya, pak Lee cuma tersenyum dan mulai bertanya kapan Dal Rae dan Ji Hwan pertama bertemu.
"sejak kelas dua... wah sudah 10 tahun!!" Dal Rae mengingat-ingat.
Pak Lee lalu minta Dal rae menceritakannya lagi, ia membutuhkan ide untuk novel yang sedang dibuatnya.

Dal Rae lalu menceritakan mereka sekelas waktu SD, Ji Hwan kecil agak sulit berteman. Suatu saat Dal Rae menemukan coretan-coretan di dinding "Lee Ji Hwan & Jin Dal Rae". Berdua dengan Ji Hwan, Dal Rae kecil membersihkan coretan-coretan didinding. Sejak saat itu mereka berdua mulai akrab.


Pak Lee lalu berkata " jadi selama ini tidak ada yang tahu siapa yang menuliskan *Lee Ji Hwan & Jin Dal Rae*.... wah itu bisa jadi cerita hebat!!.... seorang malaikatlah yang melakukannya"
"ooh" Dal rae tidak bisa berkomentar.
(View rumahnya Ji Hwan keren)


Ji Hwan ikut menyusup kekelas Dal rae, ia mengolok2 Dal Rae yang terlihat gugup saat di tes dosennya. Saat bu dosen mengenali ia bukan siswanya, Ji Hwan berkilah ingin mengikuti pelajaran dari pengajar akting terbaik, sehingga ia diperbolehkannya ikut kelas.


Pada jam latihan Taekwondonya, Ji Hwan dihukum karena tempo hari bolos latihan.
" Hei Lee Ji Hwan...berkonsentrasilah!!" teriak pelatihnya "pilih mana, Jackie Chan atau Taekwondo?"
"aku bisa melakukan keduanya dengan baik!" jawab Ji Hwan setengah berteriak kelelahan.
"baiklah... 10 putaran lagi!" kata pelatih santai
"huhuhu..pelatih" Ji Hwan merajuk
"katamu kau bisa melakukan keduanya. Kejuaraan hanya tinggal 2 minggu lagi, kamu masih kelebihan berat badan 3kg. ....Tambahkan kecepatanmu!! perintah pelatih
Ji Hwan langsung berlari sambil teriak

Dal Rae yang lewat lapangan sengaja menginjak ban, hingga ji Hwan yang kelelahan hampir terjatuh.
"biar beratmu cepat turun?" ledek Dal Rae
"Jangan mulai lagi" jawab Ji Hwan menjatuhkan badannya untuk duduk.
melihat Dal rae membawa air mineral dalam botol, Ji Hwan memintanya.
Dal Rae tidak menjawab, ia malah bertanya hal lain " Benarkah kau menurunkan berat badanmu untuk bertanding melawan Young Hoon?"
"aku bertanding bukan untuk medali, tapi untuk kelulusan"
"sampai kapan kamu ingin mengganggunya?" tanya Dal Rae yang merasa Ji Hwan selalu iri pada Young Hoon.
Ji Hwan membalas mengatai Dal rae yang menurutnya tidak bertalenta dan seorang pengecut, ia juga memintanya untuk tidak lagi mengikuti audisi apapun karena percuma.
"baiklah kau ingin menyakitiku. Pikiranmu buruk sekali, ku pikir kau perlu menjaga energimu. Apakah kau mau minum?"
Ji Hwan mengulurkan tangannya untuk mengambil botol, tapi Dal Rae malah membuang isi botol didepan Ji Hwan.
Ji Hwan kecewa melihat air yang dibuang padahal ia kehausan, ia lalu mengeluarkan jurus tambahan untuk mengejek Dal rae " kapan kau akan bercukur?"
"mencukur apa?"
"harusnya kau tahu... lihat ketiakmu, mengerikan sekali... apa seminggu yang lalu?... bulunya mengerikan sekali wow!!" Ji Hwan tambah bersemangat melihat Dal Rae tidak bisa membalasnya.
"kamu....aku tahu sekarang, kenapa ada orang yang melakukan pembunuhan. sekali lagi aku katakan.."
belum selesai Dal rae bicara, Ji Hwan terus menggodanya soal ketiak, tapi ia tidak bisa melanjutkan karena tiba2 kaki Dal Rae mendarat di bawah perutnya Ji Hwan.
(hahaha, hati2 donk Dal rae, itu kan daerah terlarang cowok).

Sepulang kuliah, Ji Hwan, Dal Rae dan Young Hoon pulang bersama.
"seperti bulu ayam yang mengganggu... seperti itulah kamu" kata Ji Hwan sambil sedikit tertatih (masih sakit bekas ditendang Dal Rae kayaknya).
"kau begitu mengerti apa yang kupikirkan... Ayam panggang dengan saus madu"Dal Rae malah teringat makanan, sementara Young Hoon mendengarkan sambil senyum-senyum, ia sudah terbiasa mendengar pertengkaran Ji Hwan dengan Dal Rae.
Ji Hwan berkata tidak menyangka Dal Rae pintar berkelahi (menendang Ji Hwan). Buru-buru Ji Hwan menyangkal itu sebagai perkelahian, tapi penyerangan. Ji Hwan dan dal rae kembali beradu mulut.
Young Hoon menghentikan mereka dengan mengatakan ingin berlomba dengan Ji Hwan untuk traktiran minum.


"kenapa selalu saja seperti ini?" Dal rae mengeluhkan Ji Hwan dan Young Hoon akan balapan lari, sementara ia harus memegangi pakaian dan tas mereka.
Perlombaan dimulai, Ji Hwan dan Young Hoon saling susul-menyusul. Menjelang akhir, entah kenapa Ji Hwan memperlambat usahanya, sepertinya ia sengaja mengalah.


"Maaf, sedang tidak bisa dipakai" kata Dal Rae kepada orang yang datang untuk menggunakan toilet. Begitu orang itu pergi, Dal Rae berbisik panik ke pintu toilet "cepat... cepatlah..."
Padahal di dalam, Young Hoon dan Ji Hwan sedang asyik mandi sambil ngobrol (what?!). Young Hoon berencana akan mengenalkan seorang gadis pada Ji Hwan nanti malam. Ji Hwan senang, ia pun menyabuni punggung Young Hoon.
Di luar, pemilik rumah makan dengan tampang kesal mendatangi toilet (sepertinya udah ada yg lapor toilet gak bisa dipake). Dal Rae yang tidak tahu siapa ibu itu berusaha mencegah, tetapi terlambat, si ibu sudah membuka pintu.
(taraaa.... si ibu dan Dal Rae melihat pornoaksi.... gambar disensor... :P)


Melihat tampang Dal rae yang malu, tidak mau melihat ke arah Ji Hwan maupun Young Hoon, Ji Hwan tersenyum dan mulai menggodanya. "Dal Rae.... apakah kau tadi melihat sesuatu?"
"hentikan..." pinta Dal rae sambil terus berusaha melihat tempat lain kecuali Young Hoon dan Ji Hwan
"aku tahu kamu menyukainya" Ji Hwan terus saja menggoda
"Yong Hoon yang juga merasa tidak enak, meminta Ji Hwan agar berhenti menggoda Dal rae.
" Lihatlah... wajahnya memerah!!.. tidak bisakah kalian santai saja, bergembiralah" kata Ji Hwan cuek
"ya, udang!" jawab Dal Rae kesal
"itu karena dingin, biasanya lebih besar dari itu... tanya saja Young Hoon dia lebih tahu" jawab Ji Hwan membela diri (ooo lg ngomongin adik kecil ya)
Young Hoon yang agak enggan dilibatkan, hanya menjawab "hm, sebenarnya tidak begitu besar"
"cukup besar" koreksi Ji Hwan
"siapa perduli" Dal rae kesal meneguk minumannya.

Pandangan Ji Hwan berkeliling dan berhenti pada sosok gadis berbaju pink.. "wow, siapa dia?"
"Ji Min...disini!" gadis itu menoleh mendengar namanya di panggil Young Hoon.
Setelah Ji Min duduk bersama mereka, Young Hoon memperkenalkan Ji Hwan dan Dal Rae.
" Kau lucu juga kalau dilihat dari dekat" kata Ji Min ke Ji Hwan yang sedang senyum-senyum melihatnya. Ji Min lalu bercerita ia pernah bertemu Ji Hwan sebelumnya dan merasa tertarik, lalu meminta pada Young Hoon agak memperkenalkannya. "bagaimana denganmu, apa kamu menyukaiku?" tanya Ji Min to the point.
"ya, suka sekali" senyum tak pernah hilang dari wajah Ji Hwan. Ji Min dan Ji Hwan langsung akrab, mereka kebetulan memiliki kesukaan yang sama, JACKIE CHAN. Dal Rae menyembunyikan kekesalannya dengan menenggak habis minumannya, yang akhirnya membuat Dal Rae mabuk.
Sebelum mengantar Dal rae pulang, Young Hoon berterima kasih karena Ji Hwan hari ini mengalah. Tapi untuk Taekwondo nanti ia ingin pertandingan yang fair.

Ji Hwan dan Ji Min melanjutkan minum mereka, Ji Min meminta ijin untuk duduk dekat denganJi Hwan. Ji Hwan mengijinkan, tapi ia kemudian sedikit bergeser karena merasa Ji Min duduk terlalu dekat dengannya. "Kau tidak mempunyai kelainan sex kan?" tanya Ji Hwan risih
"kau bukan orang kaya kan?" balas Ji Min (jawaban Ji Hwan berarti jawaban Ji Min untuk pertanyaan tadi)


"hei Lee Ji Hwan... tenanglah" dalam mabuknya Dal Rae berbicara
"aku Young Hoon"
"apa?" Dal rae membuka matanya memastikan"oh, maafkan aku. aku ingin turun"
Young Hoon menolak, ia ingin terus menggendong Dal rae dipunggungnya.
Dal Rae lalu bertanya soal Ji Min yang tidak sungkan menyatakan ketertarikannya pada JiHwan namun tetap terlihat wajar. Young Hoon mendengarkan sambil sesekali tersenyum. Dal Rae melanjutkan bercerita bahwa dulu waktu pertama dekat dengan Young Hoon ia merasa tidak enak terhadap Ji Hwan. Young Hoon tertegun berhenti melangkah. (sepertinya Dal Rae ini gak sadar kalau sebenernya dia suka sama Ji Hwan).
Dal Rae lalu minta turun, kali ini Young Hoon membiarkannya.
"Dal Rae, apakah kalian pernah berpacaran?"
"apa maksudmu?" mata Dal Rae langsung terbuka lebar mendengar pertanyaan ini.
"kamu kelihatan sangat dengan dengan Ji Hwan"
"itu karena kami berteman"
"maaf, itu hanya ekspresi rasa cemburuku... aku akan melakukan yang terbaik agar kamu nyaman" janji Young Hoon
"aku juga akan melakukan yang terbaik" jawab Dal rae
Young Hoon lalu mendekat pada Dal Rae dan mengecup bibirnya, dan ingin melakukannya lagi tetapi Dal rae menolak dengan alasan mulutnya bau alkohol.
"Dal Rae, aku punya pertanyaan" Young Hoon mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebuah bungkusan hijau.
"cuci kaos kakiku juga, seperti Ji Hwan"pintanya malu (hahaha, Young Hoon bener-bener cemburu)
Dal Rae menahan tawanya "baiklah" jawabnya
"aku malu... aku pulang saja" kata Young Hoon melambaikan tangan dan melangkah pergi
"Youn Hoon" Dal rae memanggil "kalau itu maumu, aku akan berhenti menemui Ji Hwan" lanjut Dal Rae.
"apa kamu mau begitu?" Ji Hwan balik bertanya
Dal Rae menggeleng dan menjawab tidak.
"aku juga tidak.... sampai nanti" jawab Young Hoon sambil pamit.
Dal Rae menatap punggung Young Hoon yang terus menjauh


Minggu, 27 Juni 2010

Kim Jae Won



Cowok satu ini memang punya ciri khas di senyumnya, gak heran dia dijulukin Killing Smile bahkan a smile angel...
Aku pertama liat dia di wonderful life, trus di My Crazy Love....

PROFILE:
§ Name : 김재원 / Kim Jae Won

§Profession : Actor and model

§ Birthplace : Seoul, South Korea

§ Birthdate : 1981-Feb-18

§ Height : 182cm

§ Education: Sangmyung University (Acting major)


Waktu main di Wonderful Life

TV SERIES

§ Hwang Jin Yi (KBS2, 2006)

§ Great Inheritance (KBS, 2006)

§ Wonderful Life (MBC, 2005)

§ She Is Nineteen (SBS, 2004)

§ Beijing My Love (KBS2, 2004)

§ Land of Wine (SBS, 2003)

§ Romance (MBC, 2002)

§ Rival (SBS, 2002)

§ My Love Patzzi (MBC, 2002)

§ Honey Honey (SBS, 2001)

§ Wuri's Family (MBC, 2001)



MOVIES

§ Shoeshine Boy (2006)

§ 100 Days with Mr. Arrogant / My Crazy Love (2003)

§ Coming Out (2000)



Serius.......
aneh juga si kalo pake kostum ini masih nyengir sumringah



lagi ngelamun? tapi kok kayaknya nelangsa ya?!

Nangis... saat dilepas fansnya untuk Wamil.....
(Maret 2009)



Lagi wamil neh........ di acara Konser Militer Maret kemarin

manis mana ma senyum Jo In Seong?

pake seragam cakep juga.....bareng ma Jo In Seong (Something Happened in Bali)

Source.....so many.....KMJ FC, KTO, Hancinema, Dramawiki, 10Asia

Kamis, 24 Juni 2010

Hero Episode 3




Terlihat segar setelah mandi, Do Hyuk teringat kata-kata pedas Jae In. Ia lalu mengambil sebuah kotak besar dan membukanya, mengeluarkan isinya satu persatu. Kotak itu berisi macam-macam, ada foto-foto keluarga, Piagam penghargaan ayahnya (yang ternyata seorang Wartawan), dan kliping artikel ayahnya (Do Hyuk kecil selalu mengumpulkan setiap artikel ayahnya). Tatapannya terhenti pada sebuah artikel terakhir, dan ingatannya melayang ke hari dimana ia menempelkannya.
Di luar sedang hujan, dari kakaknya Do Hyuk tahu ibunya yang sedang menjemput sang ayah tidak membawa payung. Ia pun menyusul ke halte dengan membawa sebuah payung lain. Melihat orang tuanya di seberang jalan, Do Hyuk memanggil mereka. Do Hyuk langsung berhenti menuruti perintah Ayahnya untuk menunggu dan tidak usah menyebrang. Pada saat orang tuanya menyeberang tiba-tiba saja sebuah truk datang dan menabrak mereka. Do Hyuk kecil hanya sanggup memanggil ayah dan ibunya.
Ditempat lain Yong Deok terlihat duduk terpejam (sepertinya mempunyai ingatan yang sama, ingat episode 1 saat malam ia menginap dirumah Do Hyuk, ia mengikuti seorang laki-laki disaat malam berhujan dan ada suara anak laki-laki yang memanggil ayah?).


Dalam perjalanan mengantar kerumah Jae In (Sol dan Jung akan dititipkan karena Do Hyuk akan pergi bersama staf Yong Deok) , Do Hyuk terus membujuk kedua keponakannya (terutama Sol) untuk memberitahu dimana ibu mereka agar para penjahat yang tempo hari mengganggu mereka bisa ditangkap.
"aku tahu, beri aku waktu untuk berfikir. Hari masih pagi, paman jangan cerewet. Eh, bukannya paman akan pergi dua hari dua malam? apa paman sudah menyiapkan semuanya?" (xixixi si Sol ini terlalu dewasa untuk umurnya).
"kau yang cerewet. apa kau istriku?"
"paman, kau bukan tipe yang aku sukai"...jiahahaha
Sampai dirumah Jae In, Do Hyuk meminta Sol dan Jung memasang wajah sedih sebelum ia menekan bel.Yang membukakan pintu pagar adalah Ibunya Jae In yang langsung mengenali anak-anak itu sebagai cucu Kyung Man dan menanyakan kakek mereka (ih, ibunya Jae In ini udah dibilang 2x masih salah faham aja).

Di dalam Jae in yang sedang menggosok gigi mendapat telepon dari Hae Sung yang menawarkan mengantarnya kekantor dan ia sudah menunggu didepan toko ibunya Jae In. Langsung panik, Jae In mencari baju dan berusaha mencopot piayamanya, tidak menyadari ibunya mempersilahkan orang lain masuk ke rumah. Jae In menjerit begitu sadar ada orang lain disitu sementara ibunya berusaha menutupi. (Do Hyuk menutup mata Jung padahal matanya dia sendiri jelalatan, hahah).


Berangkat beriringan dengan Do Hyuk yang mengendarai motor didepan, semua berhenti karena Do Hyuk berhenti untuk menyapa Hae Sung (yang sedang menunggu Jae In).
"wow, siapa ini? bukankah ini wartawan Hae Sung? kenapa ada disini?" tanya Do Hyuk yang membuka helm dan turun dari motornya.
"Koran Yong Deok?" Ha Sung membaca umbul-umbul di motor Do Hyuk
"bagaimana menurutmu? aku buka satu biro berita"
tertawa mengejek Hae Sung berkata "apa? Anjing dan kucing juga bisa membuka yang seperti itu" (ih kasar banget sih, dibandingan ma hewan)
"kenapa, kau takut?" tanya Do Hyuk santai
"menurutku kau ini wartawan kelas tiga, jangan terlalu sombong...." sambil memperhatikan isi mobil dibelakang motor Do Hyuk(iiih, geregetan pengen jitak Hae Sung) melihat Yong Deok ada juga didalamnya, dia lalu menambahkan "hanya sampah kelas tiga".
Teman-temannya dibelakang mulai tidak sabar, Do Hyuk lalu minta mereka jalan terlebih dahulu.


Senyum Jae In yang berjalan sambil terus merapihkan seragamnya hilang begitu melihat Do Hyuk sedang berdiri bersama Hae Sung.
"kalau Yong Deok bisa menang dari Daese, kau mau bagaimana?"Tanya Do Hyuk
Hae Sung tertawa "kau yakin kau bisa menang dariku?"
"kalau adil, menang darimu tidaklah susah. bukan begitu?" Do Hyuk kembali mengingatkan Hae Sung yang kadang suka berbuat licik.
Hae Sung diam tidak bisa menjawab (dia inget pernah ngalahin Do Hyuk dengan licik kayaknya), Do Hyuk lalu menambahkan "aku sangat penasaran, cara licik apa lagi yang akan kau pakai kali ini"
Jae In yang baru datang mendengarkan sedikit obrolan mereka
" permisi... foto palsu, siapa yang hampir membuat kehidupan seseorang hancur? Sekarang kau malah bertanya siapa yang licik?" Jae In langsung menyela pembicaraan mereka dan menyudutkan Do Hyuk.
"kalau tidak tahu, jangan asal ikut bicara" Jawab Do Hyuk menahan kesal
"apa yang aku tidak tahu?"cecar Jae In
"kalau merasa ada yang janggal, tanya dia saja... Maaf, keponakanku merepotkanmu" kata Do Hyuk hendak pergi
"ini untuk yang terakhir kalinya. Cepat temukan ibu anak-anak itu" (Jae In gak mau kelihatan ada hubungan pribadi ma Do Hyuk)
"aku tahu, pagi-pagi jangan terlalu cerewet" Do Hyuk menirukan kata-kata keponakannya, lalu pergi dengan motornya.

Melihat Do Hyuk pergi, Jae In bertanya pada Hae Sung "apa maksud perkataan Do Hyuk tadi?cara licik seperti apa?"
sempat kaget, Hae Sung hanya menjawab "entahlah, sepertinya ada yang tidak puas saat sekolah dulu"
"benar juga. itu kan sudah lewat begitu lama....tapi kalau orang itu, aku rasa tidak ada yang tidak mungkin"


Memacu motornya dengan kencang menyusul teman-temannya, do Hyuk terus berfikir "kau kira kau bisa menang dariku?"

Di tempat peristirahatan di tengah perjalanan, Yong Deok terlihat serius membaca buku "Aku juga bisa menjadi reporter dalam 1 minggu".
Ga Yeon dan Joon Hyun yang asyik memilih-milih makanan dikagetkan oleh suara gebrakan meja Do Hyuk "Daese Ilbo, kau kira aku tidak bisa menang?" kata Do Hyuk dengan wajah penuh emosi.
Do Hyuk yang masih emosi dengan keras juga mengingatkan teman-temannya untuk jangan sampai terbongkar resume palsunya.
"asal kau tenang saja" Ga Yeon mencoba menenangkan Do HYuk yang terlalu keras bicara, padahal Yong Deok duduk tidak jauh dari mereka.


Memakai seragam yang dibagikan Sang Chul, mereka berbaris sambil masih terus bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan.
"Selamat mengikuti pelatihan, aku adalah pengajar Bong Sang Chul, beri tepuk tangan!!!" yang langsung disambut tepukan meriah.
Memerintahkan para staf untuk Push Up, Do Hyuk malah membuat Chang Sul harus mendemontrasikannya. Contoh dari Sang Chul begitu kacau yang membuat Yong Deok marah dan memukul bahkan menendangnya.
Do Hyuk mendekati Sang Chul yang masih terduduk dan kelihatan kesakitan "adik, kau tidak apa-apa?"
"itu karena tenaga kakinya sudah melemah,... kalau dulu, aku pasti sudah mati" dan para staf langsung takut untuk tidak menganggap latihan hari itu tidak serius.

latihan yang Aneh:
mereka harus memanjat pohon, dan itu adalah interpretasi dari "Wartawan haruslah sabar, baru bisa mendapatkan berita yang eksklusif" ( emang ada hubungannya sabar ma manjat pohon? haha)

"Harus berlari untuk mengejar berita"... diartikan benar-benar berlari dengan membawa tas penuh beban dipunggung.

"Harus ada keyakinan dan semangat untuk mendapatkan berita"... badan masuk kelingkaran ban yang diikat tali yang ujungnya dipegang sang Chul, sambil terus berusaha menangkap ayam!! (what??)


Di kantornya Hae Sung melihat foto-foto latihan para staf Yong Deok Ilbo yang diberikan Gong Chil Sung (ingat anak buah Yong Deok yang dipukul pake asbak? ini orangnya). Chil Sung yang kini menjadi bos gangster baru mengingatkan agar Hae Sung jangan meremehkan Yong Deok Ilbo hanya karena isinya mantan gangster dan repoter tidak terkenal.
"Semua stafnya mantan Monday seoul....... kalau kau memandang rendah mereka, kau pasti akan menyesal."
Hae Sung tersenyum sinis "menurut logika, tidak akan mudah untuk berhasil"
Merasa Hae Sung meremehkan sarannya, Chil Sung lalu mulai menyinggung Direktur Choi, putrinya, dan rencana pernikahan Hae Sung dengan putri direktur Choi.
Merasa Chil Sung terlalu ikut campur urusan Dae Se, Hae Sung balik mengingatkan Chil Sung "Tuan Gong, tidak perduli apa yang kau lakukan, jangan meninggalkan bukti. Sekarang bukan jamannya menyelesaikan masalah dengan kekerasan" .

Sepeninggal Hae Sung, Chil Sung mengamati foto Yong Deok dan Do Hyuk. Ia minta anak buahnya terus mengawasi Do Hyuk.


"ternyata aku juga punya wajah seganteng ini" kata polisi Kyung Man mengamati wajahnya dicermin. Polisi Joong Il hanya tertawa pendek "kau ini sebenarnya kenapa? mau pergi mencari jodoh?"
Kyung Man mengiyakan ia bercerita akan mencari wanita single dan ia pria yang layak untuk itu. Pembicaraan terhenti ketika Jae In masuk dan menanyakan hubungannya dengan Do Hyuk.
Ia lalu memperlihatkan surat pinjaman dengan penjamin Do Hyuk dan heran jika Kyung Man yang katanya teman dekat tidak mengetahuinya.
Mengetahui dimana Taxi yang membawa penagih hutang (yang tempo hari berhasil kabur darinya) menurunkan mereka, Jae In meminta Kyung man bersiap-siap. Sempat menolak dengan alasan sudah ada janji (Kyung Man dah dandan rapi) dan menanyakan Jae In yang sekarang seolah peduli Do Hyuk, benar-benar membuat Jae In gusar dan balik mempertanyakan status mereka yang anggota polisi.
Kaget dengan reaksi Jae In, seisi kantor mulai ramai, bahkan Kyung Man meminta rekannya untuk menandai hari itu dikalender.


Pelatihan berlanjut ke kebun apel.
Setelah diceritakan Pemilik kebun itu adalah mantan teman satu sel Yong Deok yang dimintanya untuk tidak lagi mengayunkan pisau kearah orang baik, para staf langsung ketakutan memegang dada mereka dan langsung bersemangat memetik apel. (sebelumnya sempat merasa malas karena memetik apel dianggap tidak ada hubungannya dengan pelatihan mereka).
Malamnya, setelah melewati hari yang melelahkan mereka duduk bersama membicarakan konsep koran Yong Deok, tapi ide yang keluar tidak bermutu (dengan Do Hyuk yang coba menutupi kekurangan teman-temannya disana-sini).

Di kantor Dase, Hae Sung terlihat sibuk dengan deadline, ia menyempatkan diri mengirim pesan mengingatkan makan malam kepada Jae In. Jae In yang sedang mengintai di sekitar markas rentenir bersama polisi Kyung Man dan Jong Il tersenyum senang menerima pesan dari Hae Sung dan langsung membalasnya.

Begitu pentolan rentenir datang, Jae In langsung menyergap markas mereka. "Kami polisi!!"
Jae In begitu sigap dan cekatan menaklukan para komplotan rentenir, bahkan Kyung Man dan Jong Il sempat terpana melihat Jae In yang terlihat begitu perkasa melumpuhkan si pentolan.


Terbangun hendak ke kamar mandi, Sol bertemu Jae In yang baru datang "kau pulang lebih awal?" tanya Sol (jelas ini mah menyindir)
"apa aku pergi utuk main?" jawab Jae In kesal
"kalau itu, aku tidak tahu"
"semua ini harus salahkan kau, ibumu, dan pamanmu"
" manusia memang seperti itu, kalau baik ia akan mengatakan itu jasanya. kalau tidak, ia akan menyalahkan orang lain" Jawab sol sebelum ia masuk ke KM (ckckck anak ini terlalu tangguh buat Jae In, hehe).

Ibu jae In yang tidur disofa terbangun. Sol yang sudah keluar dari kamar mandi melihat keakraban mereka dengan ekspresi sedih dan iri (?!). Sebelum kembali kekamar, ekspresi Sol ini sempat terlihat Jae In.


Berusaha mencari sinyal, Do Hyuk keluar dari tempat mereka menginap dan menemukan direktur Yong Deok sedang duduk sendirian.
"Kau masih muda, banyak hal yang masih bisa kau lakukan. Kenapa harus wartawan?" tanya Yong Deok
"ayahku dulu juga adalah wartawan" jawab Do Hyuk
Waktu ditanya lagi apa hanya karena ayahnya wartawan Do Hyuk lalu bercerita dulu ada seorang ibu tua yang datang keayahnya untuk berterimakasih karena artikel ayahnya telah membuat keluarga ibu tua itu terbebas dari tuduhan palsu. "di saat itu aku memutuskan untuk menjadi wartawan seperti ayahku. aku berharap jadi wartawan dan memberi harapan bagi orang-orang seperti itu.... apakah terdengar kekanakan?"
"waktu dipenjara, aku pernah membaca sedikit buku... kau tahu Kaisar ketiga (Dinasti Joseon) itu siapa?"
"Tae Jong?
"Benar, dia demi memecahkan kesalahpahaman diantara rakyatnya, ia menempatkan satu drum (untuk interogasi?--gak ngerti niy) didepan istananya."
"jadi kau ingin membuat koran seperti itu?" Do Hyuk tersenyum senang karena visi misi mereka dalam membangun koran sejalan.


Di Gedung Daese seorang anak muda melakukan protes pada pengembangan yang perusahaan itu lakukan. Masyarakat dilingkungannya dijanjikan kompensasi yang tidak sesuai harapan, yang membuat ayahnya bunuh diri.
Hae Sung melihat pemuda itu sekilas, membiarkannya saja dan pergi.

Di sebuah panti jompo, Direktur Choi dan putrinya Ho Kyung sedang mengadakan acara " Berbagi Cinta Daese Ilbo". Mereka bernyanyi bersama, menyuapi para penghuni panti bahkan memandikannya, yang tentu saja tidak luput dari publikasi.
Selesai acara, Direktur Choi makan malam bersama putrinya dan Hae Sung. Ternyata putrinya ingin agar Direktur Choi menanyakan kapan rencana Hae Sung melamar Ho Kyung. Terlihat Hae Sung enggan untuk segera menikah.

Pulang kerumah, Hae Sung menyalakan komputernya dan melihat-lihat foto2 Jae In. Ia ingat ketika itu Jae In terlihat grogi karena baru pertama kali diwawancara, padahal untuk Hae Sung itu juga adalah wawancara pertamanya.
Hae Sung tersenyum bahagia mengingat hari itu.


Do Hyuk menunggu Jae In pulang dengan sekantung apel ditangannya. Jae In datang mengabaikan Do Hyuk yang ramah menyapa dan malah memarahinya "Kau bisa tenang meninggalkan anak-anak pada orang lain? menelponpun tidak"
Do Hyuk menggoda Jae In dengan mengatakan Jae In pasti kurang tidur karena lingkaran matanya menghitam. Jae In menjawab itu karena ia berusaha memecahkan kasus kakaknya Do Hyuk dan ingin segera menemukannya.
"ayahku meninggal waktu aku kecil, tapi aku masih punya ibu. Sekarang mereka butuh perlindungan, Jung juga terlihat tidak suka bicara" Kata Jae In menekankan perlunya sesegera mungkin menemukan kakaknya Do Hyuk. Do Hyuk mendapatkan ide untuk itu.


Duduk bersama berempat, Do Hyuk, Jae In, Sol dan Jung hanya menatap ngeri pada kue yang disajikan ibunya Jae In. Do Hyuk mulai menjalankan aksinya, ia mengatakan karena baru saja bergabung dengan sebuah perusahaan koran baru, ia akan sering bepergian lama. Bahkan dalam waktu dekat ia berencana pergi 1 bulan dan terpaksa harus menitipkan mereka di rumah Jae In. "kalian sangat senang dengan kue ini bukan?" tanya Do Hyuk sambil mengacungkan kue ditangannya. Sol dan Jung menatap ngeri.
"aku tahu ibu ada dimana" akhirnya Sol buka mulut. menurut Sol ibunya pergi mencari orang yang sudah menipu uangnya.

Mendapat informasi penipu ibunya adalah seorang paman penari Ballroom, Do Hyuk dan Jae In menyamar menjadi penari Ballroom. Mengetahui yang bisa masuk hanya anggota terdaftar, mereka menyamar sebagai Sylvester dan sofia (mencuri lihat dari daftar tag nama). Sepakat untuk tidak saling mengenal, mereka langsung menarik perhatian orang-orang disana (om om ma tante-tante). Melihat Jae In yang sedang "dipaksa" untuk jadi teman dansa om om, do Hyuk langsung menarik Jae In dan mengatakan bahwa mereka datang bersama dan mereka pasangan.

Berdua berdansa dengan mata yang terus mencari, Jae In dan do Hyuk akhirnya menemukan Do Hee. Jae In yang akan menangani Do hee, sementara Do Hyuk yang tahu pasti kakaknya akan kabur, menunggu di pintu keluar.
sesuai dugaan, Do Hee mencoba kabur, tetapi Do Hyuk sudah menunggunya di pintu.

Do Hee ikut pulang kerumah Do Hyuk. Sepanjang perjalanan Jae In terus memberitahu langkah-langkah yang harus Do Hee jalani, termasuk membayar hutang beserta bunganya (tarif resmi) kepada para rentenir.

Anak-anak telah menunggu, melihat ibunya Jung langsung sumringah dan berlari memeluk Do Hee. Namun Sol terlihat tidak antusias, ia mendekati Jae In dan membungkuk berterimakasih (karena dah bawa ibunya pulang? mungkin). Jae In sempat terkejut, tapi kemudian terlihat senyum dibibirnya. (gencatan senjata kah?).


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Jae In yang dalam perjalanan pulang melihat Do Hyuk mengikutinya dari belakang.
"seorang wanita pulang malam sendirian pasti berbahaya"
"maksudmu aku?" tanya Jae In (haha, Do Hyuk malu sendiri, Jae In kan malah lebih jago berantem daripada Do Hyuk)
"terima kasih, ini ikhlas..... Terima kasih telah menjaga keponakanku dan telah menangkap para lintah darat itu.....terima kasih juga untuk bantuanmu atas kakakku" (uhm, manis banget Do Hyuk ngomongnya).
"aku hanya melakukan yang seharusnya"
Do Hyuk pamit hendak pulang, namun Jae In kembali mengingatkan agar Do Hyuk berhati-hati terhadap Yong Deok."kau tahu dia masuk penjara karena apa? dan apa yang dilakukannya sebelum masuk penjara?" Jae In berusaha meyakinkan Do hyuk
Do Hyuk menjawab bahwa semua adalah masa lalu. 15 tahun dipenjara sudah cukup untuk bisa mengubah seseorang.
Jae In berkata semua demi kakak dan keponakan Do Hyuk, Jae In tidak ingin mereka terlibat hal yang buruk.
Do Hyuk merasa selama ini Jae In salah faham terhadapnya, semua tuduhan seperti merekayasa berita dsb, suatu saat Jae In akan tahu dia orang yang seperti apa.
Tiba-tiba datang He Sung, Do Hyuk yang merasa terganggu sempat menuduhnya penguntit. Tapi melihat wajah Jae In, Do Hyuk mengerti bahwa mereka berkencan, ia pun segera pulang.


Jae In dan Hae Sung berbincang di Taman. Hae sung berkata ia hanya ingin bertemu Jae In saja. Ia lalu juga bilang bahwa ia masih menyimpan foto Jae In pada saat wawancara dulu, sehingga ia sering memikirkan Jae In dan ingin bertemu.
Di tempat tidurnya, Do Hyuk gelisah tidak bisa tidur (ehm, mikirin Jae in pa mikirin kakaknya ya?!)


Esoknya dikantor Yong Deok Ilbo, para staf memberi masukan yang tidak bermutu untuk isi edisi pertama mereka, sementara Do hyuk mengaku belum menyiapkan apapun karena kemarin sibuk mengurusi kakaknya. Yong Deok yang kecewa mengatakan agar mereka pelan-pelan saja, karena gaji baru akan dimulai setelah mereka ada ide untuk artikel edisi perdana, para staf langsung lemas.
Sebelum pergi, Yong Deok menyatakan ketertarikannya atas kasus yang sedang dialami Daese, apalagi sampai ada yang bunuh diri karenanya. ia ingin agar masalah itu di selidiki, dan ia menyerahkan tugasnya kepada Do Hyuk.
Di Daese, Hae Sung juga ingin meliput berita yang sama.


Do Hyuk bersama Joon Hyun, mendatangi kediaman remaja yang protes kemarin. Remaja itu sambil meneteskan air mata berkata ia hanya ingin masyarakat peduli terhadap apa yang terjadi. Ketika si remaja menjawab tidak punya semangat untuk sekolah, Do Hyuk mengingatkan tentang harapan alm ayahnya.
Do Hyuk hendak pulang ketika ia melihat Hae Sung dan rekannya, ia pun menyapanya. Hae Sung akan pergi ketika Do Hyuk tiba-tiba berkata "Koran Daese sangat mengerikan. Sudah ada yang mati pun matanya tidak berkedip"
Hae Sung tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan berlalu.


Di kantor, Ga Yeon dan Joon Hyung tidak melakukan apapun, sementara Do Hyuk terlihat sibuk menyusun berita.
Ga Yeon menganggap Do Hyuk itu hebat, ia sering melakukan wawancara, paman polisi saja (Kyung Man) bersedia menjadi informannya, belum lagi bos klub malam (madam P).

Mendengar ucapan Ga Yeon, Do Hyuk jadi teringat madam p, ia lalu mendatangi Klub, mencarinya. Dari informasi pegawai disana, semenjak dia menghilang dulu belum pernah ada kabar darinya, ponselnya pun tidak pernah aktif lagi.

Mendapatkan alamat dari pegawai tadi, Do Hyuk langsung mendatangi apartemen madam P dengan menyamar sebagai petugas hantaran. Di depan pintu ia melihat koran-koran menumpuk, begitu juga di kotak surat (surat-suratnya langsung diambil Do Hyuk). Dari petugas keamanan, Do Hyuk tahu madam P lama tidak terlihat pulang.
Gerak-gerik Do Hyuk diawasi anak buah Gong Chil sung yang selalu update memberikan laporannya.


Do Hyuk kekantor polisi, menyapa teman-temannya yang menanyakan Do Hyuk yang jarang terlihat. Mereka memberitahu kasus kakaknya dengan lintah darat sudah selesai. Do Hyuk berterima kasih, tapi ia datang karena hal lain, ingin meminta bantuan mencarikan orang yang hilang. Kyung Man dan Joong Il yang melihat Jae In datang berusaha menolak, dan mengatakan pencarian bos Monday Seoul saja belum selesai, lagi pula mestinya Do Hyuk melapor ke bagian orang hilang.

Do Hyuk bilang, orang yang ingin ia cari adalah nyonya P, masa Kyung man tidak mau membantu padahalkan mereka pernah makan bersama. Kyung Man berusaha menutup mulut Do Hyuk, dibelakang Do Hyuk Jae In mendelik. (haha, gini ya kalo ketahuan boss).
Do Hyuk lalu bercerita beberapa saat sebelum madam P menghilang, ia melihat mobil hitam yang selalu terlihat parkir disana (lengkap dengan nomornya lho), dan ia meminta untuk diperbolehkan melihat rekaman CCTV.
"siapa yang memberi ijin melihat CCTV?" sembur Ja In marah.
Do Hyuk lalu mendekati Jae In dan berusaha untuk meminta bantuan. Do Hyuk juga bilang setelah mengunjungi rumah madam P,instingnya mengatakan ada sesuatu yang terjadi.
"insting?" tanya Jae In "mau pakai instingku?" katanya melanjutkan"bukannya orang kaya itu pindah-pindah rumah adalah hal yang biasa?"
"jadi?" tanya Do Hyuk
"tak ada yang tahu dia hilang atau sengaja bersembunyi. kalau kau bukan kerabatnya atau penjaganya, jangan buru-buru unjuk gigi....ku katakan sekali lagi, ini bukan tempat untuk orang yang tidak punya kerjaan" jawab Jae In ketus
"Itu berarti satu wanita bar menghilang, bukan masalah besar? Polisi apaan yang menganggap tidak usah menghiraukan satu orang yang hilang?" suara Do Hyuk meninggi"baiklah, sudahlah kalau memang tidak mau bantu"katanya dengan suara biasa hendak pergi. Belum samapai pintu tiba-tiba Do hyuk berbalik " tapi diantara kita bukannya sangat keterlaluan?"
"diantara kita? memangnya apa hubungan kita?"
apakah perlu aku katakan lagi? pertama bertemu sudah berciuman (CPR dipanggung), dan bukannya semalam kita menari dengan panas?" do Hyuk bergoyang-goyang mempraktekkan tariannya.
Jae In marah besar dan menggebrak mejanya, Do Hyuk langsung kabur, sementara anggota polisi yang lain memandang Jae In dengan beragam arti.


Kesal, do Hyuk akan menampilkan berita "Petugas J dari kepolisian daerah K pilih-pilih kasus" untuk menyindir Jae In.
Man Soo menangani pencarian anjing hilang milik seorang nenek tua, bahkan Joon Hyun menangani kasus sepatu yang keduanya bagian kanan.

"Aku Cho Yong Deok dan para wartawan dari Yongdeok Ilbo, orang yang hidup dalam tuduhan, dan tidak bisa membersihkan fitnahan, kami akan bantu kalian sampai akhir....pasti ada hari dimana tidak ada fitnah dansemua orang tersenyum senang, dengan hati hangat............berperang tanpa senjata di hari tua adalah tidak mudah ....namun tetap berharap bisa mendapat sambutan dari kalian....Direktur Yongdeok Ilbo, Cho Yong Deok "
"Yongdeok Ilbo...SEMANGAT!!!!"


Akhirnya Yong Deok Ilbo terbit juga, reaksi bermacam-macam dari orang-orang yang terkait. Jae In yang marah besar karena dituduh polisi yang pilih-pilih kasus, Chil Sung yang tambah gregetan karena kasus madam P, hingga Hae sung yangmerasa diserang dengan pemberitaan remaja yang berdemo tempo hari.

Dengan langkah pasti dan percaya diri, Do Hyuk membawa setumpuk koran edisi perdana ke Gedung Daese.


source: sebagian foto dari dramabeans

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...