Sabtu, 03 Juli 2010

Almost Love (Part 1)


Tadinya mo bikin Mr. Wacky... tapi kok dah ampir separuh jalan (bukan separuh nafasnya Dewa ya), greng-nya gak muncul-muncul.... jadinya kemaren keluar Kim Jae Won dan sekarang Almost Love deh...
mencuri2 waktu diantara kehebohan rumah dan kerjaan, akhirnya jadi juga part 1 nya....

Film ini berkisah tentang Lee Ji-Hwan (diperankan oleh Kwon Sang Woo) dan Jin Dal-Rae (di perankan oleh Kim Ha Neul), dengan Moon Young-Hoon (Lee Sang Woo) ikut terlibat....
( Ji Hwan kecil yang jadi adiknya Geum Jan Di, yang jadi Dal Rae kecil yang jadi kecilnya Kang Hee di Fashion's 70)


Ji Hwan sedang membuat sinopsis film. Ia menulis sambil membayangkan adegan-adegannya, tentu saja dengan beberapa scene tentang keahlian beladiri seperti film-film aktor pujaannya, Jackie Chan.
bayi "Jackie Chan" -kalo bayinya kayak gini, mak2 paraji bisa langsung semaput tuh hehe

Impiannya adalah menjadi aktor laga yang lebih hebat dari Jackie Chan. Ia berusaha meniru apapun yang bisa ia lakukan agar bisa mirip sang pujaan, termasuk potongan rambut yang mirip. Saking keras usahanya, perjalanan menuju rumah Dal Rae sahabatnya sedari kecil, diubahnya bak latihan profesional (melompat-lompat, bahkan bersalto --walau kadang jatuh dan menarik perhatian orang-orang).

Sesampainya dirumah Dal Rae, Ji Hwan tidak mau repot-repot mengetuk pintu pagar yang masih tertutup, ia melompatinya lalu mengetuk jendela kamar Dal Rae dengan keras.
Dal Rae yang sedang tidur terbangun dengan kaget, ia marah sambil membuka jendelanya tetapi tidak menemukan siapapun (Ji Hwan merunduk dibawah jendela).

Berkaca mengamati wajahnya sendiri, Dal Rae merasa ia harus segera merawat wajahnya, karena ia bercita-cita menjadi aktris terkenal. Ia lalu berlatih dialog dengan serius, sampai ia sadar ada 2 orang anak sekolah memperhatikannya dari balik pagar melalui jendelanya yang terbuka lebar. Dal Rae langsung gugup dan menutup gordennya, itulah kelemahannya, ia ingin menjadi artis namun tidak bisa berbicara didepan orang lain.

Di ruangan lain, Dal Rae menggerak-gerakkan kaki dan lengan ayahnya sambil mengajaknya berbicara. Ayahnya yang sedang sakit (sepertinya stroke) hanya diam mendengarkan, tapi matanya seperti melihat sesuatu. Dal Rae mengikuti arah mata ayahnya dan menemukan Ji Hwan di balik jendela membawakan beberapa tangkai bunga untuk Dal Rae dan bertingkah konyol, yang membuat Dal Rae tertawa.

Dal rae mendatangi lapangan tempat kekasihnya, Young Hoon, berlatih taekwondo. Young Hoon begitu gembira, mendekati Dal rae dan mengantarnya ke kelas sambil menggenggam tangannya. Dal rae terlihat risih, Young Hoon menenangkannya dengan berkata "butuh waktu tiga bulan untuk bisa menggandeng tanganmu".
Sambil berjalan, sesekali Dal Rae celingukan, Young Hoon menebak Dal rae mencari Ji Hwan (Yong Hoon dan Ji Hwan berlatih taekwondo di tempat yang sama). Young Hoon berkata hari itu Ji Hwan tidak terlihat datang latihan, juga tidak menelpon untuk memberi kabar.


Di tempat lain, Ji Hwan sedang memakai kostum diruang Artis, ia dalam persiapan sebuah syuting film anak-anak. Dalam scene pertarungan Ji hwan sedikit terluka.


Di halaman rumahnya, sambil berusaha memperbaiki sepatunya yang jebol, Ji Hwan menggoda ayahnya yang terlihat serius menulis sesuatu, tentang apa sesungguhnya pekerjaan ayahnya, ayahnya pernah mencoba beragam profesi, supir truk, penyanyi, bahkan pelatih tari (sambil membayangkan ayahnya dengan masing-masing profesi tersebut).
Percakapan mereka terhenti oleh kedatangan Dal Rae dan Young Hoon yang membawakan makanan untuk mereka. Ayah Ji Hwan mengamati Young Hoon (mungkin ia merasa Young Hoon lebih ganteng dari anaknya :p).

Setelah merendam Soju dalam air agar terasa lebih dingin (kulkasnya Ji Hwan rusak), Dal Rae mendekati Ji Hwan yang masih asyik dengan sepatunya, sementaraYoung Hoon menemani pak Lee, ayahnya Ji Hwan.
"apa ini semua pernah dicuci?" tanya Dal rae menyentuh jemuran kaos kaki yang berjejer." tidak seharusnya aku kemari" lanjut Dal Rae menyesal (ia terbiasa membereskan kekacauan dirumah ji Hwan).
"ya, Ji Hwan mengatakan kamu yang harus mencucinya kembali agar yakin benar-benar bersih. dia hanya memintaku untuk membasahinya dan menggantungnya" seru pak Lee menyela dari belakang.
Ji Hwan diam-diam tersenyum senang karena Dal Rae terpancing untuk membantunya mencuci.
"mengapa kau memperhatikanku seperti itu? apa aku kelihatan tampan?" tanya pak Lee yang merasa diperhatikan Young Hoon. (lha gimana Young Hoon gak keder, tangannya digenggam erat oleh pak Lee, dia gak bisa kabur).
"ya, anda tampan" jawab Young Hoon takut-takut
pak Lee tertawa sambil menghempaskan tangan Young Hoon (akhirnya, pikir Young Hoon) "apa? kau terlalu muda untuk merayu"

Pak Lee membawa Young Hoon menjauh ketempat tersembunyi, ia lalu menyuruhnya duduk agar mereka bisa sejajar karena young Hoon begitu tinggi. (Lee Sang Woo ini tingginya 185 cm..wow!!)
"aku sudah menganggap Dal Rae sebagai putriku. berapa lama kalian berpacaran?" tanya pak Lee dengan serius
"sekitar 3 bulan"
"apa kalian serius?" tanya pak Lee lebih lanjut, lalu ia bertanya soal Ji Hwan
"kami berteman" jawab Young Soon
"kalau begitu aku berbicara sebagai ayah dari temanmu... bisa kau memberiku 30rb won?"
"apa?" (haha Young Soon kaget, dikira mau ditanya apa)
"hanya 30 rb won, aku melihat sepasang sepatu yang cocok untuk Ji Hwan, dan aku ingin membelikannya"
Young Soon mengerti, ia tidak berkeberatan mengeluarkan sejumlah uang yang diminta.
"Sebagai ayah dari temanmu, aku juga ingin bilang bahwa ini........ r a h a s i a....." kata pak Lee
"ya, rahasia" jawab Young Soon bersemangat
"sssstttttt" pak Lee memberi tanda dengan telunjuk di bibirnya, khawatir Ji hwan dan Dal Rae mendengar.


"aku khawatir terhadapmu dan kehidupanmu... tidak semua orang bisa menjadi Jackie Chan.. aku dengar dia sempat pingsan 5 kali dan seluruh bagian tubuhnya terpasang besi " Kata Dal Rae sambil membereskan jemuran, ia mengkhawatirkan keselamatan Ji Hwan apalagi di syuting terakhirnya sempat terluka.
"tujuanku menjadi ROBOCOP!!!" seru Ji Hwan sambil memasang kuda-kuda tapi ia lalu berteriak kesakitan karena Dal rae menjepitkan jepitan baju dilehernya, tidak hanya itu, Dal Rae juga memukulinya untuk menguji Robocop.
Pak Lee baru datang dari tempat "tersembunyi" bersama Young Hoon. Mendengar Ji Hwan yang mengadu dikerjai Dal rae, malah menyemangati Dal rae. Young Hoon sempat tertegun melihat keakraban mereka.

Ji Hwan dan Young Hoon tidur berbaring bersebelahan di atas bale-bale, sementara Dal Rae dan pak Lee duduk disisi satunya. Dal rae membersihkan wajah Ji Hwan yang kotor dengan ujung lengan bajunya, pak Lee cuma tersenyum dan mulai bertanya kapan Dal Rae dan Ji Hwan pertama bertemu.
"sejak kelas dua... wah sudah 10 tahun!!" Dal Rae mengingat-ingat.
Pak Lee lalu minta Dal rae menceritakannya lagi, ia membutuhkan ide untuk novel yang sedang dibuatnya.

Dal Rae lalu menceritakan mereka sekelas waktu SD, Ji Hwan kecil agak sulit berteman. Suatu saat Dal Rae menemukan coretan-coretan di dinding "Lee Ji Hwan & Jin Dal Rae". Berdua dengan Ji Hwan, Dal Rae kecil membersihkan coretan-coretan didinding. Sejak saat itu mereka berdua mulai akrab.


Pak Lee lalu berkata " jadi selama ini tidak ada yang tahu siapa yang menuliskan *Lee Ji Hwan & Jin Dal Rae*.... wah itu bisa jadi cerita hebat!!.... seorang malaikatlah yang melakukannya"
"ooh" Dal rae tidak bisa berkomentar.
(View rumahnya Ji Hwan keren)


Ji Hwan ikut menyusup kekelas Dal rae, ia mengolok2 Dal Rae yang terlihat gugup saat di tes dosennya. Saat bu dosen mengenali ia bukan siswanya, Ji Hwan berkilah ingin mengikuti pelajaran dari pengajar akting terbaik, sehingga ia diperbolehkannya ikut kelas.


Pada jam latihan Taekwondonya, Ji Hwan dihukum karena tempo hari bolos latihan.
" Hei Lee Ji Hwan...berkonsentrasilah!!" teriak pelatihnya "pilih mana, Jackie Chan atau Taekwondo?"
"aku bisa melakukan keduanya dengan baik!" jawab Ji Hwan setengah berteriak kelelahan.
"baiklah... 10 putaran lagi!" kata pelatih santai
"huhuhu..pelatih" Ji Hwan merajuk
"katamu kau bisa melakukan keduanya. Kejuaraan hanya tinggal 2 minggu lagi, kamu masih kelebihan berat badan 3kg. ....Tambahkan kecepatanmu!! perintah pelatih
Ji Hwan langsung berlari sambil teriak

Dal Rae yang lewat lapangan sengaja menginjak ban, hingga ji Hwan yang kelelahan hampir terjatuh.
"biar beratmu cepat turun?" ledek Dal Rae
"Jangan mulai lagi" jawab Ji Hwan menjatuhkan badannya untuk duduk.
melihat Dal rae membawa air mineral dalam botol, Ji Hwan memintanya.
Dal Rae tidak menjawab, ia malah bertanya hal lain " Benarkah kau menurunkan berat badanmu untuk bertanding melawan Young Hoon?"
"aku bertanding bukan untuk medali, tapi untuk kelulusan"
"sampai kapan kamu ingin mengganggunya?" tanya Dal Rae yang merasa Ji Hwan selalu iri pada Young Hoon.
Ji Hwan membalas mengatai Dal rae yang menurutnya tidak bertalenta dan seorang pengecut, ia juga memintanya untuk tidak lagi mengikuti audisi apapun karena percuma.
"baiklah kau ingin menyakitiku. Pikiranmu buruk sekali, ku pikir kau perlu menjaga energimu. Apakah kau mau minum?"
Ji Hwan mengulurkan tangannya untuk mengambil botol, tapi Dal Rae malah membuang isi botol didepan Ji Hwan.
Ji Hwan kecewa melihat air yang dibuang padahal ia kehausan, ia lalu mengeluarkan jurus tambahan untuk mengejek Dal rae " kapan kau akan bercukur?"
"mencukur apa?"
"harusnya kau tahu... lihat ketiakmu, mengerikan sekali... apa seminggu yang lalu?... bulunya mengerikan sekali wow!!" Ji Hwan tambah bersemangat melihat Dal Rae tidak bisa membalasnya.
"kamu....aku tahu sekarang, kenapa ada orang yang melakukan pembunuhan. sekali lagi aku katakan.."
belum selesai Dal rae bicara, Ji Hwan terus menggodanya soal ketiak, tapi ia tidak bisa melanjutkan karena tiba2 kaki Dal Rae mendarat di bawah perutnya Ji Hwan.
(hahaha, hati2 donk Dal rae, itu kan daerah terlarang cowok).

Sepulang kuliah, Ji Hwan, Dal Rae dan Young Hoon pulang bersama.
"seperti bulu ayam yang mengganggu... seperti itulah kamu" kata Ji Hwan sambil sedikit tertatih (masih sakit bekas ditendang Dal Rae kayaknya).
"kau begitu mengerti apa yang kupikirkan... Ayam panggang dengan saus madu"Dal Rae malah teringat makanan, sementara Young Hoon mendengarkan sambil senyum-senyum, ia sudah terbiasa mendengar pertengkaran Ji Hwan dengan Dal Rae.
Ji Hwan berkata tidak menyangka Dal Rae pintar berkelahi (menendang Ji Hwan). Buru-buru Ji Hwan menyangkal itu sebagai perkelahian, tapi penyerangan. Ji Hwan dan dal rae kembali beradu mulut.
Young Hoon menghentikan mereka dengan mengatakan ingin berlomba dengan Ji Hwan untuk traktiran minum.


"kenapa selalu saja seperti ini?" Dal rae mengeluhkan Ji Hwan dan Young Hoon akan balapan lari, sementara ia harus memegangi pakaian dan tas mereka.
Perlombaan dimulai, Ji Hwan dan Young Hoon saling susul-menyusul. Menjelang akhir, entah kenapa Ji Hwan memperlambat usahanya, sepertinya ia sengaja mengalah.


"Maaf, sedang tidak bisa dipakai" kata Dal Rae kepada orang yang datang untuk menggunakan toilet. Begitu orang itu pergi, Dal Rae berbisik panik ke pintu toilet "cepat... cepatlah..."
Padahal di dalam, Young Hoon dan Ji Hwan sedang asyik mandi sambil ngobrol (what?!). Young Hoon berencana akan mengenalkan seorang gadis pada Ji Hwan nanti malam. Ji Hwan senang, ia pun menyabuni punggung Young Hoon.
Di luar, pemilik rumah makan dengan tampang kesal mendatangi toilet (sepertinya udah ada yg lapor toilet gak bisa dipake). Dal Rae yang tidak tahu siapa ibu itu berusaha mencegah, tetapi terlambat, si ibu sudah membuka pintu.
(taraaa.... si ibu dan Dal Rae melihat pornoaksi.... gambar disensor... :P)


Melihat tampang Dal rae yang malu, tidak mau melihat ke arah Ji Hwan maupun Young Hoon, Ji Hwan tersenyum dan mulai menggodanya. "Dal Rae.... apakah kau tadi melihat sesuatu?"
"hentikan..." pinta Dal rae sambil terus berusaha melihat tempat lain kecuali Young Hoon dan Ji Hwan
"aku tahu kamu menyukainya" Ji Hwan terus saja menggoda
"Yong Hoon yang juga merasa tidak enak, meminta Ji Hwan agar berhenti menggoda Dal rae.
" Lihatlah... wajahnya memerah!!.. tidak bisakah kalian santai saja, bergembiralah" kata Ji Hwan cuek
"ya, udang!" jawab Dal Rae kesal
"itu karena dingin, biasanya lebih besar dari itu... tanya saja Young Hoon dia lebih tahu" jawab Ji Hwan membela diri (ooo lg ngomongin adik kecil ya)
Young Hoon yang agak enggan dilibatkan, hanya menjawab "hm, sebenarnya tidak begitu besar"
"cukup besar" koreksi Ji Hwan
"siapa perduli" Dal rae kesal meneguk minumannya.

Pandangan Ji Hwan berkeliling dan berhenti pada sosok gadis berbaju pink.. "wow, siapa dia?"
"Ji Min...disini!" gadis itu menoleh mendengar namanya di panggil Young Hoon.
Setelah Ji Min duduk bersama mereka, Young Hoon memperkenalkan Ji Hwan dan Dal Rae.
" Kau lucu juga kalau dilihat dari dekat" kata Ji Min ke Ji Hwan yang sedang senyum-senyum melihatnya. Ji Min lalu bercerita ia pernah bertemu Ji Hwan sebelumnya dan merasa tertarik, lalu meminta pada Young Hoon agak memperkenalkannya. "bagaimana denganmu, apa kamu menyukaiku?" tanya Ji Min to the point.
"ya, suka sekali" senyum tak pernah hilang dari wajah Ji Hwan. Ji Min dan Ji Hwan langsung akrab, mereka kebetulan memiliki kesukaan yang sama, JACKIE CHAN. Dal Rae menyembunyikan kekesalannya dengan menenggak habis minumannya, yang akhirnya membuat Dal Rae mabuk.
Sebelum mengantar Dal rae pulang, Young Hoon berterima kasih karena Ji Hwan hari ini mengalah. Tapi untuk Taekwondo nanti ia ingin pertandingan yang fair.

Ji Hwan dan Ji Min melanjutkan minum mereka, Ji Min meminta ijin untuk duduk dekat denganJi Hwan. Ji Hwan mengijinkan, tapi ia kemudian sedikit bergeser karena merasa Ji Min duduk terlalu dekat dengannya. "Kau tidak mempunyai kelainan sex kan?" tanya Ji Hwan risih
"kau bukan orang kaya kan?" balas Ji Min (jawaban Ji Hwan berarti jawaban Ji Min untuk pertanyaan tadi)


"hei Lee Ji Hwan... tenanglah" dalam mabuknya Dal Rae berbicara
"aku Young Hoon"
"apa?" Dal rae membuka matanya memastikan"oh, maafkan aku. aku ingin turun"
Young Hoon menolak, ia ingin terus menggendong Dal rae dipunggungnya.
Dal Rae lalu bertanya soal Ji Min yang tidak sungkan menyatakan ketertarikannya pada JiHwan namun tetap terlihat wajar. Young Hoon mendengarkan sambil sesekali tersenyum. Dal Rae melanjutkan bercerita bahwa dulu waktu pertama dekat dengan Young Hoon ia merasa tidak enak terhadap Ji Hwan. Young Hoon tertegun berhenti melangkah. (sepertinya Dal Rae ini gak sadar kalau sebenernya dia suka sama Ji Hwan).
Dal Rae lalu minta turun, kali ini Young Hoon membiarkannya.
"Dal Rae, apakah kalian pernah berpacaran?"
"apa maksudmu?" mata Dal Rae langsung terbuka lebar mendengar pertanyaan ini.
"kamu kelihatan sangat dengan dengan Ji Hwan"
"itu karena kami berteman"
"maaf, itu hanya ekspresi rasa cemburuku... aku akan melakukan yang terbaik agar kamu nyaman" janji Young Hoon
"aku juga akan melakukan yang terbaik" jawab Dal rae
Young Hoon lalu mendekat pada Dal Rae dan mengecup bibirnya, dan ingin melakukannya lagi tetapi Dal rae menolak dengan alasan mulutnya bau alkohol.
"Dal Rae, aku punya pertanyaan" Young Hoon mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebuah bungkusan hijau.
"cuci kaos kakiku juga, seperti Ji Hwan"pintanya malu (hahaha, Young Hoon bener-bener cemburu)
Dal Rae menahan tawanya "baiklah" jawabnya
"aku malu... aku pulang saja" kata Young Hoon melambaikan tangan dan melangkah pergi
"Youn Hoon" Dal rae memanggil "kalau itu maumu, aku akan berhenti menemui Ji Hwan" lanjut Dal Rae.
"apa kamu mau begitu?" Ji Hwan balik bertanya
Dal Rae menggeleng dan menjawab tidak.
"aku juga tidak.... sampai nanti" jawab Young Hoon sambil pamit.
Dal Rae menatap punggung Young Hoon yang terus menjauh


3 komentar:

[ Saa ] さ く ら 21 mengatakan...

hihihihihi...lucu2....

Yue Lan mengatakan...

ikutan baca ya?
ada kwon sang woo nya.
hihihi
:)
trims

ai mengatakan...

Part3nya akan terbit soon... ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...