Selasa, 30 November 2010

Witch Yoo Hee -- rekap episode 16 part 1

buat yang dah nunggu lama, maaf ya baru bisa ngepost sekarang, tapi ini juga separo dulu..... listrik lagi gak stabil, jadi gak berani lama2 nyalain PC.......

Moo Ryong menerima telpon dari Joon Ha dan menerima kabar kalau perusahan Yoo Hee bangkrut, Joon Ha juga mengingatkan Presdir Ma akan melakukan apapun untuk melindungi putrinya. "karena kau Yoo Hee kehilangan segalanya",  jadi sebelum semuanya bertambah parah ia minta agar Moo Ryong meninggalkannya.
Moo Ryong mendatangi apartemen Yoo Hee, yang terlihat enggan membiarkannya masuk dan melihat setiap tanda sita di barang2nya. 
Namun Moo ryong tetap memaksa masuk, ia melihat seluruh tanda sita, kekhawatirannya pada Yoo Hee malah keluar dalam bentuk marah, "bagimu aku ini apa? aku siapa? kenapa aku harus dengar dari orang lain?"
Yoo Hee membela diri dengan tidak kalah galak, menurutnya walaupun Moo Ryong tahu, Moo ryong takkan bisa membantunya.
"Setidaknya kita menghadapinya bersama2" Moo ryong melunak
"Bersama? kita begini (mendapat kesulitan dari presdir Ma) karena kita bersama, jadi pergi saja.... pergi sana belajar ke luar negri!!" Pinta Yoo Hee menahan sedih.
"apa kau sungguh2?" tanya Moo Ryong tidak mempercayai pendengarannya
"pergilah!" jawab Yoo Hee yakin, padahal hatinya serasa hancur....
 
Moo Ryong pergi dengan hati berat, di balik pintu Yoo Hee menangis karena telah menyakiti mereka berdua dengan kebohongannya

Sementara itu, Presdir Ma sangat senang saat mendengar laporan Moo ryong telah pergi.

Moo Ryong diantar ke bandara oleh keluarganya, minus sang ayah.  
Melihat Moo Ryong pernah membohongi mereka tempo hari, kali ini semua benar2 mengantar Moo Ryong sampai pintu boarding, memastikan ia tidak lagi membatalkan kepergiannya.....Digambarkan akhirnya pesawat berangkat dan para anggota keluarga terlihat lega.


Yoo Hee membawa tasnya, ia memandang terakhir kali apartemennya dan bersiap akan keluar. Tiba2 pintu terbuka dan Moo Ryong masuk.
Walau sempat terkejut, tapi Yoo Hee sangat bahagia dan mereka berpelukan. bwahaha, gimana nanti reaksi keluarga Moo ryong, pas tau lagi2 Moo ryong kabur dari bandara?

Moo Ryong kembali pulang ke rumah, mengejutkan semua orang. Tapi itu belum seberapa, orang rumah bahkan lebih shock saat dari belakang Moo Ryong muncul Yoo hee membawa koper.
Ibu yang pada dasarnya sangat tidak suka pada Yoo Hee, menimpakan semua kesalahan (Moo Ryong lagi2 batal ke Luar negri) pada Yoo Hee, ayah Moo Ryong mencoba menenangkannya.

Pak Lee saat itu berkunjung dan ia kaget saat melihat Moo Ryong dan Yoo Hee bersama. Ia langsung mencari tempat aman untuk menelpon presdir Ma (=melapor), sementara Yoo Hee dan Moo Ryong di “sidang”. 

Setelah mendapat laporan, presdir Ma langsung menelpon Joon Ha.

“jadi apa rencanamu? cepat katakan!” Tanya ibu membentak, “kau mau melihatku mati disini? cepat jawab!” ibu makin tidak sabar pada Moo Ryong.
“Yoo Hee akan tinggal disini sementara. Karena aku Yoo Hee jadi tak punya tempat tinggal” Moo ryong mencoba menjelaskan.

Joon Ha segera menemui Seung Mi, ia mencoba membujuk Seung Mi agar mau bekerja sama dengannya, tapi tak mendapat respon. “kau ingin membiarkan mereka berdua saja? Moo Ryong tak jadi ke Paris karena Yoo Hee”
 
“lalu apa yang harus aku lakukan?” Seung Mi balik bertanya, ia sepertinya sudah tak merasa terbebani lagi dan sudah merelakan cintanya pergi.
“kita bisa memisahkan mereka” kata Joon Ha masih mencoba membujuk
“memisahkan?”
“kenapa? kau sudah tidak percaya diri lagi?” ada sedikit nada ejekan dalam kata2 Joon Ha.
“sepertinya kau tak sadar dimana posisimu….aku tidak perlu mendengarkanmu… permisi” jawaban Seung Mi jelas bahwa dia menolak untuk bekerjasama, membuat Joon Ha kesal. wkwkwk, keprok2 buat Seung Mi.

Ayah Moo Ryong mencoba bijaksana, ia selaku orangtua mencoba memahami Yoo Hee dan Moo Ryong, “kalau itu yang kalian rasakan, aku tidak bisa berbuat apa2”. Ayah menyuruh Song Hwa mengajak ibunya beristirahat, sementara ia memberi kode agar Moo ryong melunak pada ibunya (baca= pura2 melunak).
Moo Ryong mengerti, ia segera menjalankan aksinya, ia mengangkat koper dan mengajak Yoo Hee pergi, "kurasa sekarang kita sebaiknya pergi, dan menemukan tempat untuk tidur di jalanan."
Mendengar itu, ibu merasa tergugah, ia segera menahan Moo ryong. Dengan alasan tadi ia hanya menyangka Moo ryong dan Yoo Hee terlalu melebih-lebihkan. Menurut ibu, ia akan lebih lunak jika saja tahu dari awal bahwa keduanya tidak punya tempat tujuan kecuali Jalanan. hehehe, ayah Moo ryong keren, ia tahu betul bagaimana sifat istrinya dan bagaimana mengatasinya tanpa menambah konflik.
Dan akhirnya malam itu, ibu tidur bertiga dengan para calon mantunya. kasihan Yoo Hee, pacarnya Song Hwa tidurnya mirip Yong Ha (Skk), kesana kemari gak mau diem, ckckck.

Paginya, presdir Ma mendatangi rumah Moo Ryong, ia langsung memperkenalkan dirinya, “aku ayahnya Yoo Hee”
“rubah itu….” ibu akan mengomel tapi ditahan oleh Ayah Moo Ryong., ia memberi kesempatan pada presdir Ma untuk mengutarakan maksud kedatangannya.
“ku dengar anakku sudah merepotkan kalian” ia memberi amplop, lalu melanjutkan lagi perkataannya ”akan kutambah, tapi tolong agar Moo Ryong menjauhi anakku.”
ibu kali ini tak bisa menahan emosi, “dengar, justru putrimu yang menempel pada putraku, aku yakin se….” tapi seperti biasa, ayah Moo Ryong kali ini kembali memotong ucapan istrinya.
 
(taraaaaaaaa, dua ayah saling berhadapan.)
“orang tua mana yang tega melihat anaknya diremehkan tanpa alasan.” pukas ayah menatap tajam pada presdir Ma, “Jangan meremehkan orang seperti itu. Pantas dia bilang dia tak punya tempat tinggal. Bukannya pergi ke rumah mewah ayahnya, malah memilih datang kemari” Ayah kemudian mengembalikan amplop yang sudah dipegang istrinya. SKAK!! weee, ayah hebaaaaat!!.

Yoo Hee sedang dikantornya, ia sedang menerima telpon. “ya, aku akan meminimalisir kerugian”. Ia lalu membereskan mejanya, dan sempat lama menatap papan namanya, sebelum akhirnya ia masukkan juga kewadah.

Joon Ha sedang mencari Yoo Hee sambil berusaha menelponnya, mereka berpapasan di loby gedung. Akhirnya mereka bicara empat mata di dalam mobil Joon Ha.
“apa yang harus kulakukan? aku hanya tak bisa diam melihatnya akan menghancurkanmu” Joon Ha masih mencoba mengambil hati Yoo hee. Yoo Hee yang merasa sudah cukup mendengarkan Joon Ha akan pergi, namun lengannya di tahan Joon Ha yang tetap bersikukuh bahwa ia mencintainya.
“kau mau apa? cinta? bukankah yang kau cintai itu uang? aku tak ingin melihat dirimu yang sebenarnya (=biarlah Joon Ha jadi kenangan cinta pertama yang indah saja), jangan muncul dihadapanku lagi!” jawan Yoo Hee tegas meninggalkan Joon Ha.

Moo ryong menelpon Yoo Hee, ia membeli sepasang cincin di sebuah toko perhiasan. Yoo Hee tersenyum memakai cincinnya, “sekarang kau tak bisa pergi lagi” kata Moo Ryong.
 
“kekanak-kanakan” jawab Yoo Hee masih dengan senyumnya yang terus mengembang.
Yoo hee terus mengabaikan telp dari Joon Ha.

Joon Ha masih terus memikirkan penolakan Yoo Hee, dan ia tidak berkonsentrasi di jalan.
 
dan mengalami kecelakaan………….

Yoo Hee sudah berbaring, malam itu ia kembali tidur bertiga didalam kamar Ibu. Ponselnya tiba2 berbunyi, ia berjingkat keluar kamar agar tidak mengganggu yang lain. “kenapa aku harus ke RS, apa hubungannya denganku? kau tidak akan kesana!” jawab Yoo Hee tegas dalam suara pelan.
Moo ryong rupanya mendengar Yoo Hee yang menerima telpon, ia mencoba berempati dan menyarankan agar Yoo Hee menjenguk Joon Ha.

Yoo Hee akhirnya mendatangi RS, ia masuk kekamar Joon Ha yang sedang tertidur, tidak berapa lama datang Presdir Ma, “kau datang?”
Yoo Hee menanyakan pada ayahnya tentang keadaan Joon Ha, “apa kepalanya terluka?”
Presdir Ma mengajak Yoo Hee berbicara di luar kamar, “kepalanya baik2 saja”

Yoo Hee terlihat lega, tapi ia terkejut saat ayahnya menambahkan, “tapi mungkin ia tak akan bisa memakai tangannya lagi. Bagi seorang dokter, tidak bisa memakai tangannya.........” perkataan presdir Ma gantung, ia mungkin membiarkan Yoo Hee mengambil kesimpulan sendiri.

Moo Ryong masih menunggu Yoo Hee di ruang tunggu, ia kemudian menerima sms dari Yoo Hee agar tidak menunggunya dan pulang lebih dulu. Moo Ryong mendatangi kamar Joon Ha (mungkin ingin tahu kenapa Yoo Hee tak mau ikut pulang bersamanya). 
Moo ryong perlahan membuka pintu, ia melihat Yoo Hee sedang menyelimuti Joon Ha. hwaaa, kasihan Moo ryong.

Moo Ryong pun kembali pulang ke rumah, tapi ia hanya mampu duduk dalam kegelapan. (mungkin tahu kemungkinan Yoo Hee akan merasa bersalah dan akhirnya memilih bersama Joon Ha?!)

Pagi tiba, Joon Ha mulai terbangun dan melihat Yoo Hee, ia berteriak agar Yoo Hee meninggalkannya, “apa aku terlihat menyedihkan di matamu?”
Joon Ha mengatakan tidak ingin belas kasihan, dan juga tidak ingin Yoon Hee kembali padanya hanya karena kecelakaan itu.

Yoo Hee minum sendirian, ia mengingat omongan presdir Ma tentang Joon Ha, ia juga melihat cincin dari Moo ryong yang melingkar di jarinya. Jelas terlihat diwajahnya ada beban rasa bersalah.



Ternyata ia sedang menunggu Moo ryong, tidak berapa lama datang Moo ryong. Yoo Hee mulai menceritakan keadaan Joon Ha, “mungkin ia tak bisa bekerja menjadi dokter lagi”
“kalau begitu kau harus ke RS lagi?” Tanya Moo ryong berusaha ceria, ia mencoba berbaik sangka bahwa Yoo Hee hanya akan merawat joon Ha sampai sembuh.
Mereka melanjutkan mengobrol ke tepi danau, Yoo Hee menawarkan untuk membelikannya es krim. Moo ryong lalu meminta agar ia saja yang membelikan, tapi Yoo Hee tetap keukeuh. “Ini karena aku takut kau tidak akan kembali." kata Moo Ryong. Tapi Yoo Hee terus meyakinkan ia akan membelinya sendiri, Moo Ryong sempat menahan Yoo Hee,
"Kau mencintaiku, kan?" tanyanya tanpa mendapat jawaban dari yoo Hee. Yoo Hee hanya diam dan pergi menuju tukang es krim. 
Moo Ryong duduk menunggu dengan gelisah. Sepertinya dugaan Moo ryong benar, ketakutannya bahwa Yoo Hee tidak akan kembali terbukti.
Seorang anak kecil menghampirinya, memberikan cup eskrim dan cincin Yoo Hee.

yoo Hee pergi naik taxi, ia terus menangisi keputusannya meninggalkan Moo ryong.

Di tepi danau, Moo ryong masih duduk di tempat yang sama, ia juga menangis sementara es krim terus meleleh membasahi tangannya.

Yoo Hee mengantar Joon Ha pulang, sebelumnya mereka menemui presdir Ma.
“karena tanganmu seperti itu, berhentilah dari RS” presdir Ma memberi saran pada Joon Ha
“aku berpikiran begitu, tapi aku mau lihat perkembangannya dulu” jawab Joon Ha berdiplomatis.

Moo Ryong duduk sambil melamun, ia tak menyadari keadaan sekitarnya. Bahkan ia sampai dipanggil berkali2 saat Johny datang ke restoran orang tua Moo ryong.
Johny datang untuk berpamitan, ia akan kembli ke New York. Ibu yang juga ikut mendengar, meminta agar johny membawa serta Moo ryong. “dia jadi seperti ini setelah putus dari Yoo Hee, aku jadi pusing” Ibu mencoba menjelaskan keadaan Moo ryong yang hilang semangat pada Johny.
Sepertinya Johny sependapat dengan ibu Moo ryong, “kau mau ikut aku ke New York?” wwwh, enaknya jadi orang punya bakat, lagi2 Moo ryong dapat kesempatan belajar masak di luar negri, kali ini belajar pada Johny.


cre: gambar dramabeans+hancinema

-be BeTTeR!!-

5 komentar:

Eka Srigunari mengatakan...

makasih sinopsisnya...ya...

ai mengatakan...

sama2 Eka :)

devi mengatakan...

makasih...wuih seneng bgt deh dah ada sinopsisnya, ditungguin banget part 2 nya ya....

dewi mengatakan...

Ai, thanks sinopsisnya ya?
Suka banget sama drama ini. Johny tambah cakep aja.
Tetep semangat buat part 2 nya!!

ai mengatakan...

@Devi dan Dewi..... 2 nya udah ada kok :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...