Selasa, 31 Januari 2012

[Sinopsis] The City Hall -- Episode 16 part 1

Masuknya Jung Do dan Soo In secara tiba-tiba ke kantornya Jo Gook, otomatis membuat Jo Gook dan Mi Rae pura-pura sibuk…. 
Di tempat terpisah, keduanya mendapat laporan yang sama-sama tak menyenangkan. Mi Rae menerima laporan dari Jung Do soal ditolaknya semua proposal proyek dan anggaran dana mereka. Sedang Soo In melaporkan soal akan di publikasikannya foto Jo Gook bersama Mi Rae di hotel tempo hari.

Jo Gook segera bertindak sebisanya. Ia minta Soo In menghubungi pengacaranya juga menyiapkan konferensi pers, lalu mencegat mobil dinas Mi Rae. Jo Gook bicara empat mata dengan Jung Do sementara Mi Rae di kirim ke balaikota dengan taxi.
Jo Gook dengan jujur menceritakan persoalan yang dia hadapi yang bisa menyeret Mi Rae bersamanya. Ia minta Jung Do membantunya, membantu mengatakan pada pers bahwa saat itu Jung Do ada bersama Mi Rae dan Jo Gook. Keduanya tak sengaja bertemu dan memanfaatkan kesempatan itu untuk minum the bersama. Jung Do saat itu tidak terlihat oleh wartawan karena ia sedang melakukan panggilan telepon di ruangan lain.
“apa betul itu hanya salah faham??” tanya Jung Do ingin tahu apakah rekayasa cerita itu hanya keikutsertaan dirinya atau keseluruhan cerita merupakan rekayasa.
“tidak”
“apa kau berencana untuk tetap menemuinya setelah kejadian ini?”
“ya”
“Apa Walikota juga berpikiran sama?”
“kuharap ia juga sama” jawab Jo Gook pasrah. Jo Gook mengaku ingin membereskannya sendiri, tapi ia khawatir jika hubungannya dengan Mi Rae menciptakan cap masyarakat bahwa Mr adalah walikota boneka yng ia kontrol.
Jung Do menyindir Jo Gook yang tertangkap basah padahal seharusnya tidak jika ia berhati-hati.

Ketua Dewan memarahi anggotanya yang bisa-bisanya menolak proposal yang walikota Shin Mi Rae ajukan. Sudah bisa di tebak, biang keladinya adalah Joo Hwa.
Jung Do sengaja membuat Mi rae sedang sibuk dalam seminar pekerja wanita, sementara ia mewakili Mi Rae menjawab para wartawan di halaman balaikota. Jung Do tak ingin Mi Rae tahu kalau ia berbohong demi melindungi Mi Rae dan Jo Gook. Ia menjawab diplomatis setiap pertanyaan, juga meyakinkan wartawan kalau di kamar hotel itu ada dirinya juga Ha Soo In. 
Diam-diam ternyata Mi Rae mendengarnya. Mi rae yang bersembunyi di balik salah satu kolom terlihat sedih.
Setelah tadi Jung Do membantu atasannya, giliran Soo In membantu Jo Gook. Soo In sengaja memanggil Go Hae dalam acara konpresnya Jo Gook. Jo Gook yang sempat terkejut mencoba tenang.
Kehadiran Go Hae, plus keterangan Jo Gook membersihkan masalah gosip di koran, tapi tidak pada hubungan segitiga Go Hae - Jo Gook – Mi Rae. Kecondongan hati Jo Gook pada Mi Rae plus tampang Jo gook yang terus cemberut membuat Go Hae tidak terima.
Go Hae menyindir, “Pergi berjalan-jalan sangat menyenangkan karena ada rumah untuk kembali. Kau telah cukup lama berjalan-jalan, bukankah sudah waktunya untuk pulang?”
“Benar aku sedang berjalan-jalan. Benar bahwa aku juga bahagia dalam perjalanan itu. Tapi orang yang menemaniku berjalan-jalan bukanlah dirimu itu juga benar. Aku ingin menjadi presiden, dan aku butuh kau untuk itu, itu juga benar.”

Keduanya memang saling membutuhkan, keduanya tahu itu. Tapi dalam hal ini Jo Gook memberi kesempatan pada Go Hae yang memutuskan hubungan mereka terlebih dulu. Jika Go Hae menolaknya, Jo Gook memberi pilihan lain. Go Hae tetap di sampingnya dengan syarat Go Hae bersabar seperti Hillary Clinton dan ayahnya tak bekerja sama lagi untuk mendukung BB sebagai presiden melainkan mendukung Jo Gook….. WOW…
Gagal mendapatkan Jo Gook dan gagal menjegal Mi Rae lewat insiden foto, Go Hae mencari jalan lewat Joo Hwa!!.

Paginya, Mi Rae tertegun membaca headline di koran, ‘Tak ada hubungan pribadi dengan Walikota Shin, Tunangan yang cantik muncul’ dengan foto Go Hae menggamit lengan jo Gook.
Kegalauan cinta, tak mempengaruhi semangat Mi Rae. Tak mendapatkan dana dari Kota, Mi Rae bertekad mendapatkannya dari Provinsi. Tapi sekian lama ia dan Jung Do menunggu mereka tetap terabaikan. Tik tok tik tok………
Akhirnya titik terang muncul, manager Hwang salah satu pekerja kantor provinsi mengenal Jung Do. Lewat manager Hwanglah akhirnya mereka tahu ‘seseorang’ yang sangat berkuasa telah mengatur agar kota Inju tak mendapat bantuan dana sedikitpun. Ingatan Mi Rae dan Jung Do melayang pada ancaman BB tempo hari (episode 15 part1).
Dengan marah Jung Do mendatangi kantor Jo Gook dan menarik kerahnya. “Kini aku tahu pasti… Walikota Shin adalah bonekamu dan kau adalah bonekanya BB…. Adalah kesalahanku karena tak bisa menghentikan Dewan Min (Joo Hwa) memblokir dana Kota, tapi tak mendapatkan dana dari propinsi adalah kesalahanmu!!”
Jung Do yang marah ingin tahu apa hubungan BB dengan Jo Gook yang kini menjadikan Mi Rae sebagai bahan taruhan. Jo Gook melepaskan diri dari Jung Do, ia minta kejelasan kata-kata Jung Do soal penolakan kantor propinsi.

Jo Gook tahu ia harus bertanya pada gubernur Yoon, ia bergegas keluar sambil menelpon gubernur Yoon dan malah mendengar gubernur Yoon sedang menghadiri peresmian partainya BB.
Jo Gook tak mempercayai apa yang dilihatnya. Tampak Go Hae berdiri dibelakang Bb yang sedang mengibarkan bendera partai barunya. 
Pertanyaan beruntun dari para wartawan yang melihat kehadiran Jo Gook di acara itu. Bb tampak kaget tapi ia berusaha menguasai keadaan dengan mendekati Jo Gook dan menepuk pundaknya.
BB mengaku memang berniat tak memberitahu Jo Gook soal peresmian partai barunya itu, jadi ia kaget juga melihat Jo Gook hadir disana. Tapi kini setelah Jo Gook tahu, ia minta Jo Gook segera bergabung dengannya.
Jo Gook dengan dingin menjawab ia akan memikirkannya jika BB menghentikan pemblokiran dana propinsi untuk Inju. BB tak menolak, tapi ia minta satu syarat tambahan. Jo Gook harus membantu presiden Go (ayahnya Go Hae) membangun pabriknya di Inju. Pabrik yang takkan mungkin bisa di bangun di kota besar yang maju. Jo Gook terkesiap, jadi inilah pertukaran dana kampanye presiden untuk BB.
Keterkejutan Jo Gook belum selesai, Go Hae menunggunya dengan senyum manis di samping mobilnya. Go Hae bertekad akan terus mendukung BB tapi juga takkan melepas Jo Gook…
Sebuah suara mengagetkan Mi Rae yang sedang mencuci sepatu. Suara Jo Gook. Kini mereka duduk di bale dekat jemuran. 
Jo Gook tersenyum melihat Mi Rae yang terlihat lelah hatinya. Mi rae mengakui kalau kini ia menyalahkan seseorang untuk penolakan dana kantor propinsi. Kalau kini ia kecewa pada seorang politisi sejati yang dulu terlihat memperjuangkan keadilan. “Big brother apaan? Harusnya dia dipanggil Bad Brother”
“boleh aku minta sesuatu?”
“apa?”
“kuharap kau tak membencinya sedalam itu” Jo Gook lalu menceritakan soal BB. BB yang menaruh harapan besar padanya, begitu juga sebaliknya. Lalu soal perbedaan pandangan yang membuat mereka bersebrangan. Termasuk penentangannya pada pilihan cinta Jo Gook. Jo Gook yakin suatu saat nanti BB akan melunak, bagaimanapun takkan ada orang tua yang ingin menyakiti anaknya.
Mi Rae kaget, “mungkinkah…..??”
“Ya, ia adalah ayahku” ..

*^^*

3 komentar:

cha_sya mengatakan...

menurut aku...miss u ai ^^.......
kemana aja baru nongol dari dunia maya.....

mampir kesini terus nengok2 siapa tau kamu rinduin blognya he he.....
fighting ai :)

Anonim mengatakan...

Wahh, sinops nya masih fresh beberapa jam LaLu.. :D
Kepikiran mau baca Lanjutan City HaLL, eh, ada yg baru, terima kasih.. :)

Indah

ai mengatakan...

@Cha_Sya, miss u too...lama gbs OL setiap hari kayak dulu... aku punya beberapa postingan terjadwal, jadi kalo nongol postingan akunya ga ada ya itu karena pas muncul posting akunya gak pas OL, hehe

@indah, sama2... tunggu semingguan lagi ada part2 ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...