Senin, 27 September 2010

The City of Violence - full preview




Ini drama yang bikin aku sedikit ill-Feel ma mas Lee Boem Soo, huaaa dia jadi orang jahat yang pikasebeleun disini....
Nonton hari sabtu kemarin (18/9/10) di GTV, gara2 liat iklannya ada LBS disitu, aku bela2in nunggu, padahal jadwalnya mulai jam 11 malem... tapi sedih, disini LBS mengancurkan hatiku, huahuahua ditambah rambut kriwil2 agak gondrong dan klimisnya yang enggak banget dan jadul abis... *lebay* tapi juga sekaigus bukti bahwa akting om2 satu ini emang yahud....


Ok, langsung kita bahas filmnya ya......
Judul: The City of Violence
Hangul: 짝패 (romanization: Jjakpae)
Sutradara: Ryu Seung-Wan
Penulis: Kim Jeong-Min, Won-jae Lee, Ryu Seung-Wan
Tanggal Rilis: 25 May 2006 di Korsel
Durasi: 92 Menit
Genre :thriller
Preview singkat dari GTv:
Tae-Su, seorang detektif yang memerangi organisasi kriminal, kembali ke kampung halamannya untuk pemakaman teman sekolahnya yang bernama Wang Jae. Sesampainya di sana, Ia bertemu dengan teman lamanya Pil-Ho, Dong-Hwan dan Seok-Hwan. Merasa ada yang janggal dengan kematian temannya, Tae-Su dan Seok-Hwan mencoba menyelidikinya dengan caranya masing-masing. Ternyata, semua bukti mengarah pada salah satu teman lamanya yang juga bertemu di pemakaman, Pil-Ho.

Daftar pemain.... lima pemain utamanya, bukan orang asing di dunia film/drama korea

Ryu Seung-Wan as Seok-Hwan  (dia juga sutradara film ini-hehe keren euy)

Jung Doo-Hong as Tae-Soo  

Lee Beom-Soo as Pil-Ho (As dr. Ahn at Surgeon bong Dal Hee - on air )

Ahn Kil-Kang as Wang-Jae (as malaikat at Holly Daddy)

Jeong Seok-Yong as Dong-Hwan (as wartawan Man Soo at Hero)


Recaps :
(sebelumnya aku mo cerita ni film alurnya banyak maju mundur/flashback, jadi rada bingung ngerecapsnya, semoga yang baca gak ikutan bingung, heheh)

Adegan di buka oleh seseorang yang mengejar beberapa orang hingga ke sebuah gang sempit, disana ternyata orang yang mengejar tadi terbunuh.
Di sebuah kantor polisi di Seoul, Tae Soo yang seorang detektif menerima telepon dan langsung meninggalkan kantornya menuju stasiun kereta. Tae Soo mendatangi pemakaman sahabat karib semasa mudanya Wang Jae.

Wang Jae adalah seorang mantan kepala gangster yang sudah insyaf, ia diidentifikasi terbunuh oleh gang berandalan tak dikenal. Dipemakamannya, keempat sahabat semenjak remajanya berkumpul setelah bertahun-tahun berpisah dan menjalani hidup masing-masing.
Tae-soo menjadi seorang a detektif, Pil-ho mantan anak buah Wang-jae yang kemudian menggantikan posisi Wang Jae sebagai kepala gangster setelah Wang Jae pensiun (Adiknya Pil Ho adalah juga istri Wang Jae), Seok-hwan membantu organisasinya Pil Ho, dan Dong-hwan (kakanya Seok Hwan) seorang guru matematika.

Mereka mengenang bertahun silam saat mereka remaja, dan perjanjian yang mereka buat saat piknik sekolah.Wang-jae muda membuat tonik ular dalam botol dan menguburkannya. Bersama mereka bersumpah bahwa dua puluh tahun kemudian mereka semua akan berkumpul dan meminumnya setelah mereka menjadi orang-orang sukses. Setelah pemakaman masing-masing Tae-su dan Seok-hwan berusaha mengahpus kesedihan mereka dengan menyelidiki pembunuhan itu.

Pada suatu malam Tae-su diserang oleh beberapa kelompok pemuda, ada sekelompok gadis yang berseragam sekolah, pemuda yang menggunakan pemukul baseball, tongkat hoki, sepeda dan bahkan yo-yo sebagai senjata (asli adegan disini keren banget!!). Tae-su akhirnya berhasil lolos dengan bantuan dari Seok-hwan. Sejak saat itu mereka berdua mulai bekerja sama menyelidiki kasus tersebut. Di mulai dengan mendatangi satu persatu kelompok pemuda yang mengeroyok mereka malam sebelumnya. Setelah memburu satu per satu targetnya (info dari satu kelompok mengarah kekelompok lainnya) dan mengumpulkan informasi, mereka menemukan bahwa kematian Wang-jae bukanlah kecelakaan gang biasa tetapi sebenarnya direncanakan. Juga Dong Hwan harus menerima kenyataan bahwa Seok Hwan yang guru ternyata dijadikan pecandu oleh Pil Ho dan terpaksa terlibat dengan memberi info anak muridnya mana saja yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi anak buah Pil Ho (kalo cerita Seok Hwan ini agak samar-aku gak tau nangkep ceritanya bener apa enggak, soale alure lumayan cepet).

Setelah berhasil menangkap pelaku pembunuh langsung (eksekutor) Wang Jae, mereka akhirnya benar-benar yakin bahwa Wang Jae memang sengaja dibunuh oleh salah satu teman baik mereka, Pil Ho. Dari Tuan Jo, salah satu kaki kanan Pil Ho diketahui bahwa Pil Ho menjadi ketua geng yang semena-mena, begitu tahu akan ada pembebasan lahan yang sangat luas untuk kepentingan komersial (wisata, termasuk perjudian -kayak Las Vegas kali ya) ia menekan orang banyak dengan pinjaman berbunga tinggi lalu kemudian mengambil paksa tanah mereka sebagai gantinya. Keadaan kota bisa dibilang kacau oleh ulah PIl Ho. Wang Jae yang masih dihormati oleh orang banyak, menjadi tempat mengadu. Mau tak mau ia harus mengingatkan Pil Ho. Pil Ho tidak terima dan mereka terlibat perkelahian fisik satu lawan satu, namun Pil Ho kalah. Ternyata ini adalah dendam Pil Ho, walau Wang Jae adalah adik iparnya, ia tak mau kehilangan kesempatan memperoleh uang banyak, (harta telah menyilaukan matanya), makanya ia mencari cara untuk membunuh Wang Jae.

Tae Soo menyerahkan pembunuh Wang Jae ke kantor Polisi untuk diberikan perlindungan sebagai saksi kunci sementara Tae Soo mengumpulkan bukti lainnya. Tetapi tanpa diduga seseorang datang ke kantor polisi menyamar sebagai pengantar galon, menyerang para polisi, menyiramkan bensin dan membakar semuanya.

Setelah kehilangan saksinya, Tae-soo menyadari tak ada cara legal yang bisa menarik Pil-ho ke jalur hukum. Ia lalu mencegat mobil Pil Hoo, sambil membawa botol tonik ular. Didepan Pil Ho yang sudah kelur dari mobil, Tae Soo lalu meminum tonik dan sedikit memakan ujung kepala ular dsidalamnya. "kau ingat? belum ada 20 tahun tapi sudah ada yang mati" kata Tae Soo membanting botolnya.
Pil Ho sepertinya sudah menyadari kalau Tae soo sudah tahu semua, ia lalu mengajak Tae Soo Sauna. (catatan, sebelumnya ada adegan seseorang yang diajak sauna, ternyata malah babak belur dihajar, bahkan ada anggota tubuhnya yang dipotong). Tae Soo pun mengalami hal yang sama, ditempat sauna yang sama, ia kemudian dihajar sampai babak belur oleh para pengawal Pil Ho. Pil Ho hanya duduk mengawasi. Setelah sedikit mengeluarkan unek2nya (Pil Ho sejak remaja lemah dan dan badannya kecil terbiasa menjadi pecundang , dan seolah2 menjadi kacung bagi Wang Jae dan Tae Soo) " bukan yang terkuatlah yang bertahan, tetapi yang bertahanlah yang terkuat" ia lalu meninggalkan Ta Soo. Diparkiran seorang pengawalnya mengingatkan Tae soo bisa membahayakan kalau tidak dibunuh. Pil Ho marah beasar, karena ia adalah bos, maka ia yang menentukan.

Sementara itu pada saat yang sama, Seok-hwan, Dong Hwan dan ibunya naik mobil untuk menghadiri suatu acara, malang mobil mereka sengaja ditabrak oleh anak buah Pil Ho. Dong Hwan dan ibunya tewas seketika, hanya Seok Hwan yang bertahan.

Dua orang yang terluka secara fisik dan mental, kembali bertemu di kuil saat pemakaman ibu dan Dong Hwan. Disana juga ada Janda Wang Jae (sekaligus adik Pil Ho).
"besok aku akan ke Soul", kata Jabda Wang jae (lupa namanya), melihat tatapan tidak mengenakkan dari Seok Hwan dan Tae Soo, ia membela diri dengan sedikit histeris "apa yang bisa kulakukan? yang satu adalah kakakku, sedang satunya lagi adalah suamiku" tetap tidak mendapat jawaban, akhirnya ia memberi informasi "nanti malam akan ada pertemuan dengan orang kasino"

Memanfaatkan informasi dari janda Wang Jae, keduanya lalu mendatangi lokasi pertemuan. Bersenjatakan potongan kayu, mereka mulai melawan lautan pengawal, lalu bertemu dengan lapis kedua yang bersenjata tajam, lalu mulai masuk ke bangunan yang ternyata berisi penuh para pria bersamurai, dan terakhir menerjang seorang pria bersamurai yang terlihat berilmu tinggi dan berakhir di balkon ruang pertemuan utama. Diantara adegan perkelahian, setelah kelelahan bertemu pengwal lapisan satu, kembali bertemu lapisan dua ada dialog yang ringan, tapi menurutku gaya humornya tinggi.
"bagaimana keadaanmu?" tanya Tae Soo terngah-engah dan ngeri melihat pengawal bersenjata tajam dalam jumlah banyak
"aku lemah"
" kau kan lebih muda dariku" maksudnya Tae Soo, tenaga Seok Hwan pasti lebih kuat
"tapi luka tidak mengenal umur kan?" *hahaha

Melihat kedatangan keduanya, sebagian tamu panik dan melarikan diri. Di meja utama, wakil dari Seoul selalu memojokkan Pik Ho yang menurutnya kampungan. Pil Ho mulai jengkel dan memukul wakil tersebut dengan papan namanya yang terbuat dari marmer hingga tewas. Setelah kejadian itu, meja utama pun kosong, yang tersisa adalah Pil Ho yang kembali duduk dan mulai makan hidangan di mejanya, dan empat pengawal utamanya (kayaknya pengawal ini juga sebenernya titipan orang Seoul deh-3 laki laki dan 1 perempuan yang memiliki ilmu beladiri tinggi).

Seok Hwan dan Tae Soo berkelahi masing-masing dengan dua lawan, dan akhirnya bahu membahu mengalahkan lawan mereka sampai tenaga mereka hampir habis, bahkan Seok Hwan terluka parah. Pada suatu kesempatan Pil Ho berhasil menusuk Tae Soo, dan terus memojokkannya ke dinding, tidak melepaskan tusukkan pisaunya sambil terus berkata-kata merendahkan Tae Soo. Seok Hwan yang terluka parah berusaha bangkit dan mengambil sebuah pedang dan menusukkannya di punggung Pil Ho.
"kenapa kita seperti ini?"
"kau tidak mengerti, pemenang adalah orang yang berdiri terakhir." jawab Tae Soo
"aku ingat, tanganmu selalu hangat kan?"
(kalo gak salah nangkep, Pil Ho mati, Tae Soo bisa mati bisa enggak, Seok Hwan hidup-lagian dia kan sutradaranya, jadi harus hidup lah dia mah, wkwkwk)

adegan di akhiri dengan adegan di masa remaja mereka saat pulang dari piknik sekolah sambil membicarakan masa depan mereka. Mereka juga membicarakan akan kembali menggali tonik ular saat mereka sukses. "tidak usah dipikirkan, kita pasti tidak akan bahagia" seru salah seorang dari mereka, dan itu menjadi kenyataan.


--END--
Kebenaran pasti terungkap, bagaimanapun caranya, atau kapanpun waktunya


..................Have A great Day, temaNs....... ^.^

7 komentar:

Lea mengatakan...

ai dpt channel LBS ys..enaknya..kl aku g dpt.. hiks.,,ktny kl punya parabola br bisa

ai mengatakan...

haha, maksude LBS tuh Lee Beom Soo.....
ini nontonnya di Global TV kok....
iya katanya TV LBS kudu pake parabola, dirumahku gak ada jadi ya aku juga gak bisa nonton, heheh

Anonim mengatakan...

o..gtu,td cma bca spintas sih atasny..hehe^^...iya syang bangt cba LBS ga pke parabola,,(mesti bkin stasiun tv sndiri nh kyknya :P

Lea

ai mengatakan...

ayo Lea bikin!! aku mendukung cari program2 yang mo ditampilin deh... heheh

Lea mengatakan...

doain aja ya..wkwkkkwkk :p

Ari RF mengatakan...

wkwkwkwwkkw dikirain LBS itu chanel tv yang dijayapura :D

ai mengatakan...

@ Lea... amiiin, hehehe

@ri...... bisa jadi tuh TV LBS emang punyanya Lee Beom Soo ahjussi, wkwkwkw

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...