Selasa, 09 November 2010

Witch Yoo Hee -- rekap episode 15 part 2


 
Johny membantu Moo Ryong dan Yoo Hee melarikan diri, ia ngebut membawa mobilnya sementara dibelakang mereka mobil anak buah presdir Ma terus mengejar.
Johnny menghentikan mobilnya di dekat keramaian (kayak pasar deket stasiun kereta gitu deh), ia menyarankan agar Moo ryong dan Yoo Hee keluar kota. Johny memberikan dompetnya pada Moo ryong. Moo ryong sempat menolak, tapi akhirnya ia ambil setelah Johny mengatakan “lebih banyak lebih baik kan?”


Mu-ryong dan Yoo Hee naik kereta ke arah luar kota…..


Presdir Ma terbaring di RS, ia menanyakan apakah Joon Ha sudah menemukan Yoo Hee kepada Joon Ha.
”tidak, belum. Kau harus tenang, kondisi tubuhmu sedang lemah” jawab Joon Ha
Presdir Ma lalu menanyakan rencana Joon Ha selanjutnya. Belum sempat Joon Ha menjawab, pak Lee masuk ruangan dan melaporkan kehilangan jejak Yoo Hee an Moo Ryong.


Mereka turun di sebuah stasiun kecil, Yoo Hee lalu di bawa Moo ryong ke rumah seorang nenek (gak jelas nih nenek kandung ato sekedar nenek yang ia kenal).


Yoo Hee duduk sendirian menatap seisi kamar, ia masih menggunakan gaun pengantinnya (tanpa mahkota, mhkota sudh dilepas sejak pertama lari didepan altar). Tidak berapa lama masuk Moo Ryong membawa meja kecil penuh makanan. Moo Ryong meletakkan mejanya dan menatap Yoo Hee sambil tersenyum, “tadi aku gugup sampai tak menyadari nya…… kau cantik sekali”.
Yoo Hee tersenyum malu mendengarnya, ia memberi isyarat ingin di cium. Moo ryong sudah mendekati Yoo Heed an bersiap menciumnya, tapi tiba2 pintu terbuka. Moo ryong refleks mendorong Yoo Hee hingga yoo Hee duduk miring kebelakang hanya bertopang dengan kedua lengannya.
wkwkwk, nenek yang buka pintu, “kalian cocok sekali…..kalian harus bersama2 sampai tua!” pesan nenek tersenyum. Sementara Moo ryong meringis mengiyakan dan buru2 membantu Yoo Hee yang kesakitan untuk duduk tegak setelah nenek menutup pintunya.


Setelah nenek keluar, mereka merasa aman dan sudah bersiap mengulang apa yang tadi mereka hendk lakukan, tapi kali ini pintu lagi2 terbuka. Moo ryong mendorong Yoo Hee lebih keras dari tadi. wkwkwk, ksian Yoo Hee nya…. nenek memberikan seperangkat pakaian ganti untuk Yoo Hee.


Seung Mi sedang menangis sendirian, menatap pemandangan kota malam di bawahnya (kayaknya ni settingnya di menara seoul deh).
Johny melihat Seung Mi, ia memberikan saputangannya untuk menghapus air mata Seung Mi. Lalu mereka berdua duduk sambil mengobrol. Johny terlihat sekali berusaha menghibur Seung Mi, “Seung Mi, mungkin yang kukatakan ini sama sekali tidak memabantu. Jika kalian tidak bisa menjadi pasangan, cobalah menjadi teman…..aku tahu, tidak bisa memiliki orang yang kita cintai itu menyakitkan…..meski menyakitkan, bukankah akan lebih sakit lagi jika tidak bisa lagi bertemu dengan orang itu?”
(kasian ma Seung Mi, kasian ma Johny Juga, kenapa mereka gak dipasangin ajah?!.... SETUJU?!)


Yoo Hee sudah berganti pakaian, ia PAKE BAJU EMAK!! wkwkwkwk… Yoo Hee duduk di akas tidur yang sudah disiapkan untuknya, sementara Moo Ryong tetap duduk dipojokkan dekat pintu dan siap2 tidur dengan memeluk lutut dan menyenderkan kepala ke lututnya itu.
Yoo Hee memanggil Moo Ryong dan memintanya agar tidur didekatnya saja (kebetulan alas tidurnya memang cukup untuk 2 orang). Moo Ryong menolak dan memilih tetap di tempatnya.
“AKU BILANG TIDUR DI SINI!!” pinta Yoo Hee lagi dengan suara tegas dan galak (seperti biasanya)
Moo Ryong terkejut dan otomatis menjawab “ya, ma-anim” 
wkwkwk, Moo Ryong nurut juga, dan ia berbaring miring membelakangi Yoo Hee.


Joon Ha sedang diruangannya saat seseorang menelponnya. Ia agak enggan menjawab telpon itu pada awalnya,
“aku Jang Hae Jun”, kata siempunya suara di sebrang telpon.
“sudah kubilang kan ku jangan menghubungiku lagi” jawab Joon Ha dingin.
Mantan tunangannya ternyata menelponnya untuk memberitahu Joon Ha bahwa ia lah yang mengatakan kepada Yoo hee tentang semua informasi Joon Ha. Joon Ha menutup telponnya dengan marah.
Ponsel Joon Ha kembali berbunyi, kali ini Joon Ha cengan cepat mengangkatnya, “kalian menemukannya?”


“kau sudah tidur?” Tanya Yoo Hee
“belum” jawab Moo Ryong masih dalam posisi meringkuk (?! ckckck naon meringkuk teh?).
“apa yang kau pikirkan?” Tanya Yoo Hee lagi
“bukan apa2” jawab Moo ryong singkat, tapi kemudian “sebenarnya………………” tangan kirinya mencari tangan Yoo Hee dibelakngnya dan menggenggamnya”aku berpikir untuk tidak akan pernah melepaskan tangan ini”
“sebaiknya kau menepati janjimu” jawab Yoo Hee.
“Yoo Hee, aku sungguh minta maaf."
"Untuk apa?"
“untuk segalanya. Maaf sudah menyakitimu. dan aku tahu kau akan menemui banyak kesulitan jika tetap bersamaku”
“Moo Ryong, aku berterima kasih……………. Terima kasih sudah mencintaiku dan membawaku kemari
 Setelah perbincangan singkat mengutarakan isi hati masing2, Moo Ryong membalikkan badannya menghadap Yoo Hee, ia bersiap akan mencium Yoo Hee saat tiba2 terdengar suara ketukan di pintu.


Moo Ryong dan Yoo Hee menyangka kali ini nenek lagi yng mengetuk, ternyata bukan. POak Lee datang bersama JOON HA!! yang langsung menarik tangan Yoo Hee, "ayo pergi!"
"aku tak mau!" jawab Yoo Hee, tapi akhirnya Yoo Hee terpaksa ikut setelah Joon Ha mengatakan bahwa ayahnya masuk RS.
 
 Moo Ryong hendak mencegah (atau ikut pulang?) tapi pak Lee menahannya.


Yoo Hee menemui ayahnya di RS, "bagaimana kondisi anda?"
"aku hampir mati tadi"
"maafkan aku"
"Yoo Hee, aku hanya mau satu hal darimu. Moo Ryong...... jangan pernah kau menemuinya lagi!"
"soal itu, maaf aku tak bisa melakukannya....aku sangat menyukainya"
"Jangan! jangan dia! sudah, tak usah bicara lagi!"


Yoo Hee keluar dari kamar rawat ayahnya dan menemukan Joon Ha yang sedari tadi menunggunya dengan gelisah didepan pintu. Yoo Hee mengabaikannya dan hendak pergi, namun tangannya ditahan Joon Ha. "ayo kita bicara" melihat Yoo Hee diam saja dan pasti ogah diajak ngobrol ke tempat khusus, Joon Ha terpaksa meneruskan kata2nya saat itu juga. "maaf, aku benar2 minta maaf. Aku selalu berfikir bahwa kau lebih baik tidak tahu soal RS itu. Aku mendekatimu bukan karena RS."
"tapi aku tak bisa kembali padamu" jawab yoo Hee datar.
"Yoo Hee, Sarang hae....aku benar2 mencintaimu Yoo Hee"
"maaf sunbae" jawab Yoo Hee dan menarik tangannya dari pegangan Joon ha. wuaaah....salut ma Yoo Hee.

Sementara itu, Moo ryong kembali pulang ke rumahnya, "Hyung!" sambut Song Hwa. Berbeda dengan sambutan Song Hwa, ibu justru terlihat marah, ia menjewer Moo ryong, "hei! darmana saja kau? apa benar kau bersama wanita rubah itu? kau benar2......."omelan ibu terhenti saat tiba2 ayah datang dan menamparnya. Ibu yang tadinya marah pada Moo ryong terbelalak melihat ayah yang tega menampar putra kesayangannya. "Ia sudah membuat kita sangat khawatir" kata ayah, sekaligus penjelasan mengapa ayah yang sangat luar biasa sabar itu kali ini menampar Moo ryong.
"aku mencintai Yoo Hee ayah, dan ia mencintaiku" kata Moo ryong pada ayahnya, ia menjelaskan semua yang terjadi pada hari itu.
Melihat ibu yang saking marahnya mulai pusing memegang kepalanya, ayah menyuruh Song Hwa membawa ibu naik ke kamarnya.
"duduklah.... sakit?" ayah memperhatikan pipi bekas tamparannya tadi.
"tidak..maaf ayah"
"Moo ryong......tidak perduli apapun kata orang, aku percaya padamu.  Tapi aku tidak setuju dengan apa yang kau lakukan saat ini. Benar cinta bisa datang pada siapa saja. Kau ingat ketika keluarga mereka merusak restoran kita? pikirkan baik2... pertimbangkan baik2...." Nasihat ayah cukup panjang malam itu. Baru kali ini aku denger ayah Moo ryong bicara panjang lebar.


 Esoknya, Moo Ryong datang menemui Presdir Ma, "maafkan aku, sudah membuat anda khawatir soal Yoo Hee" melihat Presdir diam saja, Moo ryong pamit,"aku pergi dulu kalau begitu, permisi"
Moo Ryong hendak berbalik, namun berhenti saat didengarnya suara Presdir Ma, "anak muda, ku dengar kau sedang belajar masakan Prancis. Kalau kau ingin belajar, kau harus kesana. Asalkan kau mau berpisah dengan Yoo Hee, jangankan Prancis, kemanapun aku bisa mengirimmu" Presdir Ma mencoba membujuk Moo ryong. Mungkin ia pikir senjatanya kali ini akan mempan sama seperti Joon Ha dulu, tapi ternyata ia keliru.
"maafkan aku, aku tidak bisa. Aku mengerti bagaimana perasaan anda terhadap yoo Hee, tapi ini bukan cara untuk membuatnya senang................aku mencintai putrimu"
"Cinta? berhenti bersikap seperti anak kecil! Pikirkan baik2, jngan sampai kau menyesal nanti. Tinggalkan dia sebelum banyak yang terluka. Tinggalkan dia"


Moo Ryong keluar, dia menelpon Yoo Hee. "Ya, aku rindu padamu. Bisa kau datang sekarang Superman?"
 
Moo ryong menunggu Yoo Hee, ia mengagetkan Yoo dengan merebut belanjaannya. Mereka pulang sambil mengobrol ringan dan bergandengan tangan. Ternyata seseorang memperhatikan mereka dan memotretnya.

Presdir Ma menerima laporan soal Yoo Hee dan Moo ryong yang masih melanjutkan hubungan. Ia lalu menelpon pak lee, meminta daftar seluruh klien Yoo Hee.

Paginya, Yoo Hee menerima laporan dari pak Lee ada beberapa rekanan yang membatalkan kontrak mereka. (agak aneh, harusnya Yoo Hee tahu pak lee itu lebih nurut pada ayahnya di banding sama dia, kenapa pak lee tetep kerja bareng dia? lagian pak lee juga aneh, plin plan)

Yoo Hee mendatangi satu persatu rekanan yang membtalkan kontraknya, dan ia mendapat jawaban, SEMUA KARENA TEKANAN DARI MK GRUP! yang berarti itu PRESDIR MA!

"Belajar ke luar negri?" tanya Moo ryong dengan heran saat mendengarnya dari Johny. "Juaranya kan Mari. Aku sebenarnya sedih di diskualifikasi.... apa ini?" tanyanya menerima amplop dari Johny.
"itu undangan khusus untukmu. Dia terkesan dan memuji masakanmu" Johny juga mengatakan kalau Chef itulah yang dulu mengajarinya.

Moo Ryong hendak pulang dan bertemu dengan Seung Mi. "aku dengar kau mau ke Paris? selamat!"
"terima kasih. sampai nanti... Seung Mi....." Moo Ryong sepertinya mau bicara lagi, tapi tak diteruskan.
"Moo Ryong, semoga sukses di Paris"

Yoo Hee mendatangi ayahnya. "Duduklah, ku dengar perusahaanmu hampir bangkrut. Apa rencanamu? putus saja dari Moo Ryong, kalau kalian putus, kau akan kembali seperti semula"
"jangan menjelekkannya. Ia pria yang luar biasa. Ia orang yang bisa melihat kekuatan di balik kekurangan. Ia orang yang akan mengucapkan terima kasih walau anda tidak memberikannya apapun. Ia mengetahui kebenaran sejati, dan tahu bagaimana cara mencintai. Aku tidak akan putus darinya, aku tak bisa tanpanya"

Yoo Hee pulang ke apartemennya dan menemukan Moo ryong sedang menyiapkan makanan. Yoo Hee terlihat memikirkan sesuatu namun mengelak mempunyai masalah pada Moo ryong.
Ia tiba2 memeluk Moo ryong dari belakang, dan meminta mereka seperti itu selama beberapa menit.

Moo Ryong lalu menceritakan ia soal rencana kepergiannya ke Paris selama 2 tahun. Yoo Hee mengaku tidak masalah dan meminta Moo Ryong tetap pergi menggapai mimpinya, "aku tak mau pria yang tidak memiliki impian apapun...aku akan menunggumu"

Yoo Hee mengajak Moo Ryong berbelanja, ia ingin membelikan jam tangan.  Yoo Hee ingin membelikan sesuatu yang akan mengingatkan Moo Ryong pada dirinya, setiap jam menunjukkan pukul 11:11, Moo Ryong akan mengingat Yoo Hee yang merindukannya.
(ada di episode awal2, waktu moo ryong bilang kalau seseorang melihat jam tepat pada angka 11:11, berarti ada seseorang yang merindukannya). Sayangnya ternyata kartu kreditnya ditolak, kartunya sudah dibekukan.

Yoo Hee pulang dan menemukan barang2nya sudah di segel.
 



cre: gambar Dramabeans




-------HwaITIIIIIIng---------

14 komentar:

Anonim mengatakan...

makasi sinopsisnya..
sangat menghibur :)
mw nanya, ne drama tamatnya sampe episode 16 bukan??
to cuman sampe sini aja endingnya??

ai mengatakan...

sampe 16.... makasih dah baca n kasih komen :))

Aya RF mengatakan...

Aya liat WYH ni gara-gara ada Jae Hee oppa... yg jadi Johny lumayan juga, hahaha... geomawo Mb Ai ^^

ai mengatakan...

sama2 Aya :))

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas rekapannya. Sangat jelas... seperti menonton langsung O Chanel aja. Sungguh menyegarkan ingatan terhadap kdrama yang menarik ini.

viiko chan mengatakan...

makasih!!
i love jae hee <3 <3 ^o^

Anonim mengatakan...

teteh, episode 16 mana? :)

ai mengatakan...

thanks juga anonim 2& Viikochan.... aku juga suka Jae Hee.. gak sabar pgn liat dia maen drama lagi ^.^

Anonim 3.... aku usahain minggu ini selesai... skrg masih sibuk di http://pelangidrama.blogspot.com/ soalnya :))

Anonim mengatakan...

makasih yah dah di tulis sinopnya...thx bangetttt...btw penulisan sinop ini masih lanjutkan????ehehehe..thxx..

ai mengatakan...

masih, mudah2an 1-2 hari ini bisa di post :)

Anonim mengatakan...

makasih bgt ya sinopsisnya, sering bgt sih buka blog ini nungguin banget2 recaps selanjutnya tapi baru skrang kasih komentar.....ditunggu ya...

공상 (fantasy) mengatakan...

ai, ne tita...q suka whicht yoo hee.....makasiiiih

ai mengatakan...

@nonim n 공상 (fantasy)... sama2 ^.^

Anonim mengatakan...

Hi my family member! I wish to say that this article is awesome, nice written and come with almost all significant
infos. I would like to peer extra posts like this .


Stop by my blog post :: Accounts Payable Stamp

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...