Senin, 14 Februari 2011

[Rekap] The City Hall -- episode 1

Recomended OST the City Hall:
Kurae Nareul Midja (Okay, I’ll Believe In Myself) – by: Jung In (feat. Bizzy), lagunya asyik walau kagak ngarti kata2nya..lumayan lah buat penyemangat ^^


aku suka ma drama ini, walaupun pemain2nya termasuk tua2 untuk ukuran sinetron kita, tapi jalan cerita ma akting para pemainnya daebak pisan!!.. baca profil pemain dan Preview singkat di sini.


REKAP EPISODE1


 
Cerita dibuka dengan keindahan desa ditepi pantai lewat mata seorang pria bernama Jo Gook. Ia sedang menikmati kota kecil yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari hasil alam.
 
Sayup2 terdengar dari pengeras suara, panitia pemilihan kepala desa mengingatkan para penduduknya untuk melakukan pemilihan di balai desa. Yup, hari itu adalah hari pemilihan untuk kepala desa Cheongang-ri yang baru.
 
suasana kampanye berjalan santai, warga mendengarkannya sambil duduk dan makan. voting pun dibuka dengan cara menunjuk jari (jadinya gak rahasia lagi, ckck). Mi Rae protes, tapi di abaikan dengan dalih pakai cara paling cepat saja tidak buang2 kertas, wkwkwk. kalo kayak gini, gak kan ada pengadaan kotak suara, gakkan ada pengadaan kertas suara, gakkan ada lahan nyari duit. Ada 2 kandidat, hasil penghitungan sementara 24 suara untuk kandidat no.1 dan dan 25 untuk no.2 Tinggal 1 suara lagi yang akan menentukan hasil akhir pemungutan suara, dan itu suara Shin Mi Rae. Semua orang menatap Mi Rae, menunggu jawabannya sementara Mi Rae terus asyik makan.
 
ke dua kandidat berusaha membujuk Mi Rae dengan mengingatkan jasa yang pernah mereka lakukan untuk Mi Rae, namun Mi Rae adalah orang yang membenci berada dalam 2 pilihan sulit. kali ini pun terpaksa abstain, ia memilih tidak mengeluarkan suara untuk siapapun. ia setuju dengan quote –abstain bukanlah netral--
 
Pemilihan sudah selesai meninggalkan sampah berserakan yang sedang dibersihkan oleh Mi Rae. Sementara itu, safari Jo Gook sampai ke balai desa. Ia melongok kedalam dan tersenyum melihat punggung seorang wanita yang sedang mengumpulkan sampah.

Esok harinya, Shin Mi Rae datang ke balai kota dengan mengayuh sepeda. Ia PNS peringkat terendah yang penuh semangat. Ia mendahului masuk dengan langkah yang lbh cepat dari rekan2nya, sambil tak lupa menyapa mereka. Jabatannya di Balai kota adalah sekertaris walikota, tapi ia lebih banyak berkutat dalam urusan membuat minuman bagi para pejabat di Balai kota.
Hari itu, ia membuat beraneka minuman sesuai favorit masing2 (kelebihan mi Rae itu ia hafal benar kesukaan masing2 orang). Mi Rae mengantarkan minumannya di tengah rapat sidang Dewan yang tengah memanas. Rapat itu membahas soal perlu tidaknya anggaran bebas walikota, karena selama ini walikota lebih banyak menggunakannya untuk sesuatu yang tidak worthed, "Taman Anjing" misalnya.
Walikota Go Boo shil terus membela diri ditengah cecaran anggota dewan yang kontra dengannya, termasuk hubungan istimewanya dengan ny. Jung seorang pemilik Bar ternama di kota itu. Anggota dewan saling melemparkan argumennya, sampai akhirnya Mi Rae yang dianggap mewakili masyarakat umum di tanyai soal gosip hubungan walikota dengan ny. Jung. Mi Rae yang anti demokratis lagi2 berada didalam posisi sulit. Ia berusaha memberi jawaban aman.
“pernah lihat ny. Jung masuk kantor walikota?” tanya salah satu anggota Dewan
“aku tak selalu melihatnya” jawab Mi Rae
“berarti kau pernah melihatnya?” tanya anggota dewan yang kontra walikota
“aku tak yakin” 
“tadi katamu kau tak pernah melihatnya?” cecar anggota yang pro walikota.
Mi Rae kali ini diam. Anggota dewan yang pertama bertanya lalu menceritakan soal kesaksian lain yang mengatakan lipstick ny. Jung belepotan setelah bertemu walikota, “itu tidak benar….mereka tak pernah bersuara!!” refleks Mi Rae menyanggah kesaksian yang diceritakan tadi, wkwkwk. Jawaban Mi Rae berarti bahwa benar ada hubungan khusus antara walikota dengan ny. Jung.
kericuhanpun terjadi di ruang sidang, wkwkwkwk ngeri euy.


Setelah sidang, anggota Dewan Min Joo Hwa memarahi Mi Rae, menyalahkan Mi Rae yang menyebabkan dana bebas walikota akhirnya dipotong. Awalnya Mi Rae terlihat tidak berdaya, tapi saat dilihatnya asisten walikota dan Hae Ra keluar, yang berarti di ruangan itu kini tinggal mereka berdua, Mi Rae unjuk suara.
 
Ia mulai menjawab omelan Joo Hwa, ia tahu ia salah tapi ia merasa tak perlu mendapat omelan seperti itu dari Joo Hwa yang anggota Dewan. Ia lebih merasa berhak dimarahi oleh walikota yang jelas adalah atasannya. Ia bahkan gantian menunjuk2 Joo Hwa dan membuat Joo Hwa mengkeret. Di akhir percakapan Mi Rae menawarkan capucino untuk Joo Hwa, namun Joo Hwa menolaknya karena ia khawatir di racun, wkwkwkwk.

Joo Hwa lalu menemui walikota, ia berbohong menyatakan bahwa Mi Rae menyesal dan mengaku bersalah (ckckck, mulutnya ni cewek bnr2 dah). Joo Hwa lalu membahas soal tuan Boo yang berencana ikut pemilu nasional dan meminta bantuan dana. Mereka berdua mulai memikirkan proyek yang “mendatangkan uang”.
"Jembatan?” usul Joo Hwa
“sudah ada jembatanku, jembatanmu dan jembatan anggota Dewan nasional. Sungai itu lebih terlihat seperti parit sekarang” wkwkwk, keliatan banget proyek di ada2in.
Min Joo Hwa kemudian memberi ide untuk proyek penampilan : kontes kecantikan ikan Hering.
 
Departemen pariwisata yang dikepalai pak Lee Jung Do pun mulai sibuk. Mereka memilah dan memilih ikan Hering kering yang akan di jadikan "model" (???)
Setelah usulnya diterima walikota, Joo Hwa mulai mencari celah, ia mendekati seorang yang potensial untuk menjadi calon peserta, ia meyakinkan akan membuat gadis itu menang kontes ikan Hering.


Mi Rae dan Jung Boo Mi sedang menggotong meja untuk pendaftaran kontes. Ia terus membujuk Boo Mi agar mau membantu pengajuan ganti rugi seorang ahjussi yang terluka saat kerja pembangunan proyek pemerintah. Boo Mi akhirnya bersedia, tapi ia terlanjur kesal dan sengaja meninggalkan mi Rae yang akhirnya kerepotan menggotong meja sendirian.
 
Pendaftaranpun di buka. Para peserta berbondong mendaftar dengan segala kehebohannya. Mi Rae dan Boo Mi mendapat ubi bakar dari pendaftar terakhir, saat makan ubi Mi rae memperhatikan koran pembungkusnya yang memberitakan BB –Big Brother—seorang legenda dunia politik Korea. Boo Mi yang tak tahu siapa BB awalnya mengira itu salah satu pria yang ditaksir Mi Rae sekarang. Dari penjelasan Mi Rae kita tahu BB adalah orang penting yang menjadikan seseorang menjadi presiden saat ini. BB menolak kesempatan menjadi wakil presiden. ‘Lebih baik menjadi Pelayan daripada menjadi orang ke dua’ , itu adalah prinsipnya.
Sementara itu, sang legenda yang dibicarakan, BB, sedang berbicara dengan salah satu anak didikannya, Jo Gook. Jo Gook saat ini berkarir di tingkat Provinsi, langkahnya semakin dekat untuk memenuhi ambisinya menjadi anggota Dewan nasional.

 
Jo Gook sangat terkejut saat BB akan menempatkannya di kota Inju, itu sama saja melangkah mundur. Dan kota yang ditujunya kali ini bukan cuma kota kecil, tapi juga kota yang memiliki keterkaitan masa lalu dengannya. Jo Gook terlihat terluka, namun ia tak punya pilihan, apalagi saat BB mengatakan bahwa ia memerintahkan bukan memintanya, Jo Gook terpaksa menerimanya.

Jo Gook mampir ke tempat kerjanya, ia menemui Gubernur dan menceritakan perintah yang didapatnya dari petinggi partai (BB). Dari sana ia memperoleh bekal dana pembangunan balai kota baru dan sebuah posisi. Ia akan menjadi wakil walikota dari Inju.

 
Jung Do menemui walikota untuk memperlihatkan progres kontes, masukan dari walikota adalah: Non sponsor untuk menjaga integritas (jadi ajukan permohonan dana sebesar2nya) dan ia memberikan kartu nama seseorang dengan marga yang sama dengannya untuk menjadi panitia. ckckck KKN nih. Walikota Boo Sil juga berusaha mengorek informasi dari Jung Do, karena mereka kebetulan kabarnya Jung Do dan Jo Gook adalah teman 1 angkatan, sayangnya ia tak mendapat apapun.
Dan rumor mengenai seseorang yang muda, tampan, tinggi dan kaya cepat beredar di balai kota Inju.
Jo Gook yang pekerja keras, Jo Gook yang mendapat undangan pelantikan Obama (padahal mah di undang sama suatu tempat yang bernama Obama), dan Jo Gook yang pecinta karya seni.
 
(Jo Gook terlihat asyik menatap sebuah lukisan, tapi bukan lukisan itu yang ia lihat, ia menikmati tampilan wanita2 cantik bergaun sexy yang yang berdiri tepat di sebuah lukisan), wkwkwkwk  rumor  gosip??? .

 
Berita ini juga sampai ketelinga Mi Rae lewat Hae Ra temannya sesama sekertaris. Mi rae menjawab dengan santai, kalau pria itu sempurna, tidaklah mungkin istrinya kabur. Hae Ra tidak perduli, ia terus memuji pria pencerah.
“ku dengar orang cerdas tertarik pada orang tak berbakat!” kata Mi Rae lagi mengutip sebuah ungkapan. Hae Ra marah, ia merasa ucapan Mi Rae menyindirnya. Mi Rae berdalih bahwa ungkapan itu juga berlaku pada dirinya sambil menarik kedua sisi rambutnya dan memperlihatkan telinganya.

 
Jo Gook akhirnya tiba bersama asistennya Soo In di balai kota In ju, ia terpaksa harus menunggu karena kabarnya walikota sedang 'sibuk' di ruangannya. Mi Rae seperti biasa menyediakan minuman bagi tamu, ia malu2 menatap 2 orang pria tampan di depannya. Jo Gook sedikit mengibaskan udara di depan hidungnya saat Mi Rae menunduk didepannya untuk memberi minuman pada Soo In. Ia lalu berbasa-basi menanyakan soal minumannya, “bau dan rasanya nikmat, apa ini resep rahasia?” .
Respon Mi Rae tidak diduga Jo Gook, Mi Rae mulai bertingkah gajebo, malu2 gimana gitu, sepertinya Jo Gook jadi menyesal telah memujinya. Mi Rae berbisik tamu2 tampannya boleh minta teh tambahan.
  
Minuman di gelas yang kosong mulai di isi kembali, Jo Gook dan Soo In terlihat lelah menunggu. Walikota yang tidak mengerjakan apapun di ruangannya sesekali mengecek Jo Gook lewat asistennya. Mi Rae benar2 menikmati keberadaan Jo Gook di ruangan yang sama dengannya.

Jo Gook dan Soo In kemudian berdiri pamit, tapi kemudian tanpa aba2 langsung masuk ke ruangan walikota.
Walikota yang memang membuat alasan agar tidak bertemu Jo Gook kelabakan saat Jo Gook masuk sementara ia asyik main game. Jo Gook hanya tersenyum dengan tatapan jangan main2 dgnku dan dengan sopan menyapa walikota yang masih shock.

Mi Rae terus melihat kearah Jo Gook pergi dan menganggapnya sebagai cowok keren!!, ia mengenang Jo Gook, lalu bertanya pada Hae ra, saat ia menawarkan teh tambahan apakah terlihat imut? ckckckck ahjuma ini PD abis dah.
Jo Gook dan Soo In keluar dan mereka tertawa mengingat tampang walikota tadi, mereka membicarakannya sambil berjalan di koridor. “untuk mendekati walikota, kau harus mendekati sekertarisnya dulu” saran Soo In
“ya, tapi dua2nya benar2 payah” jawab Jo Gook terkekeh yang juga di setujui Soo In. Mereka juga mulai bertaruh soal seberapa lama Mi Rae tidak keramas dengan bau rambutnya yang cukup menyengat.


 
Jo Gook sampai di ruang kantornya, ia terkejut saat didalam masih ada wakil walikota lama yang sedang membereskan mejanya. Aura persaingan sangat terasa.



Trio balaikota Inju (mereka tuh @ kepala departemen- kepala  Moon, kepala Byeon, dan kepala Ji) tak luput membicarakan Jo Gook saat sedang beristirahat. Kepala Ji meminta rekannya agar jangan menemui wakil walikota baru tanpa seijinnya. Tapi saat masuk ke ruangan mereka, mereka di kejutkan oleh Jo Gook yang tengah menunggu di ruangan mereka.
Kepala Ji konsisten dengan ucapannya pada teman2nya, tapi tidak dengan kepala Byeon dan Moon. Jo Gook yang menangkap signal tidak bagus dari Kepala Ji, maka ia pun membalasnya, ia menyalami Byeon dan Moon, tapi tidak menerima uluran tangan kepala Ji dan memilih pamit pergi. Kepala Ji dengan polosnya berdalih, “apakah kalian tidak melihat ia berusaha menghindariku?”

 
Soo In memperkenalkan seorang wanita yang memanggil mereka di koridor, "Min Joo Hwa, anggota Dewan". Joo Hwa yang tadi tidak sengaja melihat Jo Gook lalu mengejarnya, ia mengajak berkenalan, lalu mengajak jo gook makan siang.



 
Laporan Joo Hwa makan siang bersama wakil walikota sampai juga ke telinga walikota, ia merajuk. Joo Hwa lalu menenangkannya, ia meyakinkan walikota bahwa makan siangnya kali ini adalah siasat. Mereka harus mengenal musuh mereka. Ia lalu menyarankan agar membuat Wakil Walikota yang baru sejalan dengan mereka dengan memberinya tanggung jawab Kontes Ikan Hering (Miss Baendengi Contest). karena keseluruhan kontes hanya skema pencucian uang dan nantinya Jo Gook akan mau tak mau terlibat dalam konspirasi itu.




 
Malam sudah menjelang, Mi Rae mendatangi sudut kantor yang masih menyala. Ia membawakan malam malam untuk Jung Do. Malam itu Jung Do terpaksa lembur karena harus mempersiapkan kontes ikan Hering.


 
Pulang dari balai kota, Mi Rae makan malam bersama Boo Mi. Dalam pembicaraan akrab keduanya, tersirat kekaguman Mi Rae pada Jung Do. (aku juga sebenernya awalnya lbh suka mi Rae sama Jung Do aja, 2 nana baik dan cocok, hehe). Kemudian tanpa sengaja Boo Mi menyinggung Mi Rae yang menurutnya bodoh karena mau saja membayar hutang mantan pacarnya yang kabur dengan wanita lain. Mi Rae tanpa kata terlihat tersinggung dan meninggalkan Boo Mi sendirian. sebelum pulang ia membeli makanan untuk di bawa pulang.

 
Sepanjang jalan pulang sambil menuntun sepedanya, Mi Rae terus berpikir. Seorang ahjumma menyapanya, ia meminta tolong Mi Rae membawakan segulung selang AC. Tanpa banyak kata Mi Rae menyanggupi dan memberikannya pada sebuah toko. Dari toko terakhirini Mi Rae mendapatkan sebotol susu hangat. Mi Rae dengan senang hati menerimanya, ia bergegas memberi makanan yang tadi dibelinya tadi plus susu hangat dari toko ahjumma untuk nenek di ujung jalan.
Nenek terlihat gembira, ia tersenyum menatap punggung Mi Rae di kejauhan, lalu meminta Mi Rae lain kali datang untuk mencicipi manisan yang ia buat. Sayup2 terdengar jawaban “iya” dari Mi Rae.



 
Mi Rae wanita yang sibuk, teramat sibuk. Di waktu luangnya ia melakukan banyak hal, terutama untuk membayar hutang kartu kredit mantan pacarnya. Kali ini ia bersama suami Boo Mi (orang yang sama dengan panitia pemilihan kepala desa) mendapat pekerjaan memasang wall paper di sebuah rumah di persimpangan jalan. Sebuah rumah cantik yang cukup besar untuk ukuran rumah di desa Mi Rae.
 
Sambil memasang wallpaper, Mi Rae membahas sisa kertas wallpaper yang akan ia ambil kepada suami Boo Mi. Suami Boo Mi yang berada diluar setengah berteriak menjawab tak masalah, karena wallpaper yang mereka bawa sudah di lunasi dan terserah pemilik mau di apakan sisanya nanti.
Jo Gook diam2 mendengarkan dan memperhatikan Mi Rae. Mi Rae kaget saat menoleh mendapati Jo Gook dibelakangnya, ia menanyakan kenapa Jo Gook ada disana, sementara ia sendiri mengaku sedang kerja part time. Mi Rae lebih terkejut lagi saat tahu Jo Gook lah pemilik rumah itu. Ia mulai basa-basi berbicara pada Jo Gook sampai ia kehilangan keseimbangan dan mulai jatuh.
 
Jo Gook sebetulnya menahan Mi Rae, tapi pada “tempat” yang tak tepat, ia jengah dan melepaskan Mi Rae hingga Mi Rae tersungkur, wkwkwkwkwwk.

Keduanya salah tingkah, tapi Mi Rae mencairkan keadaan dengan pura2 marah karena Jo Gook bukannya mendorongnya untuk kembali berdiri tapi malah melepaskannya dan membuatnya jatuh, untung jatuhnya di atas kardus2 jadi tak terlalu menyakitkan.

Sementara Mi Rae melanjutkan pekerjaannya, Jo Gook lalu menelpon tukang cat. Ia kaget ternyata yang mengangkatnya adalah Mi Rae, ternyata Mi Rae juga si tukang cat.
"lingkungan yang sempit ya?” kilah Mi Rae menjawab tatapan tak percaya Jo Gook.

Mi Rae mulai mengecat bagian luar rumah, ia mengecat semua termasuk pagar dan rumah anjing. Muncul ide jahil di kepala Mi Rae, ia menuliskan kata2 “Jo Gook adalah orang bodoh” di atap rumah anjing. Belum lama Mi Rae terkikik sendiri tiba2 muncul bayangan di belakangnya. Mi Rae buru2 tanpa dosa mengecat tulisannya, dan berdiri memasang senyum manis menghadap Jo Gook.
Jo Gook juga punya cara buat membalas Mi Rae, ia minta Mi Rae mengubah cat rumahnya yang sudah berwarba-warni menjadi warna putih. Mi Rae sempat protes tapi akhirnya menyanggupi, tapi kemudian terasa sesuatu diperutnya, ia kempat-kempit menahan sesuatu dan bergegas menuju ke rumah.
Mi Rae menemukan pintu terkunci dan memohon pada Jo Gook untuk membukakan pintunya. (wkwkwkwk, jadi inget postingan kebelet dari tukang nyolong).
tak lama Mi Rae keluar, namun ia menahan Jo Gook agar tidak masuk. jo Gook shock saat tahu Klosetnya mampet!! ia terpaksa menelpon tukat WC, sambil sebelumnya bertanya “apa aku akan menelpon nomormu lagi?”
dengan polos Mi Rae menjawab, “tidak… aku belum pernah bisnis toilet” wkwkwk
Jo Gook dengan kalimat sejelas2nya dan mata tajam menatap Mi Rae dari belakang, minta pada tukang WC untuk langsung mengganti toiletnya juga tidak cuma membetulkan sumbatannya. Mi Rae mendengarkan dengan tampang bersalah.
Sore itu dihabiskan Mi Rae (sambil diawasi Jo Gook) yang terpaksa mencat ulang seluruh dinding luar rumah dan pagar yang tadinya sudah di cat warna-warni.
Ia menahan Jo Gook yang akan pergi, karena pekerjaannya sudah hampir selesai, tidakkah Jo Gook menunggunya untuk mengantarkan pulang. Jo Gook tidak mau memberi tahu alasan kenapa ia rela menunggui Mi Rae, ia malah minta Mi Rae memikirkannya sendiri.
Mi Rae menatap kepergian mobil Jo Gook sambil bertanya2 sendiri, “tapi imajinasiku bisa jadi liar, kira2 apa ya? pasti sesuatu yang manis. Apa karena wajahku cantik?” Gubrak!!, Mi Rae memegang pipinya sendiri.
Sementara itu Jo Gook di dalam mobilnya menelpon Soo In, “aku tak mau menitipkan kunciku (pada orang asing), (tapi jika ditinggal) nanti ia akan melakukannya (=buang hajat) di halaman” wkwkwk


Hari berganti, awalnya Mi Rae yang masih marah pada Boo Mi cuek saat di sapa di koridor balai kota dekat pintu masuk ruang kerja Mi Rae, tapi akhirnya ia luluh juga. Jo Gook datang, ia menyapa Mi Rae dan Boo Mi sebelum masuk ke area kantor walikota.


Mi rae sempat membalas sapaan dan mempersilahkan Jo Gook masuk dengan suara sangat lembut. Sampai2 Boo Mi bertanya ada apa dengan suara Mi Rae. Mi Rae sambil senyum2 menjawab itu karena Jo Gook mau berhenti untuk sekedar menyapanya. Boo Mi kesal pada daya hayal Mi Rae, “itu karena kau tepat berada di jalan nya!!”
Pembicaraan terhenti saat keduanya menerima telpon. Boo Mi membicarakan masalah kontes ikan hering yang berhadiah $20.000,- sementara Mi Rae menerima telpon dari debt collector.
Kupingnya langsung meninggi dan matanya menatap Boo Mi tak percaya hadiahnya sebesar itu.....
 
sementara di dalam ruangan walikota, Jo Gook di panggil ternyata untuk urusan penyerahan tanggung jawab kontes kecantikan. Jo Gook yang tahu itu cuma akal2an walikota untuk mengerjainya berusaha menolak dengan berbagai alasan. Tepat saat itu Mi Rae masuk memberikan minuman. Matanya membelalak saat melihat dokumen kontes kecantikan dan mendengar Jo Gook menolak mengelolanya. Bagai gayung bersambut, tiba2 Jo Gook menarik tag namanya dan menanyakan pendapatnya soal kontes kecantikan ikan hering, tentu saja Mi Rae menjawab:
 “KAU HARUS MELAKUKANNYA!!!!!!”

bersambung.............(kapan2 hehe)

-- have a great time!!--

3 komentar:

TUKANG CoLoNG mengatakan...

tua2 tapi mereka tetep enak diliat..

Aru mengatakan...

Gile niy drama, br tamat di OC pas november kmrn eh sekarang tayang lagi.

ai mengatakan...

kayaknya dia keabisan stok... besok malem aja fashions'70 gantinya juga rerun ^^...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...