Minggu, 23 Oktober 2011

[Sinopsis] The City Hall -- Episode 14 part 2

Mi Rae membuktikan ia tetap Mi Rae yang sama walau ia seorang walikota sekarang. Bersepeda menuju City Hall membuat Mi Rae lebih leluasa menyapa orang-orang yang di jumpainya.
Ia pun tak keberatan saat ahjuma pemilik toko meminta bantuannya untuk mengantar Kimchi ketimun ke ahjuma toko yang lain.
Mi Rae mampir saat melewati rumah Jo Gook. Ia menggantungkan kantung kresek di pagar Jo Gook.
Tak lama Jo Gook keluar, ia menemukan kantung kresek itu dan membukanya.
3 buah kotak kecil susu dengan notes. Awalnya ada nada suara Mi Rae seperti mbak Veronica-nya tel**sel, “Pemilu Hotline: Untuk konsultasi gratis dan layanan pesan suara otomatis, silakan tekan 1…. “
yang otomatis membuat Jo Gook menahan tawa, masih ada lanjutannya, “Jika kau menginginkan koneksi langsung ke CS yang cantik, kau mungkin akan kalah pemilu… Oleh karena itu, jangan memikirkan hal lain hari ini. Hwaiting!!” Jo Gook lega telah mendapat sumber energinya hari ini.
Perubahan Jung Do mengejutkan Mi Rae dan Boo Mi, tapi mereka lalu mencandai apa mungkin Jung Do putus dengan seseorang. Jung Do tak menyangkal, tapi bukan itu yang ingin ia bahas, ia menanyakan dimana salon yang bagus buat manicure, wkwkwk. Jung Do juga memamerkan kemeja pinknya yang baru.
Candaan mereka berlanjut ke Jw yang keterlaluan karena membuat Jung Do berubah 180 derajat. Mi Rae membela Jung Do, ia mengingatkan Boo Mi dulu juga hampir mencukur kepalanya saat Han Ryang menolaknya. Memang apa bagusnya Han Ryang? Boo Mi menjawab malu-malu bahwa malam-malamnya bahkan lebih indah dari siang harinya Mi Rae, ia bahkan sudah punya 3 anak! Wkwkwk, omongan ahjumma.
Waktunya kerja! Semua berkumpul termasuk trio cityhall. Mereka membahas masalah
penyewaan dan pinjaman mesin pertanian gratis. Pertimbangan itu di karenakan mahalnya harga mesin pertanian, padahal para petani yang 70%nya justru wanita dan orang-orang tua memiliki tenaga yang terbatas. Keadaan ini memperpuruk petani ke jurang hutang.
Trio cityhall memberikan applaus tanda kesetujuan mereka.
Sementara itu kandidat anggota kongres ternarsis, Jo Gook membaur dalam tarian pendukung kampanyenya. Seneng ngeliatnya, Jo Gook begitu eye catching karena dia yang paling tinggi di antara kerumunan dan tak tahu malu, haha. Dan fansnya kebanyakan kaum hawa!! Dua ahjuma paling depan minta Jo Gook berpose, mereka memuji ketampanan Jo Gook dan mengaku sebagai Jo Yong Mu (=keberanian). 
Jo Yong Mu adalah nama fansclubnya Jo Gook. Jo Gook senang walau ia tidak tahu artinya. Ternyata Jo Yong Mu adalah singkatan dari "Tanpa Batas kemuliaan bagi Jo Gook dan masyarakat"! wkwk, ahjuma ni malah bikin Jo Gook makin bangga dengan kenarsisannya. Jo Gook membantu merapihkan kerah baju si ahjuma, dan hasilnya teriakan dukungan yang makin histeris, ckckck.
Kata-kata Jo Gook memang manis; “Aku akan menggunakan senyumku untuk menghilangkan keriput wajah ibu tua ini…. Aku akan membantu meringankan beban berat di bahu rapuh bapak tua ini….”. tak heran ia punya banyak pendukung. Tak Cuma itu, para ahjuma berebut menyuapi Jo Gook dan mulai antri foto bareng , wkwkwk, kayak ama artis aja.
Dan berita soal Jo Gook pun memenuhi surat kabar. Si kuda hitam supermannya Inju yang popularitasnya lebih daripada selebriti dan mencuri hati setiap wanita.
Jo Gook dan tim suksesinya makan bareng di resto bubur. Ia tersenyum penuh arti pada foto Mi Rae yang terpasang sebagai banner disana. (Banner itu menyebutkan kalau resto itu adalah resto bubur favoritnya walikota Shin).
Soo In penasaran, ia ikut menoleh ke arah yang dilihat Jo Gook. Saat tahu itu foto Mi Rae, Soo In melihat Jo Gook dengan pandangan aneh. Wkwkwk, tanpa bicara lewat tatapan mata Jo Gook menyuruh soo In melanjutkan makannya saja.
Mi Rae dan para staf ke lapangan, mereka melihat langsung sibuknya petani. Dengan pertimbangan para petani sibuk berat di masa puncak (=panen dan masa tanam), Mi Rae punya usul untuk membagikan menyediakan makanan pada masa itu. Trio cityhall memuji Mi Rae dan otomatis membuat Jung Do heran apa senjata Mi Rae untuk menaklukan mereka.
“”My beautiful killer smile?” jawab Mi Rae narsis, membuat senyum para staf berubah jadi illfeel wkakak.

Sebuah sms masuk, berisi sms ‘aku ingin koneksi langsung ke CS yang cantik’. Mi Rae tahu itu dari Jo Gook, ia pun pamit pada stafnya dan memberitahu ia harus menjadi tutor seseorang.
“Tutor?” tanya para staf serentak.
Mi Rae memilih menikmati wajah Jo Gook dibanding menikmati spaGoo Haeetinya. (ah jadi inget adegan Eunsul yang makan spaGoo Haeeti bareng Muwon di Pelangidrama).
Selain senang bertemu Jo Gook, Mi Rae menyimpan tanda tanya besar soal mereka yang selalu bertemu
di hotel.
Jo Gook minta Mi Rae mendekat, ia berbisik bahwa orang-orang tak boleh tahu kalau mereka sering bertemu. Mi Rae memberitahu kalau soal ketahuan, mereka bisa saja ketahuan saat keluar atau masuk.
Tapi keheranan Mi Rae yang lain adalah Jo Gook kan sekarang pendukungnya sudah banyak, kenapa ia masih butuh tutor seperti Mi Rae? Jo Gook menjawab karena Mi Rae yang menggodanya lebih dulu dengan pesan di susu yang seolah berarti bahwa ‘Aku rindu padamu sampai mati, mari kita bertemu’.
“Jika kau merindukanku, katakan langsung kau merindukanku. Jangan muter-muter”
Mi Rae mencoba memberitahu hal yang tak penting untuk di ajarkan pada Jo Gook, Jo Gook tertawa. Mi Rae bingung kenapa Jo Gook tertawa.
“Jika aku tak tertawa, kau mungkin merasa takut.”
“Mengapa mesti takut?”
“Ini adalah hotel. Bahkan ada tempat tidur di sana… Jika kau merasa bahwa tempat tidur terlalu jauh, ada juga sofa di sini… Aku lebih kuat darimu, dan tak ada yang melihat kita…. kesimpulannya, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan…. Paling-paling, aku hanya akan dapat pukulan”
Mi Rae tegang, ia otomatis menyilangkan tangannya di dadanya. “Param (=player)”
“Apa aku tampak sedang mempermainkanmu sekarang?”
“memangnya tidak?”
“Bagi aku, Shin Mi Rae bukan Param (=arti lainnya adalah angin), tapi topan… “ hwaaaa, meleleh kalo aku jadi Mi Rae. Jo Gook mencoba memberi gambaran semua harta bahkan dirinya bisa terbawa (baca rusak) karena ia mencintai Mi Rae. Ia tahu harus menGoo Haeindarinya agar ia aman, tapi ia tak bisa. Ia dapat menghalau angin, tapi jika itu topan, Jo Gook mengaku tak berdaya.
Merekapun saling tatap mengukur isi hati masing-masing.
Suara bel terdengar. Jo Gook membukakan pintu karena orang itu mengaku dari layanan kamar. Tapi ternyata bukan, seorang pria menghambur masuk melewati Jo Gook dan berhasil menjepretkan kameranya berkali-kali ke arah Mi Rae.
Jo Gook menangkap pria itu, “Siapa kau? Apa yang kau inginkan?”
“Ada berita bahwa Walikota baru dan kandidat kongres bertemu diam-diam. Aku datang untuk melakukan wawancara. Tapi tampaknya hubungan kalian jauh lebih intim dari yang kupikir”.
“Untuk siapa yang kau kerja? koran mana?” Jo Gook tambah meradang karena yang diincar tak Cuma dirinya tapi juga Mi Rae.
Si pria klimis tak mau mengaku, ia mengancam berita itu akan keluar besok.
Jo Gook menyeret si pria keluar, ia tetap tak mau mengaku. Ia bahkan memberi bocoran kemungkinan beritanya, ‘Calon Kongres Jo Gook, yang sudah punya tunangan ditemukan sedang kencan rahasia dengan Mi Rae kekasihnya, melakukan pada wartawan. Dan itu kekasih rahasianya itu adalah Walikota ‘.
Jo Gook urung memuekul pria itu, ia berniat memusnahkan foto-foto barusan saja, tapi urung karena pria itu mengaku punya banyak koleksi foto yang lain yang ia ambil sebelum-sebelumnya dan bisa jadi akan di bocorkan kalau sampai Jo Gook merusak yang sekarang.
Jo Gook meradang, ia akan melipatgandakan berapapun yang pria itu dapat asal tak meneruskan ancamannya. Jo Gook juga ingin tahu siapa targetnya, ia atau walikota Shin.
Si pria tetep keukeuh tak mau bicara.
“Enyahlah… Tapi ingat ini, Jangan ganggu Walikota Shin. Tak peduli apa yang kau lakukan padaku, jangan pernah menyentuh Walikota Shin. Jika kau melakukannya, aku akan
pasti membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri.
Setelah pria itu pergi, Jo Gook meninju tembok didepannya sebagai pelampiasan.
Ia lalu menelpon pengacaranya dan langsung bilang akan menuntut seorang wartawan yang telah memfitnahnya dan dim-diam mengambil fotonya. Jo Gook mengaku kalau foto-foto itu bocor akan ada masalah, ia ingin memastikan ia selangkah lebih dulu dari wartawan klimis tadi.
Jo Gook mengantar Mi Rae pulang. Jo Gook meyakinkan Mi Rae untuk tak memikirkannya dan beristirahat. Tapi Mi Rae tak bisa, ia tetap mengkhawatirkan walau foto itu tidak menyebar, tapi kenyataan ada orang yang menyelidiki mereka berarti rumor tentang mereka sudah ada.
Jo Gook memberi ide, bagaimana jika mereka menjawab semua pertanyaan entah dari wartawan atau bukan, dengan jawaban tak ada apa-apa antara mereka. Mi Rae tergugu, baru saja tadi Jo Gook mengaku ia adalah topan di hatinya Jo Gook dan sekarang minta mereka mengaku tak ada hubungan apa-apa? Mi Rae mencoba mengerti ia pamit dan minta Jo Gook pulang dengan hati-hati.
Bahkan Kini Mi Rae harus membuka pintunya sendiri!
Mi Rae melangkah gontai, Jo Gook mengejar Mi Rae dan memeluknya.
“Kau harus ingat. Tak ada apapun di antara kita” Jo Gook mengingatkan Mi Rae kembali, tapi kali ini dengan pelukan erat.
Mi Rae menangis, ia membalas pelukan Jo Gook, Mi Rae tahu sekarang isi hati Jo Gook sebenarnya.
Ternyata yang di kejar pria klismis bukan uang Jo Gook atau Mi Rae, tapi uang dari Goo Hae!! Ia lah yang selama ini mengirim foto-foto Jo Gook pada Goo Hae. Pria itu mengaku bisa saja memberikan foto itu pada partai lawannya Jo Gook, tapi ia memilih Goo Hae karena yakin Goo Hae bisa memberiak uang yang jauh lebih banyak.
“Apa kau pikir calon Jo Gook akan terpilih?” mendengar jawaban Ya, dengan pintarnya Goo Hae minta si pria tadi terus mengambil dan mengirim gambar. Jika nanti Jo Gook sudah pasti terpilih, ia baru mau melanjutkan pembicaraan itu. Walau ia belum tahu berapa yang diminta, mungkin saja Goo Hae akan memberi lebih.
 
Jo Gook sedang berkampanye saat bertemu dengan rombongan kampanyenya mantan Gubernur Yoo.
Mantan Gubernur Yoo menyindir Jo Gook yang mengkhianati partainya pasti akan mudah juga mengkhianati rakyat. Jo Gook membalas bahwa ia justru meninggalkan Partai karena tidak mau mengkhianati rakyat. Baginya ia ibarat minum susu dari ular berbisa, padahal yang diminumnya itu racun. Jo Gook juga tak lupa menceritakan aib gubernur yang di curigai meyelewengkan Pajak.
Mantan Gubernur Yoon berang, ia mencengkram leher Jo Gook. Tapi tak lama keramaian mulai heboh. Kandidat pemilu kongres bermunculan, karena satu orang…
Orang itu adalah BB!! Kemunculannya di kota kecil Inju menarik perhatian para tokoh politik.
Tapi kedatangan Bb itu, UNTUK JO GOOK! Jo Gook hampir tak berkedip memandang ayah yang tak pernah mengakuinya kini datang padanya dan memeluknya!!
Lawan politik Jo Gook menganga tak percaya, begitu juga dengan Jo Gook.
Menjawab pertanyaan para wartawan yang ingin tahu, Bb menjawab diplomatis, “Ini memang merupakan pertama kalinya aku meninggalkan rumah setelah sekian lama (baca terlibat politik).. Ya, itu karena dari orang ini..” Jo Gook menoleh, sepertinya ia berharap itu dukungan secara pribadi, tapi tidak. Kata-kata Bb berikutnya menunjukkan kalau kedatangan BB murni untuk show up.
“Dia adalah seseorang yang aku anggap bakat muda yang sangat kami butuhkan di dunia politik saat ini. Karena memiliki seseorang seperti ini yang mewakili Inju sebagai kandidat kongres, Aku merasa itu adalah nasib baik bagi Inju!”
Kata-kata yang mengobarkan semangat pendukung Jo Gook, tapi tidak bagi lawan-lawannya.
Jo Gook dan Bb pun makan siang berdua. Walau dengan sedikit tatapan tajam, Jo Gook menjaga sopan-santun dengan menuangkan minuman untuk ayahnya. Bb bertanya tipikal seperti apa walikota baru Inju yang baru.
“Tekanan politik, uang, atau kekuasaan tak mempan untuknya. Dia bukan tipe orang politik.”
“Mengapa kau membesarkan orang yang seperti itu?”
“Bukan aku yang membesarkannya, tapi warga kota Inju yang memilihnya.”
BB menyindir Jo Gook emosional setelah hidup di pedesaan beberapa bulan. Ia lalu menanyakan kabar Jo Gook.
“Anda pasti tahu lebih baik daripada diriku sendiri”
Bb tersenyum, “Setelah meninggalkanku, apa kau sudah mendapat apa yang kau inginkan?” Jo Gook mengaku sudah, ini pertama kali nya sejak ia lahir Bb secara sukarela menemuinya. Bb meralat, ia juga dulu pernah mendatangi Jo Gook. (adegan mama Jo Gook menerima segepok uang di depan bar yang kini jadi resto kitchen).
“Saat itu, kau tidak datang untuk menemuiku… Kau datang agar kau tak harus melihatku lagi.”
“Aku maklum kalau kau berpikir seperti itu… tapi sebenarnya saat ini kedatanganku juga bukan untuk menemuimu…” Oh, poor Jo Gook….
Karena yang di tunggu Bb sebenarnya adalah Mi Rae!!
**Starting the Day with a Big.. Big.. Big.. Big.. SMILE!!!!**

3 komentar:

Dewi Cendrillon mengatakan...

teh ditunggu kelanjutannya ^____^

Anonim mengatakan...

mian, baru sempat komen untuk yang pertama kalinya..
aq suka sama postingan d blognya teh ai..
d tunggu klnjutan sinopny teh..
keep fighting teh..
^_^
delfi

ai mengatakan...

baru mau proses upload gambar nih... mudah2an bisa cepet, makasih dah mampir n komen^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...