Rabu, 03 April 2013

[Sinopsis] Hero Episode 8 part 1

[sinopsis] Hero Episode 8 part 1
Presdir Choi jelas terganggu dengan telpon dari Do hyuk, ia melihat putrinya memastikan putrinya tak tahu apa-apa… 
Sementara itu, kegelisahan juga melanda Do hyuk, ia galau apa langkahnya ini benar? Apa Nyonya Park dan anaknya masih hidup? Young Deok menenangkan Do hyuk, mereka sudah membuka kartu mereka, dan kini adalah saat untuk menunggu respon dari pihak lawan…
Mantan Boss Monday seoul sedang di paksa untuk membuat surat pernyataan akan membayar upah para mantan karyawannya itu. 
“Apa hubungan antara Park Su Jeong dan Choi Il Doo?” 
“Petugas Joo ...” 
“Reporter Kang, Park Su Jeong ...adalah istri simpanan Choi Il Doo, bukan? Dan anak itu anaknya Choi Il Doo?” 
“Petugas Joo ...” “Apa kau sudah mengetahuinya sejak awal?” Jae In kini akhirnya bias dengan jelas melihat keseluruhan situasi, betapa Hae Sung selama ini mendekatinya hanya untuk mencari tahu kemajuan penyelidikan dan untuk menghentikan Jae In tersuus menyelidiki kasus itu. Hae Sung berusaha membela diri dengan mengatakan “kau akan berada dalam bahaya”. Bagi Jae In pekerjaannya memang berbahaya, tapi setidaknya ia melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Jae In mengakui ia dulu amat menyukai Hae Sung, yang seorang wartawan hebat, terpercaya dan paling sukses. Tapi kini tidak lagi, Hae Sung berubah jadi orang yang bekerja untuk menyembunyikan hal-hal buruk yang dilakukan Choi Il Doo. “Ku pikir kau adalah manusia yang buruk, tapi aku salah. Kau bukan manusia yang buruk ...kau bukan manusia”. 
Jae In kembali ke kantornya dengan suasana hati buruk. Do hyuk datang, kini keduanya bicara di ruangan tertutup. Sementara Polisi Na sedang mencoba menguping. 
“Ternyata Choi il Do” Jae In buka suara 
“Aku tahu”. 
“Selamat. Akhirnya kau punya cerita eksklusif sendiri, seperti yang kau mau….. Aku akan menyelidiki Choi Il Doo dan mencari tahu keberadaan Ny. Park.” 
“Bukan itu, Aku ke sini untuk meminta tolong padamu, Tolong jangan lakukan itu”. 
Jae In udah Geer, ia kira Do hyuk mengkhawatirkannya, ternyata Do hyuk mengkhawatirkan Ny. Park. Bagaimanapun Ny. Park mestrinya bias di bawa pulang dengan selamat terlebih dahulu. Akan menjadi berbahaya jika polisi terlibat. Choi Il Do adalah orang yang bisa melakukan apapun. 

Do hyuk pun menyodorkan Tape memperdengarkan suara Presdir Choi yang menyatakan tak segan ‘menyingkirkan’ siapapun yang menghalangi jalannya. Rekaman yang sama di perdengarkan Presdir Choi pada Chil Sung dan Hae Sung. Secara hukum, Hae Sung minta Presdir tak perlu khawatir soal rekaman itu. Tapi secara pencitraan, pasti akan mengganggu pencitraan Presdir Choi, jika sampai rekaman itu di publikasikan,, 
“Apa sebenarnya yang Jin Do Hyuk mau?” Hae Sung menanyakan penukaran yang Do hyuk minta. 
“Park Su Jeong dan anak itu. Dia minta aku mengembalikan mereka, dan dia akan memberiku rekaman asli”. 

Jae In kaget setengah mati saat tahu kalau Presdir Choi lah dalang pembunuhan ayah Do hyuk. Keduanya lalu mulai berdebat cara paling efektif untuk membereskan masalah itu. 
Poin satu, Do hyuk mementingkan menyelamatkan Ny. Park di bandingkan berita eksklusif atau balas dendamnya. 
Poin dua, kalau Ny. Park dan putaranya selamat, Do hyuk memastikan akan menjaga mereka sidiri di banding menyerahkannya dalam program perlindungan saksi kepolisian. 
Debat juga mewarnai pertemuan Presdir Choi, Chil Sung dan Hae Sung. Chil Sung meyakinkan kalau ia bisa mendapatkan rekaman itu tanpa harus menyerahkan Ny. Park. Hae Sung membantah, menurutnya dialah yang bisa Chil Sung tak mau kalah, tapi karena Presdir Choi lebih memilih Hae Sung, ia terpaksa diam… 
Setelah mendeklarasikan akan mengurus masalah Do hyuk pada Presdir Choi, Hae Sung menemui Do hyuk. Hae Sung terang-terangan berpihak pada Presdir Choi, ia yang akan menyerahkan Ny. Park besok dan mengambil rekaman asli sebagai gantinya. 
Hanya Ny. Park, karena mengenai putranya, Hae Sung mengaku tak tahu. Lagipula tak ada bukti kalau Putra Ny. Park itu anaknya Presdir Choi. Hae Sung juga mengingatkan Do hyuk agar menjaga polisi dari kasus itu. Ia juga penasaran apa istimewanya Ny. Park sampai Do hyuk rela menukar rekaman itu dengannya. Bukankah balas dendam atau uang lebih menyenangkan? 
“Bagiku tidak, menyelamatkan nyawa seseorang itu lebih penting sekarang”. Sahut Do Hyuk
“Itulah mengapa kau takkan pernah berhasil. Kau terlalu baik, terlalu polos, terlalu benar.” Hae Sung tersenyum melecehkan.
Tak pernah kita sangka, Jae In ternyata duduk tak jauh dari meja Do hyuk. Cukup untuk mendengar semua pembicaraan dari awal sampai akhir. 
“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Do hyuk cemas, sedari tadi Jae In tak buka suara “Tidak….” “Jadi kenapa kau bersikeras datang untuk mendengarkan percakapan tadi?” 
“Aku tidak tahu ...” Jae In mengaku kaget. Bukan kaget melihat kenyataan Hae Sung sejahat itu, tapi kaget karena ia tak membaca sedikitpun tanda kalau Hae Sung aslinya seperti itu. Jae In menarik kesimpulan kalau informan Presdir Choi amat banyak di kepolisian, karena itu itu ia secara terbuka akan menyampaikan menghentikan penyelidikan karena kurangnya bukti, tapi sebetulnya terus menyelidiki secara rahasia. 
Do hyuk menggoda Jae In, betapa Jae In yang kini berbeda, Jae In yang dulu kan selalu mau taat peraturan, jadi ia tak menyangka Jae In berniat melakukannya dengan sedikit merubah aturan. 
“Apa kau tahu?” 
“Apa?” 
“Aku selalu ingin mengatakan 'terima kasih' kepadamu…” 
“Aku juga..” 
“Apa?” 
“Pada awalnya, aku hanya mendengarkan Reporter Kang dan salahpaham terus adamu”
“Aigoo, apa baru sekarang kau membuka mata untuk kebenaran?” Goda Do hyuk, tak urung membuat Jae In tersenyum. 

Do hyuk pulang mendapati kakaknya sedang memarahi anak-anaknya. Jung cerita ngompol. Tapi kemudian keributan itu tak lama. Kakak Do hyuk kini menggendong Jung dengan sayang dan minta maaf karena memarahinya tadi… 
Setelah menidurkan anak-anaknya, Kakak mengagetkan Do hyuk karena membawakannya susu. Do hyuk berseloroh kalau ia tak punya punya uang. Atau jangan-jangan ada sesuatu yang di masukkan dalam minuman?? . He, ceritanya kakaknya Do hyuk ini jarang banget baik-baikin adiknya. 
“Balikin… balikin”
“Oke, oke, oke, oke ...” Do hyuk merebut kembali gelas susunya. Tapi ia heran dengan pandangan kakaknya, “Apa?” 
kakak ternyata curiga ada yang terjadi pada Do hyuk. Pertama Do hyuk tiba-tiba pulang di antar wanita (episode5?), lalu mabuk. Lalu pergi ke pantai tanpa alasan. Mungkinkah karena wanita? Do hyuk kesal, ia memastikan tak ada seperti yang kakaknya khawatirkan… 
Esoknya Jae In melihat Ibuya sedang serius menonton TV. Berita soal Presdir Choi yang secara resmi mengumumkan dirinya ikut dalam kandidat calon Presiden. “Ibu, apa ibu menyukai orang itu?” 
“Ya. Jika ia jadi kandidat, aku akan memilih dia”. 
“Kenapa?” 
“Karena dia begitu tampan” He, ahjumma genit ih. Ibu Jae In menambahkan kalau di salon, banyak wnita yang kagum pada Presdir Choi. Mereka memang buta politik, tapi dari yang terlihat dimana Presdir Choi ini tampan, family oriented, dan kehidupan pribadinya bersih dari skandal apapun. Plus, dia kerja keras untuk berbagai kegiatan amal. 
“Dulu aku berpikir seperti itu juga” 
“Hmmm?” Ibu bingung. 
“Aku membaca artikel surat kabar, mendengarkan radio, dan percaya itu semua benar. Tampaknya kita menjalani hidup dengan di bodohi”. 
*^^*

2 komentar:

Amellia Amellia mengatakan...

You go Do Hyuk.. nyawa orang lebih penting daripada berita atau balas dendam..

toko mandiri mengatakan...

artis korea memang cakep2 ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...