Rabu, 02 Maret 2011

[Rekap] The City Hall -- episode 3

OST The City Hall: Useobwa (Smile) - by: Chae Dong Ha of SG Wannabe 


BB sekali lagi bertanya pada Jo Gook kesediaannya menjadi walikota Inju, Jo Gook menolak. Jika BB ingin memberinya sesuatu, ia harap itu adalah sesuatu yang besar seperti negara. Mendengar jawaban Jo Gook, BB tersenyum sinis. Ia mengingatkan Jo Gook bagaimana seorang politisi seharusnya. Kalau memang Jo Gook menolak menjadi walikota maka minimal ia mencari orang yang bisa dijadikan walikota dan dapat BB kendalikan.
“apa yang baru saja Anda katakan adalah bahwa anda ingin saya untuk menurunkan Walikota Inju yang sekarang?" Jo Gook minta penjelasan.
 
BB tertawa dengan cara yang menyeramkan (wajah seolah tersenyum, tapi sura menggeram), “kau ini berpura-pura atau sok polos? kau bahkan tidak memiliki punya nyali. kau mau memerintah negara, tapi tak bisa menyingkirkan orang seperti itu?”
Jo Gook mengerti, ia meminta maaf lalu pamit.
“Angkat kepalamu, sifat pengecut bisa jadi kebiasaan” (jadi inget ma Jaeshin di SKK, berarti Jaeshin niru kata2 om BB ini). kata2 BB sempat membuat langkah Jo Gook terhenti, terlihat sekali Jo Gook terluka.


Panitia mengumumkan para peserta yang lolos tahap selanjutnya, ada nama Mi Rae didalamnya. Jung Do lalu memberi selamat pada peserta dan mengumumkan masa karantina selama 5 hari.
Karantina di mulai, para peserta sedang melakukan pemanasan, Mi Rae menarik perhatian karena tiap gerakannya membuat suara berderak.
 
Sementara itu Walikota Boo shil, Joo Hwa dan Kepala Park sibuk mengisi tumpukan uang ke dalam tas golf. Kepala Park lalu menempatkan tas golf diisi ke dalam bagasi mobil. Saat makan siang, Joo Hwa dan walikota menyerahkan kunci mobil pada Dewan Boo, “Kami telah membersihkan mobil anda, anda pasti akan senang“. ckckck, Kontes nona Hering bener2 jadi tempat cuci uang, dan kepada Dewan Boo lah uang mengalir.

Jo Gook dalam keadaan kalut sertelah bertemu BB, mendatangi Go Go Hae, tunangannya yang tersenyum menyambutnya. Sementara Go Hae menata meja untuk makan malam, Jo Gook berbaring di tempat tidur mengawasinya.
Setelah makan mereka berbincang santai. Go Hae senyum, namun dibaliknya tersirat kekecewaan pada Jo Gook. Betapa tidak, disaat alat komunikasi begitu canggih, Go Hae hanya tahu kabar Jo Gook justru dari Soo In. Jo Gook memberi alasan sedang sibuk, tapi Go Hae tahu itu hanya alasan yang dicari2.
 
Go Hae lalu memberitahu alasan terbesar marahnya bukan karena Jo Gook tidak menceritakan apa yang terjadi, melainkan karena Jo Gook mengambil langkah mundur jauh dari tujuan utama mereka, yaitu Jo Gook menjadi Presiden dan Go Hae First Lady~nya.
Jo Gook lalu ditawari untuk pulang keesokan paginya. Jo Gook terkejut dengan sikap Go Hae yang diluar kebiasaannya, melakukan hal yang belum dipatut dilakukan. Go Hae mengaku itu karena ayahnya yang menyuruhnya untuk mengikat Jo Gook dengan pesonanya. hm, kalo Go Hae aja ngaku di suruh ayahnya, berarti dianya sendiri gak beneran cinta ma Jo Gook?
Esok paginya di balaikota, Walikota Boo shil memimpin rapat staf, ia dengan resmi mengumumkan Jo Gook sebagai penanggung jawab Kontes Nona Hering. Ia juga berusaha membuat proyek pemindahan balaikota juga ke pundak Jo Gook.
Jo Gook langsung bereaksi, ia tk mau 2x di jadikan alat oleh walikota, ia buru2 berdiri meminta maaf karena selama ini melalaikan acara kontes nona Hering, untuk itu ia permisi minta ijin untuk lebih mengurusi kontes dengan baik. Jo Gook berjalan keluar meninggalkan walikota Boo shil yang marah tak bisa memanfaatkan Jo Gook untuk rencananya kali ini, “apa dia makan belut untuk sarapan? kenapa dia bisa lolos lagi?”

Walikota Boo shil menyeruput kopinya yang terasa tak enak, “Apa ini? Apa yang terjadi? Dimana Mi Rae? Apa hanya ada satu orang yang bisa membuat kopi? Apa yang salah dengan kopi ini?”
Kepala Park memberi tahu bahwa Mi Rae sedang cuti, dengan alasan untuk memulihkan diri. Walikota terheran2 mendengarnya, setahunya Mi Rae itu sangat sehat dan lincah, mengapa harus memulihkan diri.

Jo Gook dan Soo In memang berhasil kabur dari rapat walikota, tapi di luar gedung balaikota mereka malah bertemu para wartawan. Jo Gook bertingkah seolah2 ia bekerja keras untuk acara itu sampai2 matanya lelah. Soo In tersenyum geli melihat akting Jo Gook.   Jo Gook menanggapi pertanyaan wartawan soal kontes dengan kata2 yang sama persis dengan Mi Rae, nyontek nih ceritanya. Ia menjelaskan konsep acara yang diusungnya, memilih keindahan yang berbeda, hingga seleksi dilakukan secara berbeda. Bukan cantik harfiah seperti biasanya. tapi wanita2 cantik seperti Ibu Theresa dan Joan of Arc. “Apa cantik itu hanya tampilan luar dan fisik semata?" 
Jo Gook menyilangkan tangannya melambangkan jawaban TIDAK. Wartawan terlihat terkesan mendengar penjelasan Jo gook. Siapa yang gak percaya lihat gaya bicaranya Jo Gook? kalau dia bilang ada domba berbulu biru, pasti orang2pun akan mengiyakan.
 
Sementara itu, para peserta mulai berlatih dari cara berjalan, menari, sampai yoga. Saat latihan yoga, Mi Rae membuat kehebohan, ia buang angin. Para konsestan marah2 pada Mi Rae karena bau itu tanpa suara. Mi Rae mengerti, menurutnya teman2nya lebih suk jika di tambah efek suara, kali ini ia mengambil ancang2 dan mengeluarkan gas plus suara, kehebohan kali ini pun lebih gempar, wkwkwk.
 
Acara dilanjutkan ke galery, para Wartawan mengambil foto2 peserta. Mi Rae terus mencoba berada dalam tiap gambar yang diambil, tindakannya mengesalkan konsestan dan para wartawan.


Jung Do mendapat laporan dari stafnya, perusahaan yang menjadi panitia acara belum mulai bekerja jika mereka tidak menerima pembayaran. Padahal panggung harus segera dibuat. Mereka mengeluhkan perusahaan yang milik saudara Walikota, tapi mereka tak bisa berbuat banyak. Padahal tanpa kerjasama dengan pihak lainpun mereka sanggup menanganinya sendiri.
Jo Gook dan Soo In mendekati mereka, Jung Do memandang curiga pada Jo gook yang tumben2an datang “Apa tujuan dari kunjunganmu?“ 
“Apa kau tak tahu ketika di rapat tadi aku menguap ngantuk. Aku ke sini untuk mendapatkan kunci kamarku” Jung Do mengulurkan tangannya.
Jung Do memang menyerahkan kuncinya, tapi bukan menyerahkan dari tangan ke tangan melainkan dengan melemparnya di atas meja. Jo Gook kesal tapi ia berusaha mengabaikannya, mengambil kuncinya untuk segera masuk ke kamar. Sebelum ia pergi, Jung Do mempertanyakan perkataan jo gook dirapat tadi yang mengatakan ingin mengurus kontes. 
“Sepertinya Kepala Lee tidak tidur dalam rapat, apa yang bisa kulakukan?” Jo Gook terpojok ia tak bisa menghindar.
“kau perlu tahu dan paham tentang program acara, bukan hanya berdiri di sudut”
Jo Gook mengalah, ia mengambil dokumen dan membaca susunan acara. “Yoga, meditasi, jalan2, pelatihan, mengunjungi galeri, wawancara pers, pelatihan etiket. Apa yang kau ingin aku lihat? tak ada bedanya dengan program kontes kecantikan di kota lain.” Jo Gook juga mempertanyakan kinerja Jung Do yang seolah2 mau bersantai di balik acara 5 hari kontes itu dan menyarankan Jung Do membuat acara yang lebih baik.
“Baik, Jika kau begitu fasih dalam hal ini, mengapa tidak Wakil Walikota saja yang melakukannya? Dari saat ini, kami akan percaya pada kemampuan Wakil Walikota untuk menyusun program.” Jung Do pergi meninggalkan Jo Gook yang kesal.

Di kamarnya Jo Gook terlihat masih kesal pada Jung Do, “Kepala Lee itu punya kemampuan untuk membalikkan kata-kata untuk menyerang balik. Soo In justru merasa beruntung karena setidaknya Jung Do tidak sampai mundur, ia mengira Jung Do hanya gertak sambal.
 
Tapi Soo In salah, karena tidak lama kemudian datang staf acara yang memberitahu Jung Do telah membatalkan semua program untuk acara besok.
Jo Gook terkejut, dengan dalih menyayangkan acara sudah susah payah disusun ia mencoba agar program Jung Do kembali dilaksanakan. Tapi staf tadi mengatakan tak bisa, Jung Do adalah tipe orang yang tak bisa merubah keputusannya. Staf meninggalkan kontak para panitia acara dan minta pemberitahuan dari Jo Gook bila sudah ada jadwal baru.
Jo Gook kesal, “Mengapa di tempat ini ada seseorang yang kita tidak bisa kendalikan?
“Apa yang akan kau lakukan? Sepertinya dia benar-benar marah” jawab Soo In bingung
Jo Gook belum tahu, ia malah menyusun rencana lain. Ia minta Soo In segera menyelidiki dosa2 walikota Go, termasuk, istri, kerabat, tapi ia minta agar Soo In tak menyelidikinya sendiri tapi melalui orang lain.

Sendirian, Jo Gook benar2 bingung tak punya ide untuk menyusun acara kontes, ia teringat seseorang. Lalu menelpon orang itu yang tak kunjung mengangkat teleponnya.

Mi Rae sedang sibuk latihan menari, tapi gerakannya sering terlambat hingga ia sering menabrak peserta lain. Terpaksa Mi Rae berlatih sendiri sementara yang lain istirahat. Sambil beristirahat Para peserta mulai kasak-kusuk membicarakan Jo Gook yang siang tadi terlihat di hotel tempat mereka di karantina. “Wakil Walikota, ia sangat ganteng, seperti model, dia tidak terlihat seperti Pegawai Negeri Sipil“
Mi Rae kesal pada teman2nya, iapun ngegrundel soal Jo Gook yang mungkin mencarinya, suaranya terdengar oleh peserta lain, “Apa maksudmu?”
“kalian mendengarnya?, aku minta maaf“
“kau ini mengada2... siapa yang datang untuk melihat siapa?”
Mi Rae memperjelas ucapannya, “ tentang Wakil Walikota kan? Jujur saja ia satu2nya orang yang tak ingin aku berpartisipasi. Ia mengkhawatirkanku, jadi dia datang. Dia benar-benar merepotkan .... sangat merepotkan”
Para peserta tersentak tak percaya, tapi Mi Rae tetap meneruskan ucapannya, bahkan mengklaim Jo Gook itu pacarnya.. “pacar?” para peserta benar2 menganggap Mi Rae gila hingga terdengar sebuah suara, “Mi Rae-ssi!”
“Ya, saya peserta Nomor 9 Shin Mi Rae” jawab Mi Rae tanpa menoleh, ia lalu terkejut melihat Jo Gooklah yang memanggilnya.
“Wakil Walikota? Ini Wakil Walikota .... di sini??” Para peserta makin heboh berkasak-kusuk karena orang yangdi bicarakan tiba2 muncul.
“Mengapa kau tidak menjawab teleponmu? Apa kau tahu aku menghubungimu beberapa kali?" Tanpa ba bi bu Jo Gook langsung bertanya pada Mi Rae.
“jadi keduanya mengenal satu sama lain ... bagaimana bisa begitu ....?” para peserta berbisik2 bingung campur heran.
Mi Rae memanfaatkan situasi itu untuk membuat peserta lain tidak meremehkannya, "Ada saat-saat aku tidak bisa menjawab telepon ... aku sedang latihan."
“Kapan selesainya? Apa butuh waktu lama?" Jo Gook tak sabar ingin minta tolong MI Rae membuat program untuk kontes.
“Tentu saja. Tanpa aku, latihan tidak dapat dilanjutkan. Kenapa kau memanggilku?
Jo Gook sedikit tidak nyaman mengutarakan maksudnya disitu, “tempat ini tidak sesuai, bisa kita keluar dan membahas hal ini?"
 
Mi rae mengulurkan tangannya, tanpa Mi Rae sangka Jo Gook yang memang sangat butuh bantuannya menerimanya. Peserta kaget dan terkejut atas ucapan2 dan tindakan Jo Gook, mereka menganga tak percaya dengan yang terjadi didepan mata mereka, Jelas terlihat mereka percaya Jo Gook sangat menyukai Mi Rae dan mengejar2nya bahkan mengundangnya ke kamar. Mi Rae minta waktu untuk berganti pakaian.
Para peserta mengerumuni Mi Rae yang sedang merawat wajahnya bersiap menemui Jo Gook. Mereka memberi pertanyaan hampir berbarengan sampai tak jelas siapa bertanya apa. Setengah teriak Mi Rae meminta mereka diam, lalu meminta parfum tapi tak satupun memberinya. Mi Rae menuju kamar Jo Gook, “Mengapa ia harus muncul pada saat itu? Apa ia telah menganggapku wanita gila?” 
ia melewati troli makanan di luar, dan menemukan potongan lemon di sebuah piring. Mi Rae memeras lemon itu seolah2 sedang memakai parfum. ide bagus nih….parfum alami.

Dan malam panjang penuh debat antara Mi Rae dan Jo Gook pun dimulai. Mi Rae meminta maaf atas kejadian di ruang latihan, ia mengakui telah memanfaatkan Jo Gook dan melakukannya semata untuk untuk membalas teman2nya yang jahat. Jo Gook diatas angin, karena ia telah membantu Mi Rae, sebagai balasannya ia minta bantuan dari Mi Rae untuk membuat program dan jadwal kontes.

“Test menangkap ikan Hering?” Jo Gook terkejut membaca ide Mi rae
“Nona Hering harus tahu bagaimana menangkap ikan, mulai dari melempar jaring, menarik jaring, mengambil ikan yang terjerat, dan mengolahnya. hal itu lebih baik daripada hanya datang, foto-foto, lalu pergi begitu saja
“Kedengarannya terlalu keras dan sulit, apa gadis-gadis itu bisa melakukannya?
“Mengapa tidak? Nenek berumur 50 tahun saja bisa melakukannya, aku juga.."
“Apa lagi yang King Kong bisa lakukan?” Jo Gook benar2 takjub sekaligus menyindir dengan ke-bisa-an Mi rae yang beragam.
jari Mi Rae bersiap diatas tombol ‘delete’ “Aku akan menghapusnya, kau tidak perlu bantuan ku kan?”
Jo Gook buru2 mengambil laptop dari depan Mi Rae dan memuji hasil kerjanya. Mi Rae mengambil kembali laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya, ia tahu ia punya kelebihan maka ia mulai membujuk agar Jo Gook memberi nilai lebih tinggi. Ia harus menang kontes ini. Jo Gook mengakui Mi Rae punya potensi untuk menjadi politisi yang baik, tapi ia menolak memberi Mi Rae nilai lebih dengan alasan ia harus adil . Mi Rae kembali mengancam, telunjuk tangannya kembali bersiap diatas tombol delete.
Jo Gook mengalah, “Apa orang-orang di sini semua seperti itu? Mengapa kalian begitu menyulitkan?”

Mi Rae lalu memberi beberapa nomor kontak yang mungkin dibutuhkan Jo Gook. Jo Gook menghubungi nomor yang di beri Mi Rae, “disini penyewaan perahu? saya mau menyewa beberapa perahu”
Mi Rae disampingnya mengangkat telepon, “Berapa banyak yang Anda butuhkan?”
Jo Gook terkejut saat menyadari Mi Raelah orang yang ditelponnya. Sepertinya tangan Mi Rae ada dimana2, ada di setiap bidang usaha.
“kau akan mulai terbiasa …” Mi Rae berkilah.

Joo Hwa bertemu dengan Bong Seon Hwa, peserta nomor 5. Dari Soen Hwa akhirnya Joo Hwa tahu kalau mi Rae ikut serta kontes dengan nomor peserta 9. Joo Hwa menganga, “Apa ? Mi Rae berpartisipasi?”
“Bukan itu yang penting sekarang. yang paling menyebalkan adalah Wakil Walikota dan dia berada dalam kamar yang sama”.
Mulut Joo Hwa menganga lebih lebar, sementara Seon Hwa mengkhawatirkan posisinya yang mungkin kalah dari Mi Rae. Joo Hwa menenangkannya meminta Soen Hwa tidak perlu khawatir, hanya perlu mempersiapkan diri saja dengan baik.

Joo Hwa lalu pergi ke kamar Jung Do yang disambut heran Oleh Jung Do. Joo Hwa ingin mendapatkan informasi dari Jung Do untuk menghadang Mi Rae. Setelah panjang lebar berdebat, dan tak mendapatkan apa ia inginkan, Joo Hwa lalu pergi.
Sepeninggal Joo Hwa, Jung Do tersenyum mengingat suasana kamar itu bertahun silam. Kamar itu adalah kamar yang sama saat keduanya masih rukun sebagai suami istri.

Di kamar Jo Gook, Mi Rae mengatur janji dengan banyak orang untuk acara besok. Setelah Mi Rae menutup telponnya, Jo Gook siap2 berkomentar tapi di lawan dengan tatapan tajam Mi Rae. Jo Gook mengerti, ia langsung bilang, “sekarang aku hanya bisa mengatakan bahwa aku berterima kasih”. Mi Raetersenyum tapi kemudian ia merasa lapar dan merengek minta makan. Jo Gook terpaksa menelepon layanan kamar karena tak tahan dengan rengekan Mi Rae, ia minta dikirimkan makanan standar. Mi Rae merebut telepon dari Jo Gook, ia menambah pesanan 5 botol bir. 

Teman2 Peserta Mi Rae nemplok di pintu mencoba menguping. tapi gagal, mereka bahkan terlihat malu saat layanan servis mengantar makanan yang dipesan Jo Gook.

Jo Gook dan Mi Rae mulai makan hidangan. Sambil menyeruput spageti panjangnya, Jo Gook bertanya, “Apa kau senang datang ke sini?". Mi Rae dengan malu2 menjawab bahwa ia merasa gugup dan senang, apalagi saat Jo Gook menerima uluran tangannya. Ternyata ia salah mengerti, menurutnya Jo Gook tadi bertanya “Aku datang, apa kau senang?“
Jo Gook kesal, “telingamu benar-benar memilih apa yang ingin kau dengar” dan Mi Rae yang tak mau kelihatan malu mengalihkan perhatian dengan menawarkan bir, tapi Jo Gook tak menemukan pembuka botolnya.
 
Jo Gook baru mengangkat telepon untuk meminta pembuka botol ketika Mi Rae membuka tutup botol dengan garpu dan tutupnya lompat ke kolong kursi Jo Gook. Jo Gook sempat takjub, tapi begitu melihat Mi Rae mencari2 tutup botol tadi disekitar kolong kursinya, ia langsung jongkok di atas kursinya.
Setelah minum beberapa gelas, Mi Rae mulai berkicau bahwa ia adalah wanita berbakat yang tersembunyi dan bersembunyi di Balai kota dan tahu segala sesuatu, terutama tentang rahasia Walikota Go yang sangat banyak.
 
Jo Gook mulai tertarik soal rahasia walikota, ia menarik kursinya lebih dekat pada Mi Rae. “Misalnya, apa?” Jo Gook terus penasaran karena Mi Rae menyicil ceritanya.
Mi Rae berbisik, “Walikota Go itu botak. Dia punya sedikitnya 20 macam wig berbagai model dan ukuran. kau tidak tahu tentang itu?”
Jo Gook kesal karena Mi Rae memberitahu rahasia tidak penting, ia terus memberi Mi Rae minuman agar ia bisa mengorek informasi lain, tapi gagal karena yang Mi Rae ceritakan tak ada yang penting.
 
Jo Gook keluar dan saat kembali menemukan Mi Rae tidur di lantai. Jo Gook membiarkan Mi Rae tidur dilantai sementara ia naik ke kasur. Tapi Jo Gook tak bisa tidur, karena Mi Rae selalu menggertakkan giginya. Lalu Jo Gook melempar selimutnya untuk menutup mi Rae. Tapi Mi Rae malah terbangun dan tiba2 pindah ke kasur, Jo Gook kaget menghindarinya.


 
Esok paginya, Mi rae terbangun di sofa di lorong hotel. Mi Rae misuh2, “Bagaimana bisa ia menempatkan seorang wanita di tempat semacam ini, Bajingan itu. Oh?! Kepalaku!! Oh!”. Mi Rae mulai pusing akibat minuman semalam, ia lalu meninggalkan lorong sambil terus memikirkan bagaimana cara Jo Gook memindahkannya, saat memikirkan kemungkinan Jo Gook menggendongnya dipunggung, ia langsung mengkhawatirkan punggung Jo Gook. 

Mi Rae masuk terburu2 bergabung dengan peserta lain untuk sarapan. Teman2nya menatap ingin tahu, “kemana kau pergi dan tidur semalam?" 
"Kemarin...wakil Walikota…. “Mi rae menggantung jawabannya.
Teman2 peserta menebak tak percaya, tidur di tempat tidur Wakil Walikota???
 
Belum sempat Mi Rae memikirkan jawabannya, Jo Gook masuk sambil ia tertatih  memegangi punggungnya dengan ekspresi kesakitan. wkwkwk, sesuai dugaan Mi Rae. Jo Gook mengambil sarapannya sambil terus mengaduh membuat peserta lain tambah yakin memikirkan yang tidak2.
Mi Rae mengabaikan Jo Gook, ia lebih tertarik pada apa yang tersaji di meja prasmanan. Ia langsung menumpukan daging di piringnya, lalu menuju ke Meja Boo Mi dan Jung Do, menyapa keduanya.

Boo mi dan Jung Do takjub melihat piring Mi Rae, Boo Mi bahkan memarahinya, “Apa kau gadis gila? Bagaimana kau sarapan seperti itu? Lihat mereka, kau tidak melihat mereka hanya makan salad?” Mi Rae tak peduli. Jung Do menanyakan apa yang terjadi semalam, tapi Mi Rae tak mau menjawabnya, ia bersiap akan makan saat Jo Gook terhuyung datang ke meja mereka  membawa secangkir kopi. Jung Do dan Boo Mi melihat Jo Gook dan Mi Rae dengan aneh. Jo Gook terlihat kesakitan.
Jung Do menanyakan bagaimana Jo Gook terluka yang dijawab karena keseleo membawa "boneka" yang ternyata sangat berat. Ia lalu menyindir Mi Rae yang makan sangat banyak seperti sapi, bahkan menirukan suaranya, Mooooooo.
Mi Rae kali ini mengalah pada sindiran Jo Gook, ia menggeser piring dagingnya ke Jung Do dan mengambil piring salad Boo Mi bertingkah seolah2 itulah piringnya. “Yak, mengapa kau mengambil piringku?” Do Jung dan Boo Mi melongo….

 
Program pertama Joo gok dilaksanakan, para peserta naik kapal dan ikut membantu menarik jaring. hampir semua peserta mabuk laut termasuk Jo Gook. Sementara Mi Rae terlihat menikmatinya, bahkan tanpa canggung ia membuat fillet sashimi dan menyuapi Nelayan sasimi buatannya.
 
Kembali ke pelabuhan, Jo Gook tertarik memperhatikan Mi rae yang membantu para nelayan memindahkan ikan sambil mengobrol akrab dan tertawa bersama, sementara peserta lain sibuk mengeluhkan dandanan mereka. Mungkinkah ada penilaian lain dari Jo Gook?? 
Jo Gook permisi pergi pada Boo Mi. boo Mi kini sendirian membereskan sisa acara hari itu.  Ia melihat arlojinya, mengumumkan acara sudah selesai dilanjutkan dengan berfoto bersama Anggota Dewan yang akan datang meninjau. Para peserta berteriak senang langsung berdandan.
Boo Mi melihat Mi Rae dan heran Mi Rae tidak touch up. Mi Rae mengaku ia tak membawa peralatan, ia kini tahu kenapa para gadis itu selalu membawa tas mereka. Boo Mi minta Mi rae mendekat dan mendandaninya dengan make upnya.

Joo Hwa dan Anggota dewan lainnya datang, ia dengan cerewet mengomentari pelabuhan yang becek. Joo Hwa akhirnya melihat Mi Rae dengan matanya sendiri, “apa yang kau lakukan di sini, apa Balaikota memecatmu?"
“Apa Balai kota gila hingga mereka memberhentikan orang sepertiku?" Min Rae menunjukkan sabuk Pesertanya, “aku mengajukan cuti untuk acara ini “
Joo Hwa menyindir Mi rae dengan pedas lalu mengajak Boo Mi berfoto, Boo Mi membantu membalaskan kekesalan Mi rae, ia menjawab dengan bahasa santai yang bisa dianggap meledek Joo Hwa.

Peserta kembali ke hotel, mereka mengeluhkan acara hari itu yang membuat badan mereka pegal2 dan bau. Mi Rae dengan sabar mengingatkan teman2nya, “orang-orang itu telah bekerja keras seperti itu sepanjang hidup mereka. kalian disana tidak bekerja, lalu kakimu terasa mati rasa? hanya sibuk berlindung di bawah payung, membuat kakimu mati rasa?“
Peaserta berbalik marah pada Mi rae yang menurut mereka sombong karena kenal dekat dengan wakil walikota.

Jo Gook menatap pemandangan senja dari jendela kamarnya, ia ingat kejadian bersama BB ketika ia masih kecil dengan ibunya.
"Siapa Ajusshi itu, Omma?"
"sosok yang akan aku benci seumur hidupku. Jadi jangan kau tanyakan siapa dia"
Jo Gook kecil mengangguk , “apa aku juga harus membenci nya?"
 
Ibu Jo gook mulai menitikkan air mata, ia berjongkok membelai putranya, "kau bukan anak2 lagi. kau sudah dewasa, anakku"
Jo Gook kecil menyeka air mata ibunya.
Jo Gook menghela nafas, ia lalu ingat pertemuannya dengan BB terakhir kali dan omelannya soal kinerja Jo Gook. Jo Gook mendesah memegangi kepalanya, terdengar bel pintu berbunyi. Mi Rae yang datang membawa rencana program untuk besok, “Aku tadi mengerjakannya di loby, kau tahu dengan baik kemampuanku. Kau hanya perlu menekan 'enter' dan akan segera tercetak. Layanan masyarakat untuk merenovasi rumah kumuh. Kita hanya perlu memasang wallpaper baru. Peserta yang lain takkan kesulitan“
“mengapa kau tidak mengerjakannya disini?”
“Aku tidak ingin tidur di sofa lorong lagi. Lagipula tidak baik untuk punggungmu, tampaknya punggungmu lemah...." Mi rae menyindir punggung Jo Gook, "Lalu bagaimana?”
 
“punggungku baik-baik saja “
“bukan punggungmu. aku menanyakan program kontes, sepertinya pendengaranmu juga hanya ingin mendengar apa yang mau kau dengar“ , Mi Rae gantian membalas Jo Gook.
Ia memberi saran jika anggaran memungkinkan, akan lebih baik jika mereka juga bisa memperbaiki pipa air, furnitur mereka... Mi Rae berhenti melihat Jo Gook menatapnya tajam, ia sadar meminta terlalu banyak.
Ia lalu memberi kontak orang2 yang bisa membantu mengerjakan program itu, sebagian besar orang2 yang di maksud adalah Mi Rae sendiri.
Mi Rae pamit pergi, ia menyarankan Jo Gook beristirahat karena pasti lelah setelah naik perahu tadi.

Jo Gook memanggil Mi Rae yang akan keluar, “Apa kau tak bisa dengan satu karakter saja? aku lebih suka kau yang kemarin”, Jo Gook malah bingung sendiri kalau Mi Rae tiba2 menjadi cewek manis.
Mi Rae berbalik menatap jo Gook, ia menyatakan baru Jo Gook lah pria yang tahan 1 jam bersamanya. Biasanya ada saja hal2 yang terjadi bila ia bersama pria, keluarga, teman yang tiba2 datang. tepat saat itu bel pintu berbunyi yang mengagetkan Mi Rae, “Lihat!”

Soo In masuk dan kaget melihat Mi Rae, Mi Rae dengan canggung menyapanya. Jo Gook bertanya ada apa, Soo In mengabarkan ibu Jo Gook telah tiba.
“Malam ini? Bukankah Ibu seharusnya datang besok pagi?”

 
Ibu Jo Gook dirumah dengan para pekerja yang sibuk memindah2kan barang. Ibu Jo Gook sibuk dengan pikirannya sendiri, ia tak memperdulikan pekerja yang menanyakan diama harus diletakkanmya sebuah kursi. Jo Gook datang, ia langsung memberi tahu dimana kursi itu semestinya diletakkan. Jo Gook lalu mendekati ibunya, “Ibu seharus datang ke sini pada siang hari. Aku pikir ibu akan datang besok pagi”
“Kau seharusnya sudah tahu bahwa aku tidak suka melakukan hal-hal di siang hari. Para tetangga akan melihatku” Ibu Jo Gook menjawab dingin, ia menuju kekamar sambil tak lupa mengomentari wall paper yang menurutnya jelek--waaah, wallpapernya dari Mi rae tuh bu, si calon mantu. Jo Gook tertegun mendengar jawaban ibunya, tapi wajahnya berubah sumringah saat ia mendengar suara anak kecil, “Appa! Ajusshi” seorang anak kecil ganteng menyambut Jo Gook dan Soo In. Jo Gook memeluk putranya, ia memuji Jo Rang yang berhasil menjaga neneknya dan membawanya ke sana. Jo Rang menjawab itu memang kewajibannya sebagai anak lelaki. Ia lalu bertanya soal anak anjing di halaman.
 
“anak anjing? Itu hadiah dari paman Soo In"
“Sungguh! Apa itu benar? Siapa namanya?Apa laki-laki atau perempuan?" Jo Rang menatap Soo In dan memberondongnya dengan pertanyaan2. Soo In tersenyum mendekati Jo Rang, “kau hanya perlu merawatnya dengan baik. Jika tidak maka anjing akan menggigit pemiliknya.” kayaknya ada tekanan dalam nada suara Soo In, Jo Gook menoleh menatap Soo In. Soo In mengabaikan pandangan Jo Gook, ia membawa Jo Rang untuk melihat anjing

Jo Gook akan menemui ibunya di kamar, tapi pintu tiba2 di tutup. hm, jadi penasaran, ada apa antara Jo Gook ma maminya??

Esok paginya, peserta melakukan pelayanan masyarakat di rumah nenek Kyung Hee, Jung Do, Boo Mi ada disana untuk mengawasi. Jo Gook juga datang untuk melihat kegiatan.
“Semua orang bekerja keras” Jo Gook memuji para peserta yang terlihat sibuk. Para peserta menyapa balik Jo Gook. Jo Gook memuji program hari itu, ia melihat Mi Rae keluar menggotong perabotan.
“kau mempunyai asisten yang bagus” Jung Do memuji orang di balik program yang disusun Jo Gook, kayaknya dia dah tahu itu ide Mi Rae.
Mi Rae melihat Jo Gook, “kau ada di sini” ia lalu melepas sarung tangannya dan melemparkannya di Jo Gook, “Apa kau melihat tumpukan wall paper ini? Tolong bantu aku untuk membawanya ke dalam ..Cepat ..Cepat!!”
Peserta terkejut melihat Shin Mi Rae seenaknya memerintah Jo Gook. Jo Gook mencoba untuk meminta Jung Do yang membantu mi Rae, tetapi Jung Do pura2 tak melihat dan menyibukkan diri dengan staf Yang.

Jo Gook terpaksa mengikuti Mi Rae masuk ke dalam rumah. “Wall paper ini... “ Jo Gook menunjuk wall paper yang dipasang Mi Rae, ia mengenalinya.
“Oh! Aku lupa. Ini persis sama dengan wall paper di rumah Wakil Walikota. pantas aku merasa familiar”
“Berarti harganya.... “ blm sempat Jo Gook menyelesaikan pertanyaannya, Mi Rae buru2 mengalihkan perhatian, ia meminta teman2nya agar lebih rajin “Peserta 1,2, dan 3 apa yang kalian lakukan di sana? Wakil Walikota ada di sini, mengapa kalian semua begitu lambat, cepat! Cepat !!”

Boo Mi datang untuk mengumumkan kedatangan Walikota untuk menengok acara dan berfoto bersama. Mi Rae terkejut mendengarnya, sementara Peserta bergegas keluar dan merapihkan diri, Mi Rae langsung menutup pintu tanpa sempat membiarkan Jo Gook keluar

“Apa yang terjadi? “ Tanya Jo Gook heran
“Apa yang harus kulakukan?“ Mi Rae dengan panik berusaha mencari tempat untuk bersembunyi
“Apa yang sebenarnya yang terjadi padamu?” Jo Gook benar2 bingung, ia mencoba untuk membuka pintu dan Mi Rae buru2 menutupnya. (pas scene adegan ini, pemeran jo Gook beneran kejepit pintu, makanya anak2 jangan main di pintu ya?!)
“Tidak, kau tidak boleh!!” selain tak membiarkan Jo Gook keluar, ia juga minta agar Jo  Gook diam.

Peserta di luar bersiap berfoto bersama Walikota, belum sempat shoot, datang nenek. Nenek Kyung Hee yang dijemput asisten Park pulang kerumahnya hanya untuk berfoto misuh2, “ Mengapa kau mengganggu waktu dagangku, foto untuk apa?”

Asisten walikota menjelaskan hal2 yang telah dilakukan untuk rumah nenek, sebagai ucapan terima kasih, setidaknya nenek mau untuk berfoto bersama walikota. Wakilota menyambut nenek, ia meminta Nenek duduk disampingnya. Nenek Kyung Hee masih kesal, ia mengatakan bahwa tidak datang karena Walikota, tapi karena seorang gadis cantik. "dimana dia?"
“Siapa?” walikota bingung dengan pertanyaan nenek

Di dalam, Mi Rae makin panik berusaha menyembunyikan dirinya dan Jo Gook benar-benar bingung

"Dimana dia?? Matanya indah, hidungnya bagus, bahkan memiliki bentuk tubuh yang indah, dia adalah Mi Rae. Bukankah Mi Rae, itu bekerja bersama Anda Walikota?” nenek Kyung Hee terus mencari2 Mi Rae.
 
Orang yang dicari malah sibuk sembunyi. Mi Rae mengambil roll vinyl (pelapis untuk lantai), ia segera menggulung dirinya bersama Jo Gook setelah sebelumnya meminta Jo Gook memegang ujung satunya.
“Sekarang apa yang kau coba lakukan?” Jo Gook terheran2.
Mi Rae buru2 membekap Jo Gook, “Ssst ... Apa kau gila?? Apa kau ingin aku ditemukan? jika aku dipecat, kau akan mengurusku? Cepat jongkok!“
Kemudian pintu terbuka, kepala walikota Boo shil dan banyak kepala lainnya melongok ke dalam ingin tahu. Mereka tampak tertegun, terkejut tak menemukan Mi Rae tetapi malah melihat Jo Gook yang sedang memegangi vinyl.
Ujung Vinyl mulai terlepas dan otomatis menggulung jatuh, menampakkan Mi Rae yang terpejam berjongkok memeluk erat kaki Jo Gook. Jo Gook mencoba untuk memberitahu Ni Rae dengan menggoyangkan kakinya. Mi Rae yang blm tahu keadaan malah mempererat pelukannya, Jo Gook pun menggoyangkan kakinya lebih keras. Bengan sedikit tak nyaman, Jo gook menyapa walikota.
Mi Rae membuka matanya perlahan dan berbisik, “Apa?” dan mengikuti arah mata Jo Gook, ia terkejut dengan apa yang dilihatnya……


--SeManGaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!--

8 komentar:

ayano mengatakan...

kim sun ah lucu bgt disitu..apa dya emang seringnya maen drama yg lucu2 ya...hehhe
mksih postingan sinopsisnya...
lam kenal yah..

ai mengatakan...

hehe, iya dia lucu banget, keren dapet 2 award dia lewat drama ini.... aku juga baru liat dia disini ma di kim sam soon.. duanana lucu... tapi gak tau kalo drama/film yang lainnya.. tapi menurutku aktingnya disini bagus banget, apalagi yang jadi Jo Gook :)

ai mengatakan...

aku juga baru liat dia disini ma kim sam soon, dua2nya emang lucu... tapi gak tau kalo drama/filmnya yang lain

TUKANG CoLoNG mengatakan...

videonya ga ada ya di youtube?

ai mengatakan...

adakali ya... inetku lola pisan, jadi gak pernah hunting video, percuma gak bisa buka, hahah

TUKANG CoLoNG mengatakan...

Oooh.. wah,hahahaha

nana mengatakan...

gantengnya pacarku oi..wkwkwk

ai mengatakan...

wkwkwk, teteh, ngaku2 pacar ihhhhhhhh..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...