Selasa, 04 Desember 2012

Oh La La Couple Episode 18 (Ending)

*^^*OH La La Couple episode 18 (Ending)*^^*

3 Pria di ruangan Hyun Woo berdiri menyambut Yeo Ok. Keempatnya bertukar kabar dengan akrab. Yeo Ok kembali bekerja di Elvin dengan jabatan baru, ‘Ketua Tim Guest Services’. 
Dan inilah ekspresi kebahagiaan Yeo Ok saat kembali ke ruangannya sebagai Ketua Tim. Sementara itu Hyun Woo di panggil Presdir. 
Kini Yeo Ok menemui Kepala Koki. Kepala Koki memuji penampilan Yeo Ok yang kini sudah seperti jabatannya, Ketua Tim. Tak nampak lagi ciri seorang ibu rumah tangga setengah baya dalam diri Yeo Ok. Yeo Ok tersipu dengan pujian itu. Sebagai balasan pujiannya, Yeo Ok menghadiahkan ‘anti keriput’. 
Malamnya Yeo Ok makan malam dengan Hyun Woo, “Bagaimana dengan Amerika?” 
Yeo Ok menjawab kalau awalnya ia merasa tak nyaman, apalagi karena ia tak bisa berkomunikasi dengan mereka. Makanya Yeo Ok mati-matian belajar bicara bahasa Inggris.
Hyun Woo juga menanyakan soal Ki Chan. Yang di jawab kalau Ki Chan sangat betah disana hingga nyaris tak mau pulang ke Korea. 
Hyun Woo memberitahu kalau ia tadi di beritahu Presiden soal promosi jabatannya, ia di promosikan untuk jadi GM di Kantor Pusat. Yeo Ok memberi ucapan selamat, tapi wajahnya berubah tegang saat Hyun Woo mengajaknya ke Amerika sama-sama. 
“Mengapa kau tampak begitu terkejut?” 
“Ini karena aku sangat bahagia.” Yeo Ok berusaha menutupinya, ia menambahkan kalau ia sudah membuat Hyun Woo menunggu terlalu lama. 
Soo Nam dan Kang nampak sudah akrab, ia sedang mentertawai Kang yang membelikan pembalut untuk Il Ran. Mereka pun pulang ke rumah di sambut kehebohan si kembar, Woori dan Doori… 

Esoknya dua berita bagus datang, pendapatan hotel naik 23% dalam dua tahun terakhir. Dan berita bagus lainnya adalah kesempatan promosi untuk menduduki jabatan General manager. 

Kang amat senang dengan berita itu, ia yakin cara yang sama dengan 2 tahun lalu akan terjadi. Dimana ada inspektor rahasia di Elvin. Lucunya, ia yakin kalau Yeo Ok lah sang inspektor rahasia itu. 
Yeo Ok menemui Soo Nam. Bukan untuk menerima pelukan atau apapun yang lain, tapi untuk minta tolong Soo Nam mengurus kepindahan sekolahnya Ki Chan. 
Sayangnya, walau sempat berakrab-akrab ria, tetap saja ada perselisihan. Soo Nam yang berniat memindahkan Ki Chan ke sekolah yang di dekat rumahnya di tentang habis-habisan oleh Yeo Ok. Ki Chan mesti tinggal di rumah Yeo Ok, karena rumah Soo Nam sudah kacau dengan il Ran dan si kembar… 
Untuk mengurus kepindahan sekolah Ki Chan, Soo Nam mendatangi rumah Yeo Ok untuk mengajak Ki Chan. Yang tentu saja di sambut akrab oleh Ki Chan dan Ibu mertuanya. Ehm, mantan ibu mertua… 
Sambil menunggu Ki Chan, Ibu mengundang Soo Nam kembali tanding ulang main Go Stop akhir pekan nanti. Soo Nam dengan antusias menerima tantangan itu. 
Sementara itu, Hyun woo nampak asyik memilih cincin.....

Hari berganti. Saat mengantar dokumen untuk Hyun Woo, tak sengaja Soo Nam membaca kertas dokumen mengenai posisi baru Hyun Woo, GM ELVIN DI kantor Pusat di Seattle. Soo Nam pasti berpikir kalau Yeo Ok akan ikut. 
Walau sibuk di Elvin, Yeo Ok menyempatkan diri untuk mengecek keadaan Ki Chan juga Ibu. Ia sempat heran mendengar suara bising di belakang ibu, “Mengapa begitu ramai? Apa ibu keluar? Apa yang ibu lakukan di luar?.. Teman? … Tunggu, ... ibu punya teman di Seoul?” 

Diam-diam, Soo Nam menatap Yeo Ok yang tengah sibuk dari luar. Ia sepertinya harus bersiap melepas Yeo Ok. 
Khawatir akan segera kembali berpisah dengan Ki Chan, Soo Nam mengajak Ki Chan makan. Ia bertanya apa Ki Chan suka tinggal di Amerika? 
“Ah ... sangat menyenangkan. Ayah, bisakah kau mengirimku untuk belajar di Amerika?”
“Apa kau suka hidup lama terpisah dengan ayahmu?”
“Akan lebih baik jika ayah bisa pergi denganku…” Ralat Ki Chan. 
“Oke ... Aku akan mengirimmu kesana…” 
“Ayah serius?” Melihat Ayahnya diam saja, Ki Chan menebak, “Ayah ... kau marah?” 
Soo Nam berusaha tersenyum, “Tidak, aku tidak marah… Ayo lanjutkan makannya” 

Esoknya Yeo Ok bingung, botol cream-cream kecantikannya tiba2 isinya tinggal sedikit. Ia langsung bertanya pada Ibu, apa memang ibu yang pakai? Tapi ia jadi lupa soal cream karena ia melihat ibu sedang galau dengan tiga jas hangat yang ia jejerkan di sofa. Yeo Ok bingung, kapan ibunya belanja? Apa ibu keluar lihat fashion show semalam? 
Curiga dengan Ibu, Yeo Ok membuntuti ibu. Ia tersipu soal kemungkinan ibu menemukan pacar. Ia yakin yang membuat ibunya mau dandan adalah pacar barunya. 

Tapi ternyata tebakan Yeo Ok salah, ia melihat Ibunya bertemu dengan ibu Soo Nam. Ibu Yeo Ok dan ibu Soo Nam saling mendelik, jas yang mereka pakai sama persis. 
Di akhir pekan itu, tak hanya ibu yang keluar. Yeo Ok nampak sedang menonton Ki Chan dan Hyun Woo yang main squash bersama. 
Saat istirahat, Ki Chan meminta hal yang tak terduga pada Hyun Woo. Ia mengaku menyukai Hyun Woo, tapi ia tetap berharap kedua orangtuanya rujuk, apalagi ia tahu kalau Ayah masih mencintai ibunya, jadi ia minta Hyun Woo menyerah mengejar Yeo Ok. “Ibuku ... tidak membenci ayahku lagi. Dia sering tersenyum ketika melihat ayahku… Aku ingin tumbuh menjadi orang hebat sepertimu, meskipun ayah juga hebat, tapi jujur, kau lebih baik darinya.” 
Hyun Woo tertawa mendengar penuturan terakhir Ki Chan. “Jika aku menyerah, kau pikir itu bisa membuat ibumu lebih sering senyum?” 
Ki Chan mengaku tak tahu, tapi ia minta Hyun Woo merahasiakan permintaannya itu dari ayahnya juga Ibunya. Err Hyun Woo di gambar atas nampak guanteng,.....

Saat makan malam, ibu tak bisa menyembunyikan galaunya soal Soo Nam akan datang atau tidak. Yeo Ok bingung, kenapa Soo Nam mesti datang? 
Ibu dengan agak sengit menjawab, “Hanya karena kalian berdua sudah bercerai, dia harus berhenti melihat aku dan Ki Chan?”. Ibu juga akhirnya mengakui selama ia sendirian di tinggal Yeo Ok dan Ki Chan yang ke Amerika, Soo Nam selalu perhatian padanya. Dia sering mengunjungi ibu juga mengajaknya belanja, bahkan membuatnya jadi anggota di Pusat Kebudayaan agar tak bosan. “Aku menyanyikan lagu, bertemu dengan beberapa teman-teman baru, dan bahkan mempelajari hal-hal baru di sana. Dia akan datang untuk mengunjungi saya setiap akhir pekan dan begadang semalaman bermain Go-Stop denganku. Tapi sejak kau sudah kembali, ia berhenti datang…” 
Yeo Ok kesal mendengarnya… Ehem, kesal, atau jadi galau karena Soo Nam kini punya nilai?
Kang yang menebak kalau Yeo Ok itu inspektor rahasia, mencoba mengambil hati Yeo Ok. Sayangnya saatnya tak tepat. Ia tak tahu kalau Yeo Ok sedang benar-benar sibuk, yang ada Kang itu mengganggu. Tapi Kang mah cuek aja, karena menganggap Yeo Ok sedang akting…… 
Ki Chan mengagetkan ayahnya, ia kebetulan sedang mengunjungi museum di dekat Elvin, jadi ia mampir. 
Soo Nam mengajak Ki Chan menemui Yeo Ok, dan disinilah mereka kini masang tampang imut ala keluarga Go. 
“Ppuing-Ppuing! Ppuing-Ppuing!”. Sebetulnya Yeo Ok tak suka lihat Soo Nam ikut-ikutan. 
Keakraban mereka berlanjut di kantin kantor. Sementara Hyun Woo yang tak sengaja lewat, melihat keakraban ini dengan hati galau… 
Ki Chan betul-betul memberi waktu untuk kedua orangtuanya. Ia menolak mengantar Soo Nam sampai lift, hingga Yeo Ok dan Soo Nam bisa berduaan. 
Soo Nam menanyakan soal kepindahan Hyun Woo, “Apa dia memintamu untuk pergi bersamanya?... Jadi kau akan ikut?.. Jika kau pergi, kapan kita bertemu lagi?.. Mengapa jika aku membiarkanmu pergi sekarang, aku merasa seolah-olah takkan pernah bisa bertemu lagi?... Tapi tetap saja, ini hal yang baik. Kau bisa belajar lebih banyak hal di Kantor Pusat Amerika….” 
Yeo Ok tak bisa menjawab pertanyaan Soo Nam yang beruntun itu. Ia hanya bisa tersenyum saat Soo Nam berpesan memberitahunya jika ada sesuatu yang bisa ia bantu…. 
Setelah pintu lift tertutup nampak kegalauan menghias wajah Yeo Ok. Sementara itu aura yang sama ada di wajah Soo Nam yang sedang dalam perjalanan pulang.  Nampak Soo Nam sepertinya sudah yakin untuk merelakan Yeo Ok pergi.
Hyun Woo lagi-lagi terlihat membeli cincin. Hm, mungkinkah karena ia bingung mana cincin yang terbaik untuk Yeo Ok? ##Beli cincin mulu? kasih satu kek buat aku???? heeeeee##
Saat makan berdua, Hyun Woo memberanikan diri melamar Yeo Ok. Melihat Yeo Ok diam tak merespon, Hyun Woo menebak, “.. ‘Beri aku waktu ...’ Itu apa yang akan kau katakan, kan?” 
“Tidak, Aku…. Masalahnya adalah ... “ Yeo Ok terbata 
“Yeo Ok, jika kau tidak bisa memberiku jawaban sekarang, nanti-nanti pun jawabannya akan tetap sama”. Karena, menurut Hyun Woo, mengajak menikah itu beda dengan pertanyaan ‘Apa yang akan kita makan hari ini?'. Jawaban atas ajakan menikah itu tak perlu dipikirkan, tapi harus dari hati, datang secara alami tanpa paksaan. Hm, dengan kata lain, spontanitas Yeo Ok dalam ‘tak merespon’ bisa di katakan sebagai ‘tak ada niatan Yeo Ok untuk menikah dengan Hyun Woo’. 
Ini adalah lamaran yang telah disiapkan setelah menunggu selama 15 tahun, Hyun woo minta setidaknya Yeo Ok membuka kotak cincinnya. 
Yeo Ok pun membukanya dan ternyata kotak itu kosong. Kosongnya kotak cincin itu sebagai tanda kalau Hyun woo kini berbesar hati melepas Yeo Ok…. 
“Kau lebih bodoh dariku, bahkan sampai akhir kau masih tak tahu hatimu sendiri…” Maksudnya Hyun Woo tahu kalau selama ini Yeo Ok sebenarnya masih cinta sama Soo Nam? Tapi karena sakit hati, Yeo Ok sendiri tak menyadarinya??? 
Sepanjang perjalanan pulang, berkelebat ingatan-ingatan masa kecil Yeo Ok bersama Hyun Woo. Juga kenangan saat Hyun woo 'berpura-pura' meninggalkannya demi menyembunyikan sakitnya. juga kebahagiaan Yeo Ok mendapatkan Hyun Woo sebagai sandaran hidup setelah terguncang karena kehilangan soo Nam.
Esoknya, Hyun Woo memberi selamat pada Soo Nam yang kini sudah jadi GM barunya Elvin. Ia memberikan data-data yang kira-kira akan Soo Nam butuhkan. 
Sebelum Soo Nam pergi, Hyun Woo menitipkan Yeo Ok pada Soo Nam, ia minta Soo Nam memberi Yeo Ok waktu untuk kembali membuka hatinya… 
“Kau meninggalkannya seperti ini, apa kau yakin takkan menyesal?” Tanya Soo Nam
“Kesempatan aku bisa bertemu dengannya lagi, itu sudah cukup untuk membuatku bahagia”.
Soo Nam juga berjanji pada Hyun Woo kalau nantinya Yeo Ok memang kembali padanya, ia akan membahagiakan Yeo Ok. 
EPILOG
Singkat cerita, nampak Soo Nam yang gesit membuat sarapan. Ia menolak tawaran Yeo Ok untuk membantunya, dan minta Yeo Ok membangunkan Ki Chan saja. 
Soo Nam yang melihat model baju Yeo Ok berlubang di punggungnya, mulai menggodanya. “Aku menyukai punggungmu..” 
Yeo Ok pun pergi dengan tersipu. 
Sementara itu, Manager Kang juga gak kalah gesit. Ia membuat sarapan sementara Il Ran masih tidur. Ibu hendak mengomel, tapi Kang membelanya. Ia beralasan semalam Il Ran tidur larut karena si kembar sakit. 
Kang juga pandai mengambil hati mertuanya, “Ibu ... I love you!” 
Ibu nampak bahagia…. 
Kang juga nampak bahagia walau punya istri dengan kelakuan kayak Il Ran, haha… 
Rapat di Elvin, di pimpin oleh Soo Nam. Seperti biasa, tetap saja ada aura persaingan antara Soo Nam dan Kang. Apalagi sebelumnya ada beberapa tamu yang complain. Sikap Soo Nam pada Kang beda terbalik dengan sikapnya pada Yeo Ok. Apalagi ia juga tertarik dengan ide Yeo Ok soal rencana Pernikahan kecil yang akan di jadikan agenda Hotel. Konsep pernikahan yang membatasi jumlah tamu agar lebih privat, plus harga akan jadi lebih murah karena mereka hanya butuh space kecil. 
Setelah rapat Soo Nam menemui Yeo Ok, “Yeobo!! Yeobo!! Yeobo!!” 
Yeo Ok mengingatkan kalau mereka sedang di kantor. Soo Nam pun bersikap formal. Ia minta pada Yeo Ok untuk menyiapkan 1 paket pernikahan kecil untuk seorang tamu VIP yang ingin menikah ulang tanpa rame-rame.. 
Pokoknya semua detilnya seperti apa, semua di serahkan pada Yeo Ok untuk mengaturnya. Padahal acaranya tak lama lagi… 
“Aku mencintaimu, yeobo!” Teriak soo Nam meninggalkan ruangan Yeo Ok. Hm, Soo Nam yang sekarang lebih murah mengumbar rayuan untuk Yeo Ok… 
Walau bingung, Yeo Ok memastikan akan menyukseskan acara itu, walau bagaimana konsep pernikahan kecil itu adalah idenya.. 
Di rumah, Soo Nam menemani Ki Chan nonton. Mereka praktek tarin Gangnam Style. 
“Ayah ... ‘tren’ itu apa artinya?”
“Itu berarti bahwa setiap orang menyukainya” 
Yeo Ok pulang, ia heran dengan kemeriahan di ruang tamu mereka. Ki Chan beralasan ia sedang istirahat dari belajar, jadi ia sedikit menari mengajari ayahnya. Yeo Ok pulang telat karena mengurus soal 'pernikahan kecil' untuk tamu VIP Elvin.
Hari H pernikahan pun datang. Persiapan sudah hampir selesai. Waktu tinggal hitungan jam, tapi Yeo Ok masih belum melihat pengantinnya. 
Saat mencoba mengurus bunga yang belum datang, Yeo Ok berpapasan dengan Victoria. Yeo Ok membawa Victoria ke ruangannya. 
“Kau, Manajer sekarang? Kau begitu menakjubkan” Victora mengaku ada perlu di Korea, jadi mampir ke Elvin. Keduanya lalu bertukar kabar. Victoria mengaku ia sudah menemukan Dokter yang bisa mengoperasinya, jadi ia sudah bisa beraktivitas normal.
“Dunia benar-benar lucu, bukan? Mereka mengatakan waktu akan menyembuhkan semua luka ... Aku akan berdiri di sini berbicara dan tertawa bersama denganmu seperti ini, aku tak pernah berpikir itu mungkin”. 
Percakapan dengan Victoria terinterupsi oleh telepon penting mengenai persiapan Pernikahan kecil. Yeo Ok minta Victora menunggunya, sementara ia akan membereskannya dulu. 
Ternyata Yeo Ok di kerjai, ia masuk ke ruangan yang gelap. Tak lama muncul cahaya di mana Soo Nam tersorot oleh cahaya itu. 
“General Manager ... “ 
“Yeo Ok, maukah kau menikah denganku? “ 
“Apa yang kau lakukan?” 
“Yeobo… Aku tak pernah berpikir kalau aku akan bisa mencintaimu lagi. Aku sangat berterima kasih karena diberi kesempatan lain seperti ini. Mulai sekarang, sebagai istriku, sebagai temanku, sebagai kekasihku, dan sebagai ibu Ki Chan, tinggallah di sisiku… Aku akan menjadi suami yang dapat kau andalkan… Saranghamnida..” Soo Nam lalu berlutut, “Maukah kau menikah denganku?” 
“Yeobo”… setitik air mata mengalir di pipi Yeo Ok. Tiba-tiba lampu menyala, riuh rendah tepuk tangan membahana dari orang2 yang Yeo Ok kenal. “Yeobo, apa tamu VIP yang akan menikah hari ini itu kau?” 
“Ah ... tidak, itu bukan aku. Tapi kau..” 
Yeo Ok memeluk erat Soo Nam sebagai wakil dari jawabannya… 
Acara pun di mulai dengan Lee sebagai MC-nya… 
Yeo Ok masuk di antar kepala koki… 
Disusul Soo Nam yang masuk bersama Ki Chan.. Keduanya menari ‘family Style’, gaya mereka sendiri. Para tetamu larut dalam tarian itu juga… 
“Akhirnya ... kau menang, Wolha”. 
“Tidak… Moosan yang menang”. Moo San yang menang karena keduanya saling mencintai. “Tidak peduli betapa berharganya nasib mereka, tanpa cinta itu tidak akan berarti. Cinta menghubungkan kembali nasib mereka. Tidak peduli bagaimana hubungan berharga mereka sebagai suami dan istri jika keduanya tidak saling mencintai dan memberikan upaya terbaik mereka, akhirnya berakhir dalam tragedi. Dan tragedi akan menemukan mereka lagi dalam kehidupan mereka berikutnya ... “ 
*^^*
ps: kata GALAU agak sering kutulis karena aku sendiri GALAU =baca=bingung= mencari kata yang tepat untuk melukiskan ekspresi mereka Wkwkwkwkwkwk

*^^*
TAMAT
*^^*
Segala sesuatu akan terasa BETAPA PENTINGNYA/BETAPA BERHARGANYA, setelah kita tak lagi memilikinya. 
Tapi di saat kita menyadari kesalahan kita, menyesalinya, lalu dengan ikhlas memperbaikinya, hal-hal yang hilang tadi akan kembali/akan kita dapat dalam bentuk yang BAHKAN JAUH LEBIH BAIK.....

*^^*HARGAILAH APAPUN/SIAPAPUN YANG KAU MILIKI SEKARANG*^^*

6 komentar:

Kim Da Rie mengatakan...

gak sabr nunggu kelanjutannya teh ai...

Anonim mengatakan...

thanks sinopsisnya:) saya fans han jae suk alias hyun woo dari sejak glass shoes, amor de tarapaca, dll saya selalu ikutn dramany....
semangat lanjutin sinospsisnya ditunggu...makasii

deeyach mengatakan...

Menurut aku.... ending yang aneh, karena meskipun itu happy ending, tapi terlalu dipaksakan, kurang gereget gitu.
Anyways... thanks Ai for the recaps
Can't wait your next project.
fighting!!!

anishuchie mengatakan...

drama yang menyenangkan ya mbak ai... ringan tapi bermakna...

Siti Aura mengatakan...

Suka sm note teh ai...
Thx buat sinopsisx y..

Unknown mengatakan...

Ntah mengapa ane merasa il ran dan manger kang. Akan seperti main couple (?)



Mungkin lebih dilema...


P.s makasih sinopsisnyaaaa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...