Senin, 18 Maret 2013

[Sinopsis] Hero Episode 7 Part 2/2

 Sinopsis Hero episode 7 Part 2/2
Sementara itu lagi-lagi Do Hyuk semalaman ngantor. Teman2nya akhirnya tak tega, mereka menawarkan bantuan untuk Do Hyuk, tapi bingung mau bantu apa. 
“Apa kalian lupa apa yang sudah kalian pelajari selama pelatihan?“ Tanya Young Deok, memberi saran.
“Wartawan yang menggunakan kaki mereka (=bertindak) adalah wartawan sejati”. Sang Chul menjabarkan maksud kalimat dari bossnya.


Mulailah penguntitan di lakukan. Di manapun dan kemanapun teman2 Do Hyuk terus memantau Presdir Choi. Naik gunung, ke sauna, di rumah makan, bahkan berpura2 jadi gelandanganpun mereka lakukan. Dari hasil penguntitan, di ketahui salah satu orang yang di temui Presdir choi adalah Anggota Kongres Park. 
Do Hyuk mengumpulkan informasi yang di dapat teman2nya, ia lalu mendatangi anggota kongres Park yang tempo hari pernah ia lihat sedang bersenang2 dengan wanita penghibur di tempat karaoke. 
Setelah memperkenalkan diri, Do Hyuk menunjukkan artikel yang pernah ia buat. “Setidaknya ada 2 orang yang tahu bahwa artikel ini otentik. Kau dan aku… Mungkin ada beberapa lagi. Kira2 siapa? wartawan DAESE Ilbo, Kang Hae Seong? Atau Presdir DAESE Group, Choi Il Doo?” 
Do Hyuk membeberkan soal tertutupinya skandal Kongres Park, apa imbalannya? membantu Choi Il Doo menjadi Presiden? 

Kongres park langsung menelpon Hae Sung, melaporkan dirinya yang di ikuti Do Hyuk. Hae Sung pun kini sudah keluar gedung, seseorang menyapanya, Do Hyuk. 
Sepertinya Do Hyuk memang sudah mengantisipasi respon Hae Sung. Yang bisa juga di artikan, ‘kecurigaannya soal hubungan khusus antara Kongres Park dan Daese, memang terbukti’. 
Do Hyuk mengomentari wajah Hae Sung yang tegang. “Kenapa wajahmu seperti itu?” 
“Ku bilang jangan melakukan apapun..” Sahut Hae Sung dingin. 
Pembicaraan terputus karena ada telpon untuk Do Hyuk. Telpon dari Jae In. Do Hyuk sengaja membocorkan isi percakapannya. “Apa yang bisa kulakukan? Aku berencana mengikutimu, tapi polisi bilang mereka menemukan seseorang yang tahu anak Nyonya Park. …. Ah! Mengapa aku begitu sibuk? … Aku pergi”. 
Do Hyuk ternyata ke kantor Jae In, di sana sudah ada seorang perempuan paruh baya. Perempuan itu mengaku sebagai pengasuh Choi Han Kyul anaknya Nyonya Park selama kurang lebih 7 tahun.

Mendengar soal Nyonya Park, juga putra Nyonya Park, Hae Sung memberanikan diri kembali bertanya pada Presdir Choi. Meluncurlah pengakuan dari Presdir Choi, soal Nyonya Park yang istri simpanan Presdir Choi, juga seorang anak lelaki yang merupakan buah cinta mereka.
Rupanya baru2 ini Nyonya Park menuntut lebih atas status putra mereka. Ia ingin Presdir Choi lebih memperhatikan putranya juga memasukkannya dalam kartu keluarga. Jika tidak, ia mengancam akan memberitahu semua orang. 

Dari bibi pengasuh, kita tahu kalau nyonya Park punya putra, dan ‘seseorang’ telah mengambil putranya itu. Berkali-kali Nyonya Park berusaha membawa putranya, tapi selalu gagal. 
Kembali ke Presdir Choi. Pertanyaan Hae Sung terjawab. Alasan kenapa Do Hyuk mencari Nyonya Park, adalah karena mereka kebetulan saling mengenal. Hae Sung menanyakan soal pria yang terekam kamera di klubnya nyonya Park. 

Kamera berpindah ke Chil Sung, tapi jelas di adegan kita lihat kalau Presdir menelpon Chil Sung untuk ‘melenyapkan’ pria yang terekam kamera itu. Err, apa ini ide Hae Sung???? 

Semua rahasia presdir Choi, hanya di ketahui tiga orang. Chil Sung, Hae Sung, dan Presdir Choi sendiri. Bahkan putrinya Presdir juga tak tahu apa-apa. 
Ternyata Nyonya Park di sekap di sebuah RS jiwa, dalam keadaan terikat. 
Setelah sibuk seharian mencari info soal keberadaan Nyonya Park, Jae In yang pulang di antar Do Hyuk kaget melihat Hae Sung menunggunya. Melihat Jae In bersama Do Hyuk, Hae Sung pergi tanpa sepatah kata. 
“Wartawan Kang” Panggil Jae In 
“Maafkan aku” Jawab Hae Sung lirih, ia lalu melanjutkan lagi jalannya. 
Jae In berniat mengejar, tapi Do Hyuk menahannya, “Kau mau ke mana?” 
“Dia sepertinya benar-benar mabuk”. Jawab Jae In khawatir
“So What? “ Seru Do Hyuk
Tapi Jae In tak menggubris Do Hyuk, ia tetap mengejar Hae Sung, “Apa kau baik-baik saja?”
“Aku jauh lebih baik sekarang setelah melihat wajah mu… Aku akan pergi”. 
“kau bisa pulang sendiri? “ 
“Berhentilah….” 
“Apa?” Jae In bingung
“Berhentilah mencari orang ... yang sedang kau cari..” 
“apa?” Jae In makin bingung
“Berbahaya… untuk kalian” 
“Siapa yang kau bicarakan? Mungkinkah yang kau bicarakan Nyonya Park Su Jeong?” Jae In mencoba mencari kesimpulan.
Do Hyuk tak tahan lagi, ia mendekati keduanya. Ia yang akan mengantar Hae Sung, sementara Jae In di suruh masuk. 

Esoknya sebuah mobil yang parkir hampir menyenggol gerombolan wartawan Yong Deok Ilbo, tak di sangka pengemudi itu adalah bossnya Monday Seoul = Bossnya Do Hyuk yang kabur begitu saja tanpa membayar mereka. 

Penyelidikan Jae In sampai pada satu kesimpulan, Do Hyuk tak pernah mengada-ada soal beritanya anggota Kongres Park Sang Hun di klub malam. Justru berita Hae Sung di Daese yang memutarbalikkan fakta. Di tambah lagi soal kedekatan anggota Kongres Park dan Choi il do. Plus Hae Sung yang bilang agar Jae In tak lagi mencari Nyonya Park karena berbahaya. Mungkinkah Jae In menyimpulkan dalang utamanya Choi il Do? 

Clue juga datang dari mantan Boss Monday seoul. Ternyata ia mengaku terpaksa kabur demi menghentikan Do Hyuk memuat berita Jo Young Deok. Dan orang yang mengancamnya dalaha orang yang ada di foto di dinding Young Deok ilbo = orang yang menculik Nyonya Park.
Kesimpulan, yang membreddel Monday seoul, dan penculikan Nyonya Park, juga ayah dari putra nyonya Park adalah orang yang sama, Presdir Choi Il Doo?! 
Jae In segera minta untuk bertemu dengan Hae Sung. Hae Sung pun meninggalkan sesi pemotretan untuk kampanye Presdir Choi. 
Sementara itu Do Hyuk menjatuhkan bom, ia mengirimi Presdir rekaman suara saat ia mengaku menyuruh membunuh ayah Do Hyuk. 
“Apa anda suka suara anda?” Seru Do Hyuk sesaat setalah Presdir Choi mengangkat telponnya. 
“Kau ... “ 
“Kau tahu siapa aku, kan? Aku Jin Do Hyuk. Anak Jin Yeon, Wartawan DAESE ilbo yang kau bunuh lewat Gong Chil Sung.” 
“Apa yang kau inginkan?” 

“Dimana Park Su Jeong? “ 
“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan”. 
“Haruskah kita bertaruh, kalau kau benar-benar tidak tahu?” 
“Apa alasanmu mengirimiku rekaman itu? balas dendam? “ 
“Balas dendam?! Mudah saja asal punya pisau tajam atau pistol di tangan, aku tak takut. Tapi aku tak mau masuk penjara”. 

“Lalu, apa yang kau mau?” 
“Bawa Park Su Jeong dan anakmu Choi Han Kyul di depanku sebelum besok. Jika tidak, rekaman di mana anda mengakui membunuh orang tuaku akan disiarkan di radio atau televisi!!” 
*^^*

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Makin seru!!! Mba ai tq.. Minie

Anonim mengatakan...

Seru mbak!mksh ya udh dibikinin sinopsisnya
sy tunggu y mbak ep selanjutnya..
Faighting! :)

anita

Dewi Cendrillon mengatakan...

Teh hwaiting...

asri mengatakan...

wah ganteng sekali . hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...