Selasa, 12 Oktober 2010

Witch Yoo Hee -- rekap episode 3

PERINGATAN!!..... rekap witch Yoo Hee sewaktu2 bisa dihentikan, wkwkwkwk tergantung sikon.... so selama masih ada, silahkan dinikmati :))


Moo Ryong berusaha mengerjakan tugasnya, walau ia merasa risih karena harus seruangan dengan wanita yang sedang berendam. Saking sibuk menjaga pandangan sementara tangannya mulai menutupi bath tube dengan (semacam) kerai, Moo Ryong pun kehilangan keseimbangan.

Ia terjerembab masuk bath tube yang ada yoo hee di dalamnya, wkwkwk untung Yoo Hee pake anduk--lagian aneh, walo gimanapun Moo Ryong kan cowok ckckckck
Dan seperti yang bisa di duga, tinju Yoo Hee mendarat ke wajah Moo Ryong. Setelah kejadian itu Yoo Hee benar2 marah, ia melempar semua tas Moo Ryong (ngusir nih ceritanya).
Moo Ryong tidak terima begitu saja, ia membela diri itu semua karena perintah Yoo hee sendiri, ia tidak melanggar isi kontrak dan tidak bersalah, lagipula itu kecelakaan. Moo Ryong membawa kembali barang-barangnya masuk dan Yoo Hee tidak membantahnya.

Johny agak kecewa dengan para asistennya, ia melangkah keluar dapur untuk mencari udara segar dan bertemu Moo Ryong.
Moo Ryong saat itu tengah menunggu Seung Mi, ia menyangka Johny adalah asisten koki yang kecewa habis di marahi. Ia berusaha menghibur Johny, katanya setidaknya Johny tidak dipecat, sementara ia sudah beberapa kali di pecat, dan menambahkan disini Johny bisa belajar dari yang terbaik. oh iya, awalnya Moo Ryong mengira Johny ga bisa bahasa Korea. Moo Ryong pun sempat mengajak Johny untuk minum soju bersama kapan-kapan.

Seung Mi datang, dan menyapa Johny, tentu aja Moo Ryong kaget orang yang diajak ngobrol akrab itu Johny Kruger idolanya."aku tidak menyangka, anda masih begitu muda"
Obrolan berlanjut ke meja makan, tanpa membuang kesempatan, Moo Ryong mengeluarkan buku favoritnya dan meminta tanda tangan Johny.
Moo Ryong juga langsung memintanya Johny agar mau menjadi gurunya. Johny menolak, ia tidak mengenal Mo Ryong, lagi pula seperti yang ia dengar, Moo Ryong sudah beberapa kali di pecat. Seung Mi coba bantu menjelaskan keadaan Moo Ryong sebenarnya, tetapi Johny tetap menolak.

Moo Ryong tidak terima penolakan begitu saja, ia pulang dan membuat suatu penganan (gak tau namanya, tapi kata dramabeans sih cr�me brulee).
Johny sedang di dapurnya mendemonstrasikan cara pembuatan suatu makanan, para asistennya mengamati dengan seksama. Saat makanan tersebut selesai dihias ia minta daun kemiri sebagai sentuhan terakhir, sementara asistennya yang cewek (Mari) masih mikir2 daun kemiri, datang Moo Ryong menyerahkan daun yang diminta. Johny langsung menyadari ada orang asing di dapurnya, ia marah dan menyuruh orang membawa Moo ryong keluar. Sebelum di bawa keluar, Moo Ryong sempat memberikan cr�me brulee buatannya. Walau kesal dengan Moo Ryong yang nyelonong masuk dapurnya, Johny mencicipi cr�me brulee tadi dan memberikan penilaiannya "enak!"



Di kantornya, Yoo Hee sedang berlatih berjalan dengan hak sepatu tingginya saat pak Lee masuk. Yoo Hee hampir terjatuh tapi keburu di tangkap pak Lee.
 
Pak Lee memberitahukan bahwa mereka mendapat proyek iklan baru, untuk merayakannya (Yoo Hee ingin mencoba bersikap lebih manis terhadap karyawannya) ia mengajak mereka semua makan malam. Tiba-tiba dari balik pintu para karyawannya langsung brudul masuk dan mereka minta clubbing. (haha, ketauan banget pada ngupingnya)


Yoo Hee akhirnya menyetujui clubbing bersama para karyawannya. Sementara ia dan yang lain turun untuk menari, sekertarisnya (Hee Jung) ia perintahkan untuk tetap ditempat dan mengabari kalau-kalau direktur kim menelpon. Tidak berapa lama, telpon yang ditunggu masuk, Hee Jung langsung menemui Yoo Hee dan berusaha bilang kalau ada telpon. Tapi suara musik yang bising, hampir membuat obrolan mereka gak nyambung.
"Presiden Kim Dong Sung menelpon anda ." kata Hee Jung setengah teriak
"Mengapa kamu di sini? Aku bilang kamu harus menunggu telepon." jawan Yoo Hee gak nyambung sambil terus menari
"Dia bilang ini penting, jadi silahkan hubungi segera kembali." kata Hee Jung lagi
"Kim Dong Sung akan menelepon, jadi tunggulah sana "
"Anda tidak bisa mendengar apa-apa yang aku katakan, bukan?"
"Ya, segera beritahu kalau ia menelpon."
Hee Jung mulai menyadari Yoo Hee tidak bisa mendengarnya, ia mengetesnya "Kau tahu, kau menyebalkan?" melihat Yoo Hee tetap menari, ia yang ingin melampiaskan kekesalannya selama ini pada Yoo Hee lalu mengambil ancang-ancang dan berteriak "dasar nenek sihiiir!!!" tepat saat musik berhenti.

Seluruh orang dilantai itu menoleh, Yoo Hee terkejut dan Hee Jung lebih terkejut lagi, ia hanya bisa menunduk....... wkwkwkwk, kasian.
 
(sempet ada gambar hitam putih, inget artinya? artinya Yoo Hee bener2 marah!)
Yoo Hee benar-benar kesal dan ia langsung pulang, diikuti pak lee dan karyawan lain yang terus menyalahkan Hee Junng. Di tangga keluar, Yoo Hee berpapasan dengan direktur Kim tapi tidak menyadarinya. Direktur Kim terkejut saat mengenali perempuan cantik itu Yoo Hee.

Moo Ryong terus berusaha memohon pada Johny, ia bahkan harus berlutut menunggui Johny didepan lift.
Tapi Johny tetap teguh pada pendiriannya.


Direktur Kim, yang tempo hari melihat perubahan Yoo Hee, menjadi tertarik padanya dan lewat pak Lee meminta waktu untuk berkencan.

Seperti biasa, tugas Moo Ryong adalah mempersiapkan penampilan dan sikap Yoo hee, ia melatihnya tersenyum.  Yoo Hee mencoba tersenyum, tapi senyumannya lebih ke tersenyum sinis, dan Moo Ryong terus berusaha  melatihnya

Kencan sambil minum kopi berjalan lancar, yoo Hee terus mengingat semua tips dari Moo Ryong, MENCOBA BERSIKAP MANIS.
Direktur Kim dan Yoo Hee sudah sepakat akan meneruskan kencan mereka sambil makan malam. Saat berdiri, Yoo Hee yang terbiasa dengan hak tinggi sepatunya kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Direktur Kim refleks menangkapnya.

Tapi dasar Yoo Hee, ia menyangka direktur Kim melingkarkan tangan di pinggangnya sebagai pelecehan, langsung menjatuhkan tasnya dan memelintir tangan direktur Kim.
Pulang ke apartemennya, Moo Ryong memberi pendapat tindakan Yoo Hee berlebihan. Yoo Hee tidak perduli, lebih memperdulikan perutnya yang lapar karena tadi hanya sempat minum kopi di kencannya dan minta di buatkan makanan. Moo Ryong diberikan kartu kredit untuk berbelanja, tapi Moo Ryong malah mengajaknya ikut serta, karena menurut Moo Ryong, Yoo Hee itu juga harus belajar hal sederhana untuk wanita seperti berbelanja.
Jadilah mereka berdua berbelanja. Yoo Hee yang terbiasa simple mengambil semua makanan yang berbentuk instan, dan bagian Moo Ryong yang mengembalikan makanan-makanan tadi. Akhirnya ia menyerah, dan pamit akan membeli ikan tuna di bagian ikan segar sementara ia meminta Yoo Hee menunggu.
(gaya jalannya Yul kok jelek banget sih?)
Saat sendirian memilih barang, Yoo Hee melihat Joon Ha yang juga sedang berbelanja bersama tunangannya. Refleks Yoo Hee berbalik agar Joon Ha tidak menyadarinya. Tapi terlambat, Joon Ha sepertinya mengenalinya, ia memisahkan diri dari tunangannya, dan berusaha mengejar Yoo Hee. Yoo Hee terus mencoba sembunyi walau kakinya sudah sakit karena belum terbiasa dengan hak tinggi (lagian belanja mah enakan pake sendal jepit atuh mbak!!hehe.... ststst, ini rahasiaku, aku kalo di Mall dan udah ngerasa pegel kaki, bakal buka sepatu/sendal, tinggal nyeker pake kaos kaki doang .. karena kaos kakiku biasanya warna gelap, jarang ada yg merhatiin tuh, wkwkwkwk curhat), sampai akhirnya ia di temukan Moo Ryong.

Tahu kaki Yoo Hee sedang sakit, Moo Ryong mendudukkan Yoo Hee di kursi dekat pintu keluar, sementara ia mengambil mobil. Saat Yoo Hee duduk itulah datang Joon Ha yang menemukannya dan langsung menyapanya. xixi kasian Yoo Hee dah gabisa kabur lagi. Joon Ha menanyakan kabar Yoo Hee, ia baru bertemu lagi dengan Yoo Hee semenjak insiden celana boxer, dan Yoo Hee menjawabnya ia baik-baik saja. Joon Ha mengatakan ia bekerja sebagai dokter di rumah sakit di dekat supermarket itu, dan mempersilahkan Yoo Hee agar sewktu-waktu mengunjunginya. Yoo Hee langsung mengkonfirmasi soal tunangan Joon Ha yang putri direktur RS tempat Joon Ha bekerja, joon Ha hanya tersenyum tanpa jawaban, mungkin itu pengganti jawaban ya.
Joon Ha permisi duluan karena ia sudah ditelepon tunangannya, karena terburu-buru keluar Joon Ha bertabrakan dengan Moo ryong. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Joon Ha langsung naik ke mobil, sementara Moo ryong terusmemperhatikannya karena kesal.

Sesampainya di rumah, Moo ryong yang tahu kaki yoo Hee cidera berusaha mengobatinya dengan mengompres dan sedikit memijitnya. Yoo Hee yang sedang kesal menolak di bantu dan menyebut Moo Ryong sebagai dokter palsu. Tapi Moo Ryong dengan sabar meminta agar Yoo Hee mulai memperbaiki cara berbicaranya. Lagian Moo ryong gak buta2 amat medis kok, dia kan sempet kuliah kedokteran.
Yoo Hee semakin kesal, dengan kedua kakinya ia berusaha menendang Moo Ryong bergantian kaki kiri dan kanan. Tapi Moo Ryong yang sedang berlutut di depannya, sudah hapal kebiasaan buruk Yoo Hee dan  dengan sigap Moo Ryong bisa menghindari keduanya. "kamu harus memperbaiki sikap kakimu juga"

Malam itu, setelah makan malam, Moo Ryong kembali memberi latihan dengan memperlihatkan sikap wanita dalam film2. Beberapa adegan film itu memperlihatkan sepasang kekasih yang sedang berciuman.
 
Saat Moo Ryong akan mengambil remote di samping Yoo Hee, Yoo Hee salah faham, ia fikir Moo Ryong akan melatihnya sesuatu, hehe yoo Hee keGRan.

Esoknya, Yoo Hee kekantor dan mencium wangi parfum aroma buah2an yang baru saja disemprotkan Hee Jung. (Hee Jung terus aja minta maaf soal kejadian Clubbing, tapi Yoo Hee gak pernah ngasih jawaban pasti dia masih marah apa enggak). Yoo Hee sebenernya mau marah soal parfum itu, tapi ia ingat nasihat Moo ryong yang memintanya lebih ramah, akhirnya ia mengatakan agar Hee Jung juga membelikannya parfum yang sama.


Hari itu Johny datang ke kantor Yoo Hee, kedatangannya dalam rangka acara jamuan makan untuk koleganya Yoo Hee. Yoo Hee menjemput Johny, tapi Johny tidak mengenalinya dan melewati Yoo Hee begitu saja sampai Yoo Hee harus memanggilnya. Johny yang pangling melihat Yoo Hee, menanyakan siapa yang sudah berhasil mengubah Yoo Hee dan apakah Yoo Hee sedang dekat dengan seseorang, tapi tidak mendapat jawaban.
Saat akan menandatangani perjanjian, stempel yoo Hee ternyata tertinggal. Yoo Hee langsung menelpon Moo ryong dan minta untuk segera mengantarnya kekantor.
Di kantor Yoo Hee, Moo Ryong berpapasan dengan Johny. Moo Ryong akhirnya sengaja menunggu sampai pertemuan Yoo Hee dan Johny selesai. Setelah dilihatnya Yoo Hee mengantar Johny sampai ia turun lift,  Moo ryong segera mencegat Yoo Hee.
Ia yang mengetahui Yoo Hee dekat dengan Johny memohon agar Yoo Hee membantunya soal Johny, tapi Yoo Hee menolak dengan alasan itu tidak ada dalam perjanjian mereka.

Saat pulang Yoo Hee kaget dan mengira salah masuk apartemen, sampai ia harus kembali keluar dan menyadari ia tidak salah masuk. Ia bingung karena keadaan rumah benar-benar berbeda, moo Ryong menata pernak-pernik bahkan bunga di hampir seluruh ruangan, termasuk kamar tidurnya. yoo Hee menyentuh bed cover bunga-bunga dan selendang kepala tempat tidur, ia duduk dan membuka kotak musiknya. Ingatannya melayang kemasa remajanya, ia sedang ditemani ibunya dan bersiap akan tidur, Yoo Hee remaja (yang main yang di Speedy scandal) hampir terlelap di iringi suara kotak musik box saat ayahnya masuk dan marah-marah mematikan kotak musik dan merusak selendang kepala tempat tidurnya. Yoo Hee tersadar dan langsung mematikan kotak musiknya. (eum, kasian ya, bapak yang aneh. padahal kan jadi orang tangguh berbeda sama orang kaku).

Pada hari yang kebetulan adalah hari ulang tahun Seung Mi, Moo Ryong membuat janji dan ia mempersiapkan kejutan spesial, Kue ulang tahun buatannya sendiri. (asli aku ngiler liatnya, jadi pengen).

Yoo Hee sedang dalam pertemuan saat Falan menelponnya minta di jemput. Falan tidak di jemput oleh ayah mereka karena ayahnya sedang ke pulau Jeju. Falan mengaku sakit. Karena tidak bisa meninggalkan pertemuannya, Yoo Hee kembali menelpon Moo Ryong dan memintanya menjemput Falan.

Saat menerima telpon dari Yoo Hee, Moo Ryong sedang di bis dalam perjalan perjalanan menemui Seung Mi, tapi karena mendengar Falan sakit, ia buru-buru turun berganti tujuan.
Bergegas, Moo Ryong benar-benar berlari mencari Falan, tetapi Falannya mah baik-baik aja tuh. Falan bertanya mana noona-nya. Noona? tanya Moo Ryong kaget, karena awalnya ia menyangka Falan ini anaknya Yoo Hee. Akhirnya Falan mengaku ia berbohong sedang sakit karena ingin diperhatikan oleh kakaknya.
Falan juga enggan pulang cepat karena ia merasa pasti akan sendirian, dan ia tertarik pada cake yang di bawa Moo Ryong.
Setelah selesai makan cake-nya, Falan tetap enggan pulang dan terus memaksa Moo Ryong menemaninya. mereka lalu ke taman bermain.

Seung Mi yang kecewa karena Moo ryong tidak bisa datang, akhirnya tetap membeli tiket kereta gantung, tapi kemudian membuangnya. Johny melihatnya, dan memutuskan menemani Seung Mi. (ah, yang ini aku gak nonton ketinggalan, soalnya lagi masak bubur).
Selama di Kereta gantung, Seung Mi sedikit menceritakan soal masa kecil Moo Ryong. Moo Ryong tumbuh besar memperhatikannya ayahnya memasak, ia juga beberapa kali mengikuti koki dan memperhatikan cara memasak mereka. Dari percakapan itu Johny mengambil suatu kesimpulan.(tapi aku blm tau apa).

Mi Gyung (calon adik ipar Moo Ryong) berbohong kalau ia sedang sakit dan akan ke dokter, tapi ditengah jalan, ia justru mengajak Song Hwa untuk ke taman bermain. Falan benar-benar nikmatin permainannya, saat Moo Ryong takut2 naik halilintar, Falan mah biasa aja tuh, wkwkwk.
 
Moo Ryong membelikan bando tanduk untuk Falan, naasnya ia bertemu dengan adiknya yang juga sedang membeli bando di tempat yang sama. Berempat akhirnya mereka makan, Falan yang polos dan cuek memberi semua informasi termasuk dimana Moo Ryong tinggal saat ini, padahal Moo Ryong mati2an tetap berusaha merahasiakannya. Akhirnya Song Hwa dan Mi Gyung setuju untuk merahasiakan soal Moo Ryong kepada orang tua mereka, mereka pun pulang saat hari sudah malam.

Tidak lama Moo Ryong sampai, datang Yoo Hee yang langsung menanyakan keadan Falan. Falan sedang ada di kamar Yoo Hee, ia sangat tertarik pada kotak musik milik Yoo Hee dan ingin memilikinya. "jangan yang ini, nanti kubelikan yang baru". Falan sebenernya tetep keukeuh minta, tapi Yoo Hee mengabaikannya dan menyuruh bersiap karena Yoo hee akan mengantarnya pulang.

Saat hendak pulang, Moo Ryong memasangkan bando tanduk kekepala Falan, Falan enggan menerimanya dengan mengatakan itu hal kekanak-kanakan. Tapi saat Yoo Hee hendak mencopotnya, Falan menghindar dan tetap memakainya.
Sesampainya di rumah, Direktur Ma, ayah Yoo Hee sedang duduk. Falan yang baru datang menghadapnya, Ayahnya dengan galak menyuruhnya merapihkan jas (padahal kan dah nyampe rumah pak?! wedew). Ia juga melihat bando di atas kepala Falan dan menyuruhnya melepasnya. Falan menolak dan ia berlari menjauh. Yoo Hee hendak pamit, ayahnya mencemooh cara berpakaian Yoo Hee, dan ia juga mengatakan agar Yoo Hee tidak usah mencari-cari pasangan lewat kencan buta lagi, karena ayahnya yang menyiapkan calon untuknya. Yoo Hee menolak "pasangan hidupku, aku sendiri yang menentukan" katanya. Sebelum pulang, ia menoleh pada Falan yang duduk ditangga, masih dengan bandonya. Agak lama ia menatap Falan sebelumnya akhirnya pulang. (mungkin ia sempet sedih nasib adiknya bakal kayak dia dulu? aku bener2 berharap Yoo Hee tersenyum dan melambaikan tangannya ato sikap hangat lainnya pada Falan).

Pulang dalam keadaan hujan, Yoo Hee memutuskan mampir ke RS tempat Joon Ha bekerja. Ia hampir memanggil Joon Ha, saat dilihatnya tunangan Joon Ha datang.
Yoo Hee langsung memalingkan wajahnya dan dia pergi. 

Sementara itu, Seung Mi diundang oleh orang tua Moo Ryong, karena mereka percaya Moo Ryong di New York dan ingin merayakan ulang tahun pacarnya Moo Ryong.
Mereka jelas sangat dekat, dan orang tua Moo Ryong sangat menyayanginya.


Bukannya pulang, Yoo Hee mampir di bar dan minum disana. Saat keluar sedang hujan, ia akan menelpon seseorang tapi urung, Ia melangkahkan kakinya di bawah hujan. (mobilnya gimana dong?)


Seung Mi tidak sengaja mengetahui bahwa orang tua Moo Ryong percaya Moo Ryong sedang ke luar negeri. Walau menyadari ada sesuatu yang aneh, ia cukup tanggap untuk tidak mengatakan apa-apa. Tapi kemudian ia membawa Song Hwa menjauh dan menginterogasinya. Terpaksa Song Hwa mengakuinya dan memberikan alamat rumah di mana Moo Ryong jadi pembantu rumah tangga.


Seung Mi di antar keluarga Moo Ryong sampai ia naik taxi, ia meminta supir taxi mengantarnya ke apartemen tempat Moo Ryong bekerja. Sesampainya disana, Seung Mi terlihat masih mencari-cari nomor apartemen yang dimaksud.


Bel pintu berbunyi, Moo Ryong membukakan pintu tapi tidak menemukan siapapun di luar, sampai ia menyadari Yoo Hee sudah terduduk tak sadar. Moo Ryong mencoba membangunkannya dan membawa masuk. 
 
Yoo Hee terbangun dan sempat menolak sebelum akhirnya ia tak sadar lagi. (ckckck, mabuk tuh kok malah jadi budaya ya disana? jangan ditiru, ok?!)






cre: gambar Hancinema dan dramabeans




--!!KeeP SmiLLing!!--

4 komentar:

enNa -JusTone- mengatakan...

emg pemerintahnya ga ngelarang yaaa
no drugs no alkohol gituh hehehehe

Ari RF mengatakan...

wahh makin seru aja ni lucu ceritanya wkwkkwkw gomawo un ai

starinthedaylight.blospot.com mengatakan...

hahaha, malah lucu :D

starinthedaylight.blogspot.com mengatakan...

hahaha, jalannya joonha kok gitu?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...